{"id":115581,"date":"2015-06-05T15:42:49","date_gmt":"2015-06-05T08:42:49","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=115581"},"modified":"2015-06-05T15:42:49","modified_gmt":"2015-06-05T08:42:49","slug":"10-fakta-menarik-tentang-kura-kura","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/06\/05\/10-fakta-menarik-tentang-kura-kura\/","title":{"rendered":"10 Fakta Menarik tentang Kura-kura"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Do You Know?)\u00a0Kura-kura adalah reptil dari Testudines order ditandai dengan tulang khusus atau <em>shell<\/em> tulang rawan yang dikembangkan dari tulang rusuk dan berfungsi sebagai perisai. Kura-kura\u00a0dapat merujuk kepada air tawar dan laut tempat Testudines tinggal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Urutan Testudines meliputi baik yang masih ada (hidup) dan spesies punah. Para anggota yang diketahui sejak ratusan\u00a0juta tahun yang lalu, membuat kura-kura merupakan salah satu kelompok reptil tertua dan kelompok yang lebih tua daripada ular atau buaya. Dari 327 spesies yang dikenal hidup hari ini, beberapa sangat terancam punah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyu diklasifikasikan sebagai amniotes, bersama dengan reptil lainnya, burung, dan mamalia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah beebrapa fakta menarik tentang kura-kura.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.\u00a0Kura-kura yang ectotherms-mereka suhu internal bervariasi sesuai dengan lingkungan sekitar, biasa disebut berdarah dingin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Karena tingkat metabolisme yang tinggi, penyu belimbing memiliki suhu tubuh yang terasa lebih tinggi dari air sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">3.\u00a0Awal kura-kura dikenal pada 220 juta tahun yang lalu, sehingga\u00a0kura-kura menjadi salah satu kelompok reptil tertua dan kelompok yang lebih tua daripada kadal, ular atau buaya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">4.\u00a0Seperti amniotes lainnya, kura-kura menghirup udara dan tidak bertelur di bawah air, meskipun banyak spesies hidup di air atau sekitarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">5.\u00a0Dari sekian banyak spesies hidup hari ini, beberapa sangat terancam punah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">6.\u00a0Mereka berenang, tetapi mereka juga memanjat keluar tepi, kayu, atau batu untuk berjemur di bawah sinar matahari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">7. Kura-kura laut\u00a0secara khusus beradaptasi untuk kehidupan air, dengan kaki panjang yang membentuk sirip dan bentuk tubuh yang ramping.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">8.\u00a0Kura-kura cenderung memiliki kaki berselaput untuk berenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">9.\u00a0Dalam cuaca dingin, mereka dapat\u00a0menggali masuk ke\u00a0dalam lumpur, di mana mereka kemudian akan &#8216;mati suri&#8217; sampai musim semi datang dan menghadirkan cuaca hangat lagi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">10.\u00a0Penyu\u00a0jarang meninggalkan laut, kecuali bila betina datang ke darat untuk bertelur, meskipun beberapa spesies, seperti penyu hijau, akan\u00a0keluar di karang dan pantai untuk berjemur.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>citra\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage : wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?)\u00a0Kura-kura adalah reptil dari Testudines order ditandai dengan tulang khusus atau shell tulang rawan yang dikembangkan dari tulang rusuk dan berfungsi sebagai perisai. Kura-kura\u00a0dapat merujuk kepada air tawar dan laut tempat Testudines tinggal. Urutan Testudines meliputi baik yang masih ada (hidup) dan spesies punah. Para anggota yang diketahui sejak ratusan\u00a0juta tahun yang lalu, membuat kura-kura merupakan salah satu kelompok reptil tertua dan kelompok yang lebih tua daripada ular atau buaya. Dari 327 spesies yang dikenal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":115583,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5859],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115581"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=115581"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115581\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":115584,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/115581\/revisions\/115584"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/115583"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=115581"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=115581"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=115581"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}