{"id":113417,"date":"2015-05-21T19:35:00","date_gmt":"2015-05-21T12:35:00","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=113417"},"modified":"2015-05-21T19:35:00","modified_gmt":"2015-05-21T12:35:00","slug":"korsel-hadapi-kasus-mers","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/05\/21\/korsel-hadapi-kasus-mers\/","title":{"rendered":"Korsel Hadapi Kasus MERS"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Global News) Korea Selatan telah mengkonfirmasi atas terjadinya 2 kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan kemungkinannya akan menjadi 3. Hal ini dikonfirmasikan oleh para pejabat kesehatan Korea Selatan seperti dilansir oleh Reuters. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini menyerang\u00a0seorang wanita berusia 63 tahun yang sebelumnya merawat suaminya (76 tahun) yang telah terlebih dahulu terinfeksi MERS setelah kembali dari perjalanan ke Bahrain,\u00a0Saudi Arabia dan\u00a0United Arab Emirates. Kini wanita tersebut\u00a0berada dalam kondisi stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pihak kementerian pada Rabu (20\/5) telah melihat tidak adanya kemungkinan penyakit tersebut menyebar ke populasi yang lebih luas oleh karena mereka yang telah kontak langsung dengan pasien pertama telah diisolasi. Pasien pertama tersebut juga ada dalam kondisi stabil. Sejumlah\u00a064 orang yang merupakan anggota keluarga atau tenaga medis yang telah merawat tiga pasien sebelumnya.\u00a0Angka kematian penyakit adalah 30-40 persen dan masa inkubasi adalah dua sampai 14 hari, demikian dikatakan para ahli.\u00a0Jika terinfeksi, pasien dalam banyak kasus harus memiliki perawatan pernafasan buatan untuk mencegah gagal napas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada manusia pada tahun 2012, MERS disebabkan oleh coronavirus, dari keluarga yang sama seperti salah satu virus yang menyebabkan wabah mematikan yaitu Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) di Tiongkok\u00a0pada tahun 2003. Sampai hari ini belum ada obat atau vaksin yang dapat menanganinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seorang spesialis penyakit menular yang bertugas mengobati pasien, mengatakan dua kasus terbaru dikonfirmasi disertai demam namun\u00a0tidak ada tanda-tanda kesulitan bernapas. Sedangkan pasien pertama telah pulih dengan sedikit kesulitan bernafas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kementerian Kesehatan Korea Selatan mengatakan 23 negara memiliki total\u00a01.142 kasus MERS\u00a0dan 465 kematian yang telah dilaporkan. Dari total seluruh kasus tersebut, 1.117 kasus, atau 97,8 persen, terjadi\u00a0di Timur Tengah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: wikipedia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Global News) Korea Selatan telah mengkonfirmasi atas terjadinya 2 kasus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan kemungkinannya akan menjadi 3. Hal ini dikonfirmasikan oleh para pejabat kesehatan Korea Selatan seperti dilansir oleh Reuters. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini menyerang\u00a0seorang wanita berusia 63 tahun yang sebelumnya merawat suaminya (76 tahun) yang telah terlebih dahulu terinfeksi MERS setelah kembali dari perjalanan ke Bahrain,\u00a0Saudi Arabia dan\u00a0United Arab Emirates. Kini wanita tersebut\u00a0berada dalam kondisi stabil. Pihak kementerian pada Rabu (20\/5) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":113419,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044],"tags":[5787,2218],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113417"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113417"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113417\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":113421,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113417\/revisions\/113421"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/113419"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}