{"id":113353,"date":"2015-05-29T15:43:56","date_gmt":"2015-05-29T08:43:56","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=113353"},"modified":"2015-05-29T18:22:56","modified_gmt":"2015-05-29T11:22:56","slug":"5-hal-yang-dapat-mematikan-produktivitas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/05\/29\/5-hal-yang-dapat-mematikan-produktivitas\/","title":{"rendered":"5 Hal yang Dapat Mematikan Produktivitas"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0<em>Performance\u00a0<\/em>pada umumnya akan selalu dikaitkan dengan produktifitas dan produktifitas selalu dikaitkan dengan hasil. Semakin\u00a0banyak hasil maka dapat dikatakan semakin tinggi tingkat produktifitas. Atau semakin cepat menghasilkan maka semakin produktif seseorang. Sehingga bekerja dengan produktif sangat diharapkan dapat dilakukan oleh banyak orang. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Pernahkah Anda merasa mengerjakan sesuatu seperti tidak kunjung selesai? Atau pernahkah Anda harus memulai suatu proses namun tidak juga memulainya. Jeleknya lagi, jika hal itu telah menjadi suatu kebiasaan yang sulit diubah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Anda membutuhkan waktu hingga 3 hari kerja untuk menyelesaikan sebuah pelaporan sedangkan rekan kerja Anda hanya perlu menghabiskan waktu 1 hari untuk menyelesaikannya. Mengapa demikian? Siapa yang salah? Apakah yang satu lebih cerdas dari yang lain? Atau, memang terdapat hambatan yang berbeda di antara keduanya dalam menyelesaikan pekerjaan yang ada?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah 5 hal yang penting untuk dicermati, sebab dapat mematikan produktifitas Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Sosial Media<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jangan mencoba untuk menyelipkan sosial media di sela-sela pekerjaan Anda,\u00a0sebab\u00a0tidak mungkin bagi Anda menyelesaikan laporan penjualan bulanan sambil membuka akun sosial media Anda (Twitter atau Facebook). Hal ini sudah pasti akan\u00a0menurunkan atau bahkan mematikan\u00a0produktivitas Anda.<\/p>\n<p>2. <em>Multitasking<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adalah baik untuk dapat <em>multitasking <\/em>namun <em>multitasking\u00a0<\/em>dengan pengaturan yang tidak tepat hanya\u00a0akan\u00a0membuat Anda tidak fokus pada pekerjaan yang harus Anda selesaikan. Karena itu penting untuk membuat <em>time table<\/em> untuk seluruh tugas yang akan Anda kerjakan dalam sebuah hari. Lalu bloklah waktu tersebut misalnya setiap 30 atau 60 menit untuk melakukan sebuah tugas. Jika perlu gunakan alarm dengan menggunakan\u00a0gadget Anda sehingga Anda dapat lebih terbantu.<\/p>\n<p>3. <em>Perfectionist<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Perfectionist<\/em> hanya akan menurunkan produktivitas sebab hanya akan membuat Anda mengulur waktu untuk memulai\u00a0pekerjaan. Tidak perlu menunggu data lengkap baru memulai tugas Anda.\u00a0Kerjakan dulu bagian yang dapat Anda kerjakan secepat mungkin sambil menunggu kelengkapan data yang Anda butuhkan.\u00a0Bilamana data tersebut tiba maka Anda dapat menambahkannya serta mereview ulang pekerjaan Anda sebelum mengirimkannya.<\/p>\n<p>4. Menunda<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menunda adalah kebiasaan lain yang hanya akan\u00a0mematikan\u00a0produktivitas kerja Anda. Sering kali penundaan dilakukan saat pekerjaan belum lagi dikerjakan. Misalnya belum-belum sudah membayangkan &#8220;pusingnya&#8221; menyelesaikan laporan penjualan hingga Anda memutuskan menundanya sebab\u00a0pikiran yang\u00a0sudah lebih dahulu membayangkan \u201csusahnya\u201d saat membuat laporan tersebut, &#8220;susahnya&#8221; mengumpulkan data, &#8220;susahnya&#8221; membuat grafik, &#8220;susahnya&#8221; menganalisis data, atau\u00a0&#8220;susahnya&#8221;memberikan solusi sekiranya ada masalah dalam penjualan. Mulailah dulu dari hal yang sederhana untuk memulainya, lanjutkan terus, dan Anda pasti menyelesaikannya.<\/p>\n<p>5. Berasumsi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Daripada berasumsi atas sebuah hal yang menyangkut pekerjaan Anda lebih baik untuk mengkonfirmasi sehingga Anda dapat\u00a0memperoleh\u00a0penjelasan yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Tetap semangat mengerjakan pekerjaan Anda dan jangan sekali-kali mengeluh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em><a href=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-38337 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg\" alt=\"ruth_revisi\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/06\/ruth_revisi-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People)\u00a0Performance\u00a0pada umumnya akan selalu dikaitkan dengan produktifitas dan produktifitas selalu dikaitkan dengan hasil. Semakin\u00a0banyak hasil maka dapat dikatakan semakin tinggi tingkat produktifitas. Atau semakin cepat menghasilkan maka semakin produktif seseorang. Sehingga bekerja dengan produktif sangat diharapkan dapat dilakukan oleh banyak orang. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Pernahkah Anda merasa mengerjakan sesuatu seperti tidak kunjung selesai? Atau pernahkah Anda harus memulai suatu proses namun tidak juga memulainya. Jeleknya lagi, jika hal itu telah menjadi suatu kebiasaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":114613,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"video","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927,5607],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113353"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113353"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113353\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":114601,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113353\/revisions\/114601"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/114613"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113353"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113353"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113353"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}