{"id":113187,"date":"2015-05-20T07:48:27","date_gmt":"2015-05-20T00:48:27","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=113187"},"modified":"2015-05-20T07:48:27","modified_gmt":"2015-05-20T00:48:27","slug":"antara-kebutuhan-dan-keinginan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/05\/20\/antara-kebutuhan-dan-keinginan\/","title":{"rendered":"Antara Kebutuhan dan Keinginan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Dominate the Market)\u00a0\u201cMaaf saya tidak membutuhkan\u201d, \u201c<em>Sorry<\/em>, dalam waktu dekat belum mau beli.\u201d Kalimat ini saya dapatkan ketika saya menawarkan suatu produk atau jasa kepada klien. Pada kalimat pertama ada penolakan di dalamnya sebab si klien merasa belum membutuhkan sedangkan kalimat kedua berisi adanya kebutuhan tetapi untuk saat ini ditunda. Pada jenis ini saya menyebutnya sebagai Kebutuhan dan Keinginan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berhadapan dengan Si \u201cButuh\u201d dan \u201cIngin\u201d maka\u00a0masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda. Jenis pertama adalah jenis yang mempunyai suatu kebutuhan kepada produk atau jasa yang ditawarkan. Pada jenis ini maka dapat saya katakan bahwa hal yang paling menguntungkan ketika Anda bertemu jenis klien seperti si \u201cButuh\u201d sebab Anda akan lebih mudah menjelaskan kelebihan produk atau jasa yang akan di jual dan biasanya<em> effort<\/em> untuk meyakinkan pada klien jenis ini tidak terlalu sulit sebab kebutuhan produk sudah ada sehingga dalam proses <em>goal<\/em> sudah lebih mudah, namun jangan sampai Anda menganggap enteng jenis ini tetapi tetaplah untuk meyakinkan si \u201cButuh\u201d dengan strategi penjualan yang maksimal juga.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada jenis Si \u201cingin\u201d yaitu\u00a0jenis kedua yang belum memiliki\u00a0kebutuhan atas suatu produk atau jasa. Pada jenis ini Anda perlu menimbulkan keinginan terlebih dahulu, setelah hal ini timbul, maka kebutuhan produk atau jasa akan datang kemudian. Pada jenis ini, sebagai marketing Anda memerlukan <em>extra<\/em> kerja keras serta strategi penjualan yang perlu lebih meyakinkan bahwa produk atau jasa Anda\u00a0adalah suatu kebutuhan \u201cmendesak\u201d yang diperlukan klien pada saat ini. Dalam menimbulkan keinginan, Anda harus dapat memberikan penjelasan yang tidak diberikan pada jenis klien pertama. Penjelasan dapat berupa data-data; contoh, &#8220;bahkan survei atas\u00a0kebutuhan ini terbukti semakin meningkat dan menjadi kebutuhan pokok pada produk atau jasa tersebut.&#8221; Ketika Anda dapat diterima, penjelasan demi penjelasan mengenai produk atau jasa yang ditawarkan, pastikan setelah itu Anda tidak berhenti namun terus yakinkan si \u201cIngin\u201d lebih lagi dan buka wawasannya sampai ia sepakat dengan apa yang Anda jelaskan. Jika hal ini telah Anda dapatkan maka artinya si \u201cIngin\u201d sudah mulai berubah menjadi si \u201cbutuh\u201d.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemampuan untuk dapat meyakinkan klien untuk\u00a0produk atau jasa sebenarnya tidak terlalu sulit, sebab sebagai marketing yang diperlukan adalah suatu keterampilan berbicara yang baik, penguasaan pengetahuan produk atau jasa yang ditawarkan dan bagaimana menjaga perasaan klien bahwa mereka selalu benar tetapi berlahan mengubah <em>mindset<\/em> yang telah tertanam antara kebutuhan dan menimbulkan keinginan itu sendiri. Pada tahap ini, Anda perlu kesabaran untuk mencapai <em>goal<\/em> karena dalam proses ini memerlukan waktu dan pendekatan terhadap si calon pembeli. Dalam pendekatan yang diperlukan adalah bagaimana Anda mengerti akan apa yang menjadi kebutuhan si calon pembeli.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kemampuan akan semakin tajam ketika Anda bertemu dengan banyak orang, sebab dengan bertemu banyak orang yang akan menjadi klien Anda, maka Anda akan semakin tahu seberapa besar kemampuan berbicara dan penguasaan akan produk atau jasa yang Anda jual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Jika Anda telah mampu menimbulkan keinginan klien, maka bicara mengenai harga tidak akan menjadi masalah lagi bagi calon pembeli. Sebab saat ini kebutuhan sudah menjadi dasar dalam pembeliaan produk atau jasa tersebut. Apabila Anda telah berhasil menimbulkan kebutuhan hingga akhirnya terjadi pembeliaan. SELAMAT Anda telah berhasil menjadi seorang marketing yang siap mendapatkan <em>goal<\/em> dengan mudah pada penjualan selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ida Arthawaty\/VMN\/BL\/Customer Relationship Head Vibiz Media<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Dominate the Market)\u00a0\u201cMaaf saya tidak membutuhkan\u201d, \u201cSorry, dalam waktu dekat belum mau beli.\u201d Kalimat ini saya dapatkan ketika saya menawarkan suatu produk atau jasa kepada klien. Pada kalimat pertama ada penolakan di dalamnya sebab si klien merasa belum membutuhkan sedangkan kalimat kedua berisi adanya kebutuhan tetapi untuk saat ini ditunda. Pada jenis ini saya menyebutnya sebagai Kebutuhan dan Keinginan. Berhadapan dengan Si \u201cButuh\u201d dan \u201cIngin\u201d maka\u00a0masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda. Jenis pertama adalah jenis yang mempunyai suatu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":100917,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1051,16],"tags":[5058],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113187"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=113187"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113187\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":113188,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/113187\/revisions\/113188"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100917"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=113187"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=113187"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=113187"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}