{"id":112325,"date":"2015-05-15T13:18:19","date_gmt":"2015-05-15T06:18:19","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=112325"},"modified":"2015-05-15T13:55:58","modified_gmt":"2015-05-15T06:55:58","slug":"obsesi-silicon-valley","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/05\/15\/obsesi-silicon-valley\/","title":{"rendered":"Obsesi Silicon Valley"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Obsesi-Silicon-Valley-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-112432\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Obsesi-Silicon-Valley-3.jpg\" alt=\"Obsesi Silicon Valley (3)\" width=\"1200\" height=\"400\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Obsesi-Silicon-Valley-3.jpg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Obsesi-Silicon-Valley-3-300x100.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Obsesi-Silicon-Valley-3-1024x341.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Inspiring)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Paradise and Technology Park di Iran<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">D<\/span>alam perjumpaan dengan Mohamad Nasir kali ini, ia menceritakan bagaimana hasil kunjungannya beberapa waktu yang lalu ke Iran dan menemukan bagaimana negara yang sebenarnya adalah Negara yang diembargo oleh Amerika itu telah berjuang untuk <em>survive<\/em> melalui teknologinya dan berhasil. &#8220;Padahal logikanya negara yang diembargo seharusnya tidak bisa berkembang, tetapi mereka memiliki\u00a0Paradise and Technology Park yang berlokasi di Teheran.&#8221; Demikian dikatakan M. Nasir.&#8221;Berdiri pada tahun 2004 dan hingga sekarang (hampir 11 tahun) telah menghasilkan 1000 industri,&#8221; lanjut menristekdikti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tidak hanya itu, kemajuan teknologi ini pun telah mempengaruhi <em>income<\/em> per kapita Iran. Saat ini <em>income<\/em> per kapita Indonesia sekitar $3,400 per tahun dibandingkan Iran $13.700. \u201cKita harus me-<em>manage<\/em> dengan baik sumber daya yang baik,\u201d tutur M. Nasir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam hal menimba ilmu, pemerintah Iran menerapkan peraturannya sendiri, bahwa mereka yang ingin melanjutkan perguruan tinggi ke luar Iran hanya boleh bila mengambil jurusan <em>science<\/em> dan teknologi baik fisika, kimia, biologi, matematika, dan <em>engineering<\/em>. Sebagai hasil saat ini Iran dapat mengembangkan pembangkit listrik tenaga nuklir yang sebenarnya sangat bermanfaat untuk menghemat biaya listrik. \u201cDengan PLTN tersebut bbm yang semula 19% per kwh tapi dengan nuklir hanya 3,4% sampai 5% per kwh. Ini sangat efisien,\u201d demikian penjelasan M. Nasir. Hal kedua yang juga dikembangkan oleh Iran adalah teknologi <em>microchip<\/em> yang belum pernah dilakukan Indonesia. \u201cPadahal Indonesia membutuhkan chip untuk <em>smart card<\/em> dalam setahun hingga 50 juta. Sehingga setiap tahunnya dibutuhkan biaya untuk <em>smart card <\/em>ini hingga sekitar\u00a07,5 triliun rupiah. Sangat mahal,\u201d demikian diungkapkan M. Nasir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Peranan Pemerintah sebagai Kuncinya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span class=\"cb-dropcap-small\">U<\/span>ntuk mewujudkan obsesi memiliki Silicon Valey, M. Nasir menyadari benar bahwa pemerintah memiliki peranan yang sangat penting di dalamnya. \u201cPemerintah harus dapat berperan untuk memediasi antara <em>researcher <\/em>dan <em>business,\u201d <\/em>demikian M.Nasir berujar dengan menyadari benar bahwa <em>researcher<\/em> dan perguruan tinggi akan membutuhkan para pengusaha untuk memberikan dukungan dana dan begitu pula sebaliknya. Apa jadinya bisnis tanpa adanya riset? Di sinilah diperlukan peranan pemerintah untuk mempertemukan keduanya dengan menyiapkan fasilitas dan regulasinya. Ada dua yang dicontohkan M. Nasir untuk dapat dilakukan pemerintah. Pertama, regulasi yang terkait masalah <em>tax<\/em>, misalnya saja jika memungkinkan diberlakukan <em>free tax<\/em> kepada produsen hingga beberapa lama sampai tercapai bisnis yang <em>visible<\/em> atau jika telah mencapai BEP. Kedua, mengenai hak paten. Bagaimana inventor juga dapat memperoleh bagian dari royalty. Bagi para peneliti, hal ini penting. Kedua hal ini merupakan contoh yang saat ini sedang dibicarakan dengan kementerian keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Memang bukan hal yang mudah untuk mengintegrasian\u00a0<em>researcher<\/em>,\u00a0<em>business<\/em>, dan\u00a0<em>government<\/em>\u00a0menjadi satu kesatuan.\u00a0 Kalau hal ini dapat dilakukan maka akan mendorong industri untuk makin baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cInilah tugas utama pemerintah. Pertama, bagian yang menurut saya luar biasa berat dan harus dilakukan adalah menyatukan semua pengusaha, pemerintah, dan perguruan tinggi untuk berkesinambungan,\u201d demikian M. Nasir menyadari benar tanggung jawabnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bilamana Menghadapi Hambatan<\/strong><\/p>\n<p><span class=\"cb-dropcap-small\">B<\/span>ukan tanpa alasan, menristekdikti mengatakan bahwa tidak mudah merealisasikan 100 technopark sebab berbagai hambatan sudah dapat teridentifikasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPertama adalah masalah pendanaan yang telah menjadi masalah yang klasik. Kedua adalah masalah managerial, pengelolaan,\u201d demikian dikatakan M. Nasir.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hal yang terjadi selama ini bahwa tidak adanya kordinasi antar perguruan tinggi dalam melakukan riset sehingga sering kali riset yang sama dilakukan oleh beberapa perguruan tinggi sekaligus sehingga terjadi <em>redundancy<\/em> termasuk dalam hal pendanaan. Sehingga ke depannya, setiap perguruan tinggi akan mendapatkan <em>assignment <\/em>dalam melakukan riset dan dilakukan berdasarkan <em>market driven<\/em> atau dipicu oleh pasar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cJika kita mempunyai 100 technopark pada tahun 2017 maka pada tahun 2018 akan sudah mulai berproduksi dan menghasilkan riset. Ini mimpi besar saya bersama tugas yang diberikan oleh pak presiden kepada saya,\u201d demikian paparan menristekdikti.<\/p>\n<p><iframe width=\"750\" height=\"422\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/tKQBCiC00Jo?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/2015\/05\/15\/jelang-reformasi-teknologi\/\">Back to Jelang Reformasi Teknologi<img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-medium wp-image-112329\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Cover-Menristekdikti-SA-300x135.jpg\" alt=\"Cover Menristekdikti - SA\" width=\"300\" height=\"135\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Cover-Menristekdikti-SA-300x135.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Cover-Menristekdikti-SA-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/05\/Cover-Menristekdikti-SA.jpg 1074w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Ruth Berliana\/VMN\/BL\/Managing Partner Human Capital Development<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Inspiring) Paradise and Technology Park di Iran alam perjumpaan dengan Mohamad Nasir kali ini, ia menceritakan bagaimana hasil kunjungannya beberapa waktu yang lalu ke Iran dan menemukan bagaimana negara yang sebenarnya adalah Negara yang diembargo oleh Amerika itu telah berjuang untuk survive melalui teknologinya dan berhasil. &#8220;Padahal logikanya negara yang diembargo seharusnya tidak bisa berkembang, tetapi mereka memiliki\u00a0Paradise and Technology Park yang berlokasi di Teheran.&#8221; Demikian dikatakan M. Nasir.&#8221;Berdiri pada tahun 2004 dan hingga sekarang (hampir 11 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":26,"featured_media":112433,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[2507],"tags":[6269,6451],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112325"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/26"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=112325"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112325\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":112454,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/112325\/revisions\/112454"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/112433"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=112325"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=112325"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=112325"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}