{"id":111777,"date":"2015-05-11T17:30:05","date_gmt":"2015-05-11T10:30:05","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=111777"},"modified":"2015-05-11T17:31:00","modified_gmt":"2015-05-11T10:31:00","slug":"perlakuan-pajak-penghasilan-pph-final-satu-persen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/05\/11\/perlakuan-pajak-penghasilan-pph-final-satu-persen\/","title":{"rendered":"Perlakuan Pajak Penghasilan (PPh) Final Satu Persen"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Finance) &#8211; Sejak tanggal 1 Juli 2013 telah berlaku ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, yang terbit pada tanggal 12 Juni 2013. Dalam ketentuan tersebut dikatakan\u00a0 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan yang menerima penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto (omzet) tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 (satu) Tahun Pajak, akan dikenai pajak dengan tarif Pajak Penghasilan (PPh) yang bersifat final sebesar 1% (satu persen).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa hal yang penting dan perlu diketahui mengenai pengenaan PPh bersifat final dengan tarif 1 persen adalah sebagai berikut :<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Siapa Yang Dikenakan PPh Final Sesuai PP ini?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada dasarnya, semua wajib pajak\u2014baik perorangan maupun badan (kecuali yang berbentuk Badan Usaha Tetap\/BUT\u2014dengan \u201cperedaran bruto\u201d yang memenuhi kriteria di bawah ini dikenakan PPh Final sesuai PP 46:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cWajaib pajak Non-BUT yang menerima penghasilan dari usaha, tidak termasuk penghasilan dari jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas, dengan peredaran bruto tidak rnelebihi Rp 4.8 miliar dalam 1 tahun fiskal.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Apa dan Bagaimana Caranya Menentukan Peredaran Bruto?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seperti disebutkan dalam PP ini\u00a0 bahwa WP yang dikenakan PPh Final sesuai dengan PP 46\/2013 ini adalah yang memiiliki \u201cPendapatan bruto yang tidak melebihi 4.8 miliar.\u201d<br \/>\nApa itu peredaran bruto? Dalam bahasa dagang umum sering disebut \u201comzet\u201d, sedangkan dalam akuntansi disebut \u201cpendapatan\u201d (revenue) saja.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Bagaimana caranya menentukan besarnya \u201cperedaran bruto\u201d yang akan dijadikan dasar perhitungan?<br \/>\nMenurut PP ini, pendapatan yang dihitung sebagai dasar untuk menentukan 4.8 miliar adalah semua pendapatan termasuk pendapatan perusahaan cabang (bila ada), namun TIDAK TERMASUK pendapatan yang telah dikenakan PPh final dan pendapatan yang berupa jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Misalnya:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(a) Data pendapatan (revenue) PT. AAA pada tahun fiskal 2014 nampak sebagai berikut:<br \/>\nPenjualan = Rp 4,775,000,000<br \/>\nPendapatan Bunga Jasa Giro = Rp 30,000,000<br \/>\nTotal = Rp 4,805,000,000<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulan: Dilihat dari totalnya, pendapatan PT. AAA sudah di atas 4.8 miliar. Namun karena yang 30 juta berupa pendapatan jasa giro dan telah dikenakan PPh final oleh pihak bank, maka peredaran bruto yang diperhitungkan hanya Rp 4,775,000,000, sehingga masuk kriteria wajib pajak yang dikenakan PPh Final dengan tarif 1 persen, sesuai dengan PP 46\/2013 ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(b) Tahun fiskal 2014, data pendapatan PT. BBB yang berkantor pusat di Depok memiliki data pendapatan sebagai berikut:<br \/>\nPenjualan di Kantor Pusat = Rp 2,700,000,000<br \/>\nPenjualan di Cabang Daan Mogot = Rp 1,200,000,000<br \/>\nPenjualan di Cabang Pal Merah = Rp 1,800,000,000<br \/>\nTotal = Rp 5,700,000,000<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulan: Total pendapatan PT BBB termasuk cabang melebihi 4.8 miliar, sehingga TIDAK memenuhi kriteria wajib pajak yang dikenakan PPh Final dengan tarif 1 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(c). Tahun fiskal 2014, data pendapatan Tuan Amirudin, pemilik Minimarket UD ABC dan Toko Bangunan UD DEF, adalah sbb:<br \/>\nPenjualan Minimarket UD. ABC = Rp 2,100,000,000<br \/>\nPenjualan Toko Bangunan UD DEF = Rp 2,650,000,000<br \/>\nPendapatan dari Pekerjaan Bebas = Rp 250,000,000<br \/>\nTotal = Rp 5,000,000,000<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesimpulan: Total pendapatan Tuan Amirudin memang melebihi 4.8 miliar dalam satu tahun fiskal. Namun karena pendapatan dari pekerjaan bebas tidak dihitung, jadinya belum melewati Rp 4.8 miliar, sehingga memenuhi kriteria untuk dikenakan PPh Final dengan tarif 1 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" size-full wp-image-83874 alignleft\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3.jpg\" alt=\"iin3\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/iin3-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Endah Caratri\/Managing Partner Financial, Accounting &amp; Tax Services<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Finance) &#8211; Sejak tanggal 1 Juli 2013 telah berlaku ketentuan yang diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 tentang PPh atas Penghasilan dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, yang terbit pada tanggal 12 Juni 2013. Dalam ketentuan tersebut dikatakan\u00a0 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi dan Badan yang menerima penghasilan dari usaha dengan peredaran bruto (omzet) tidak melebihi Rp4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) dalam 1 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":111127,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,5,1051],"tags":[380,6439],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111777"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=111777"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111777\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":111789,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/111777\/revisions\/111789"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/111127"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=111777"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=111777"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=111777"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}