{"id":108977,"date":"2015-04-29T20:07:12","date_gmt":"2015-04-29T13:07:12","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=108977"},"modified":"2015-04-29T20:07:12","modified_gmt":"2015-04-29T13:07:12","slug":"7-wabah-ini-paling-mematikan-sepanjang-sejarah-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/29\/7-wabah-ini-paling-mematikan-sepanjang-sejarah-manusia\/","title":{"rendered":"7 Wabah Ini Paling Mematikan Sepanjang sejarah Manusia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Do You Know?) Tidak dapat dipungkiri bahwa\u00a0bakteri, virus,\u00a0dan mikroorganisme patogen lain akan selalu ditemui dalam kehidupan. Tanpa mengenal batas negara dan benua, mahluk dengan ukuran mikroskopis ini telah memberikan warna tersendiri pada sejarah kehidupan manusia ketika aksinya telah menjadi wabah atau pandemi. Tercatat beberapa wabah besar yang cukup signifikan\u00a0dalam sejarah perjalanan manusia yang merenggut banyak nyawa. Beberapa contoh berikut ini telah memakan banyak korbna jiwa dalam sejarah:<\/p>\n<div style=\"text-align: justify;\"><b>1.\u00a0\u00a0 Tifus\u00a0atau Rickettsia\u00a0(430 SM &#8211;\u00a0kini)<\/b><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><i><\/i>Penyakit ini telah membunuh sekitar 3 juta orang di antara tahun 1918 dan 1922 saja, dan sebagian besar tentara Napoleon di Rusia. Disebabkan oleh\u00a0<span style=\"line-height: 1.5em;\">bakteri dan ditularkan oleh kutu penyakit ini berasal dari kata\u00a0<em>typhos<\/em> yang dalam bahasa Yunani berarti malas.\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">Rickettsia<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0ditularkan melalui binatang pengerat, termasuk tikus, dan menyebar ke manusia melalui tungau,\u00a0kutu\u00a0dan caplak. Penyakit ini akan tumbuh subur pada tempat-tempat dengan kebersihan yang rendah seperti\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">di penjara atau kamp-kamp pengungsi, di antara para tunawisma, atau sampai pertengahan abad ke-20, pada tentara di lapangan.\u00a0<\/span>Untuk pertama kali diperkirakan ditemukan pada\u00a0tahun 1083 di sebuah biara dekat Salerno, Italia.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Pada tahun 430 SM, wabah ini melanda negara-kota Athena di Yunani kuno sehingga dikenal sebagai Wabah Athena, yang menewaskan antara lain,\u00a0<i>Pericles\u00a0<\/i>dan dua putra sulungnya. Wabah kembali lagi, pada\u00a0tahun\u00a0429 SM dan pada musim dingin tahun 427\/6 SM. Epidemi terjadi di seluruh Eropa dari abad 16\u00a0hingga ke\u00a0abad 19, dan terjadi selama Perang Saudara Inggris, Perang Tiga Puluh Tahun dan Perang Napoleon.\u00a0Ketika\u00a0Napoleon mundur dari Moskow pada tahun 1812, lebih banyak tentara Perancis meninggal karena tifus daripada dibunuh oleh\u00a0tentara\u00a0Rusia. Sebuah epidemi besar terjadi di Irlandia antara 1816-1819, dan pada akhir 1830-an.\u00a0Epidemi tifus besar lain juga terjadi selama Bencana Kelaparan Besar Irlandia antara tahun 1846 dan 1849.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">Di Amerika, sebuah epidemi tifus membunuh putra<i>\u00a0Franklin Pierce<\/i>\u00a0di\u00a0<i>Concord, New Hampshire<\/i>\u00a0pada 1843 dan\u00a0juga menyerang\u00a0<i>Philadelphia\u00a0<\/i>pada tahun 1837. Beberapa epidemi terjadi di\u00a0<i>Baltimore, Memphis<\/i>\u00a0dan\u00a0<i>Washington DC<\/i>\u00a0antara 1865 dan 1873. Selama Perang Dunia I tifus menyebabkan tiga juta kematian di Rusia\u00a0bahkan\u00a0lebih\u00a0banyak lagi\u00a0di Polandia dan Rumania. Kematian umumnya antara 10 sampai 40 persen dari orang yang terinfeksi, dan penyakit\u00a0tifus merupakan\u00a0penyebab utama kematian bagi mereka yangmerawat si sakit.\u00a0Setelah\u00a0perkembangan vaksin selama Perang Dunia II,\u00a0epidemi hanya terjadi di Eropa Timur, Timur Tengah dan sebagian Afrika.<\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<div style=\"text-align: justify;\">\n<div><b>2.\u00a0\u00a0 Kolera (1817 &#8211; sekarang)<\/b><\/div>\n<div>Kolera telah menewaskan ratusan ribu orang di seluruh dunia. Mulai dari\u00a0sepanjang Sungai Gangga di India selama berabad-abad, merebak di Calcutta pada tahun 1817\u00a0secara\u00a0besar-besaran. Diperkirakan ada\u00a0sebanyak 10.000 kematian tentara Inggris\u00a0akibat penyakit kolera, dan setidaknya ratusan ribu pribumi\u00a0juga telah menjadi korban di seluruh wilayah India. Pada 1827 kolera telah menjadi penyakit yang paling ditakuti abad ini.\u00a0Meskipun obat\u00a0telah semakin\u00a0modern, kolera masih merupakan pembunuh yangmematikan.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<div><b>3.\u00a0\u00a0 AIDS<\/b><b>\u00a0(1981\u00a0&#8211;\u00a0sekarang)<\/b><\/div>\n<p>Diperkirakan telah menewaskan 25 juta orang di seluruh dunia\u00a0sejak pertama kali\u00a0dikenal\u00a0pada tahun 1981, menjadikannya\u00a0salah satu\u00a0wabah paling mematikan\u00a0dalam sejarah. AIDS telah menyerang sekitar 3,1\u00a0juta (antara\u00a02,8\u00a0dan\u00a03,6 juta)\u00a0orang di tahun 2005\u00a0(rata-rata\u00a08.500\u00a0per hari), yang\u00a0570.000\u00a0di antaranya\u00a0adalah anak-anak.\u00a0<span style=\"line-height: 1.5em;\">UNAIDS\u00a0dan WHO juga memperkirakan bahwa\u00a0jumlah\u00a0orang yang hidup\u00a0dengan\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">human immunodeficiency<\/i><i style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0virus\u00a0(HIV)\u00a0<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">telah mencapai tingkat\u00a0tertinggi.<\/span><\/p>\n<div>\n<div><\/div>\n<div>Enam puluh empat\u00a0persen dari semua\u00a0orang yang hidup dengan\u00a0HIV, tinggal\u00a0di Afrika\u00a0sub-Sahara,\u00a0dan\u00a0lebih dari\u00a077%\u00a0dari semua wanita yang hidup dengan HIV\u00a0juga berada disini.\u00a0Asia Selatan dan Asia\u00a0Tenggara adalah\u00a0region kedua yang paling\u00a0terpengaruh dengan\u00a0jumlah penderita mencapai\u00a015%.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>Fakta-fakta kunci\u00a0seputar\u00a0ini asal\u00a0AIDS\u00a0saat ini tidak diketahui, terutama\u00a0di mana dan kapan\u00a0pandemi dimulai,\u00a0meskipun dikatakan\u00a0bahwa virus HIV berasal\u00a0dari kera\u00a0di Afrika.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><b>4.\u00a0\u00a0 Malaria (1600 &#8211; sekarang)<\/b><\/div>\n<div><span style=\"line-height: 1.5em;\">Malaria menyebabkan sekitar 400-900\u00a0juta\u00a0kasus demam dan sekitar 1-3\u00a0juta\u00a0kematian setiap tahunnya &#8211; ini mewakili setidaknya satu kematian setiap 30 detik. Sebagian besar kasus terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun,\u00a0dan\u00a0wanita hamil juga sangat rentan terhadap penyakit ini. \u00a0<\/span><\/p>\n<div style=\"display: inline !important;\">Parasit penyebab Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Kemudian parasit berkembang biak dalam sel darah merah, menyebabkan gejala yang mencakup gejala anemia (pusing ringan, sesak napas, takikardia dll), serta gejala umum lainnya seperti demam, menggigil, mual, penyakit seperti flu, dan pada kasus yang berat, menyebabkan koma dan kematian. Penyakit ini disebabkan oleh parasit protozoa dari genus Plasmodium. Tersebar luas di daerah tropis dan subtropis, termasuk bagian dari Amerika, Asia, dan Afrika.<\/div>\n<div style=\"display: inline !important;\"><\/div>\n<div style=\"display: inline !important;\"><\/div>\n<div style=\"display: inline !important;\">\n<div><b>5.\u00a0 \u00a0Black Death<\/b><b>\u00a0(1340 &#8211; 1771):<\/b><\/div>\n<div><i style=\"line-height: 1.5em;\">The<\/i><i style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0Black Death,<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0atau\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">The Black<\/i><i style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0Plague<\/i>\u00a0(penyakit pes),<span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0adalah salah satu\u00a0pandemi\u00a0paling mematikan dalam sejarah manusia.\u00a0Wabah ini dimulai\u00a0di\u00a0Asia Selatan,\u00a0Barat atau\u00a0Tengah dan menyebar ke\u00a0Eropa\u00a0pada\u00a0akhir 1340-an.\u00a0Jumlah total\u00a0kematian di seluruh dunia\u00a0dari pandemi\u00a0diperkirakan mencapai\u00a075 juta\u00a0orang,\u00a0dengan\u00a020 juta\u00a0kematian\u00a0di Eropa saja.\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">The Black Death<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0diperkirakan\u00a0telah membunuh\u00a0antara sepertiga\u00a0hingga\u00a0dua\u00a0pertiga\u00a0dari penduduk Eropa.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div>Wabah penyakit ini muncul dengan sendirinya melalui tiga varian penularan. Paling umum merupakan Varian Pes berasal dari pembengkakan yang muncul di leher korban, ketiak ataupun pangkal paha. Penyakit ini tumbuh dengan berbagai ukuran, dimulai dari sebesar telur hingga sebesar apel. Meskipun beberapa orang selamat dari cobaan yang menyakitkan, wabah penyakit ini biasanya memberikan harapan hidup pada korban hingga seminggu.\u00a0Varian kedua merupakan wabah\u00a0Pneumonia\u00a0yang menyerang sistem pernapasan dan disebarkan hanya dengan menghirup udara yang dihembuskan melalui korban. Wabah penyakit ini jauh lebih mematikan dibanding wabah Pes, harapan hidup hanya dapat diukur dalam satu atau dua hari.\u00a0Varian ketiga merupakan penularan wabah\u00a0<i>Septicemia,<\/i>\u00a0penyakit yang menyerang sistem darah.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<div><b>6. \u00a0Flu<\/b><b>\u00a0Spanyol\u00a0(1918 &#8211; 1919)<\/b><\/div>\n<div><span style=\"line-height: 1.5em;\">Pada tahun 1918 dan 1919, pandemi Flu Spanyol membunuh lebih banyak orang dibanding Hitler, senjata nuklir dan semua teroris jika dikombinasikan. Flu Spanyol merupakan versi lebih parah dari flu biasa, yang ditandai dengan sakit tenggorokan biasa, sakit kepala dan demam.\u00a0<\/span>Pada waktu itu, karena\u00a0paru-paru pasien\u00a0dipenuhi cairan dan\u00a0didera batuk\u00a0tak tertahankan, wajah\u00a0korban\u00a0yang kebiruan\u00a0akhirnya berubah\u00a0coklat atau\u00a0ungu dan\u00a0kaki mereka\u00a0menjadi hitam. Sebagian dari pasien-pasien tersebut juga\u00a0\u00a0terinfeksi bakteri pneumonia\u00a0sebagai\u00a0infeksi sekunder.\u00a0Karena antibiotik\u00a0belum ditemukan,\u00a0infeksi sekunder ini\u00a0juga\u00a0pada dasarnya\u00a0tidak dapat diobati.\u00a0Pandemi\u00a0datang dan pergi\u00a0seperti kilat.\u00a0Lebih dari\u00a0setengah juta\u00a0orang\u00a0meninggal di\u00a0Amerika Serikat saja,\u00a0di seluruh dunia,lebih dari\u00a050 juta.<\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<div><b>7.\u00a0 \u00a0\u00a0<\/b><b>Cacar<\/b><b>\u00a0(430 SM<\/b><b><\/b><b>\u00a0<\/b><b>&#8211; 1979<\/b><b>)<\/b><\/div>\n<div><span style=\"line-height: 1.5em;\">Cacar\u00a0disebabkan oleh\u00a0salah satu dari dua\u00a0varian virus\u00a0bernama\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">variola<\/i><i style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0mayor<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0dan\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">variola<\/i><i style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0minor.<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0V.\u00a0Mayor, yang lebih mematikan, memiliki\u00a0angka\u00a0kematian\u00a030-35%,\u00a0sedangkan\u00a0V.\u00a0minor\u00a0menyebabkan\u00a0bentuk ringan dari penyakit\u00a0yang disebut\u00a0<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">alastrim<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0dan\u00a0membunuh\u00a0~\u00a01% dari penderitanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<div style=\"display: inline !important;\">Cacar\u00a0menewaskan sekitar 60 juta\u00a0orang Eropa, termasuk lima\u00a0raja\u00a0yang berkuasa Eropa,\u00a0pada\u00a0abad ke-18\u00a0saja.\u00a0Sampai dengan 30%\u00a0dari mereka yang terinfeksi,\u00a0termasuk\u00a080% dari\u00a0anak di bawah\u00a0usia 5 tahun,\u00a0meninggal akibat penyakit ini,\u00a0dan\u00a0sepertiga dari\u00a0korban\u00a0menjadi buta.<\/div>\n<\/div>\n<div>\n<div>Cacar juga merupakan penyebab\u00a0utama\u00a0dan bertanggung jawab atas pembunuhan\u00a0hampir semua\u00a0penduduk asli\u00a0Amerika.\u00a0Di Meksiko, ketika\u00a0Aztec\u00a0bangkit memberontak\u00a0melawan\u00a0<i>Cort\u00e9s<\/i><i>,<\/i>\u00a0orang Spanyol\u00a0terpaksa mengungsi.\u00a0Dalam\u00a0pertempuran itu,\u00a0seorang tentara\u00a0Spanyol\u00a0yang terinfeksi\u00a0cacar\u00a0meninggal.\u00a0Setelah pertempuran,\u00a0suku Aztec\u00a0kemudian\u00a0tertular virus dari\u00a0tubuh\u00a0tentara Spanyol tersebut.\u00a0Ketika<i>\u00a0Cort\u00e9s\u00a0<\/i>kembali\u00a0ke ibukota\u00a0Aztec,\u00a0cacar\u00a0telah menghancurkan\u00a0populasi\u00a0Aztec.\u00a0Cacar telah\u00a0membunuh sebagian besar dari\u00a0tentaraAztec,\u00a0kaisar,\u00a0dan 25%\u00a0dari\u00a0keseluruhan populasi.\u00a0<i>Cort\u00e9s<\/i><i>\u00a0<\/i>kemudian dengan mudahmengalahkan\u00a0Aztec dan\u00a0masuk\u00a0<i>Tenochtitl\u00e1n<\/i><i>,<\/i>\u00a0di mana\u00a0ia menemukan\u00a0cacar\u00a0yang telah membunuh\u00a0orang\u00a0Aztec\u00a0lebih\u00a0daripada apa yang telah dibunuh oleh\u00a0senjata perang.<\/div>\n<div><\/div>\n<div><span style=\"line-height: 1.5em;\">Cacar\u00a0diperkirakan bertanggung jawab\u00a0terhadap\u00a0300-500\u00a0juta\u00a0kematian di\u00a0abad ke-20.<\/span><\/div>\n<div><\/div>\n<div>\n<p><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage:<\/p>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?) Tidak dapat dipungkiri bahwa\u00a0bakteri, virus,\u00a0dan mikroorganisme patogen lain akan selalu ditemui dalam kehidupan. Tanpa mengenal batas negara dan benua, mahluk dengan ukuran mikroskopis ini telah memberikan warna tersendiri pada sejarah kehidupan manusia ketika aksinya telah menjadi wabah atau pandemi. Tercatat beberapa wabah besar yang cukup signifikan\u00a0dalam sejarah perjalanan manusia yang merenggut banyak nyawa. Beberapa contoh berikut ini telah memakan banyak korbna jiwa dalam sejarah: 1.\u00a0\u00a0 Tifus\u00a0atau Rickettsia\u00a0(430 SM &#8211;\u00a0kini) Penyakit ini telah membunuh sekitar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":67423,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5859],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108977"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108977"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108977\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":109765,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108977\/revisions\/109765"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/67423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108977"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108977"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108977"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}