{"id":108735,"date":"2015-04-24T10:03:59","date_gmt":"2015-04-24T03:03:59","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=108735"},"modified":"2015-04-24T13:27:52","modified_gmt":"2015-04-24T06:27:52","slug":"aacc2015-ridwan-kamil-bacakan-dasa-sila-bandung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/24\/aacc2015-ridwan-kamil-bacakan-dasa-sila-bandung\/","title":{"rendered":"AACC2015 : Ridwan Kamil Bacakan Dasasila Bandung"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge \u2013 AACC2015) Bandung &#8211; Setelah melewati prosesi Historical Walk dari Hotel Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka, para tamu negara yang sudah berada di Gedung Merdeka, langsung mengikuti sesi foto bersama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah sesi foto bersama, dalam kesempatan ini, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, kembali mengumandangkan sepuluh poin hasil pertemuan Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955, yang disebut dengan Dasasila Bandung. Dasasila Bandung berisikan:<\/p>\n<p>1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)<br \/>\n2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa<br \/>\n3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil<br \/>\n4. Tidak melakukan intervensi atau campur tangan dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain<br \/>\n5. Menghormati hak-hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri secara sendirian ataupun kolektif yang sesuai dengan Piagam PBB<br \/>\n6. (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar, (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain.<br \/>\n7. Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi mahupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.<br \/>\n8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah hukum , ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.<br \/>\n9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama<br \/>\n10. Menghormati hukum dan kewajiban\u2013kewajiban internasional<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setelah pembacaan Dasa Sila Bandung, para tamu negara disuguhkan dengan lagu kebangsaaan &#8220;Halo-Halo Bandung&#8221; yang dinyanyikan oleh paduan suara Universitas Padjajaran, serta diiringi permainan alat musik tradisional Angklung, yang berasal dari Jawa Barat, yang dibawakan oleh Saung Angklung Ujdo.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yusnia\/VMN\/BL\/Senior Analyst-Vibiz Research Center<br \/>\nEditor : Evi Fog<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge \u2013 AACC2015) Bandung &#8211; Setelah melewati prosesi Historical Walk dari Hotel Hotel Savoy Homann menuju Gedung Merdeka, para tamu negara yang sudah berada di Gedung Merdeka, langsung mengikuti sesi foto bersama. Setelah sesi foto bersama, dalam kesempatan ini, Walikota Bandung, Ridwan Kamil, kembali mengumandangkan sepuluh poin hasil pertemuan Konferensi Asia Afrika yang dilaksanakan pada 18-25 April 1955, yang disebut dengan Dasasila Bandung. Dasasila Bandung berisikan: 1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":23,"featured_media":108737,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1050],"tags":[6353,6351],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108735"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/23"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=108735"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":108797,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/108735\/revisions\/108797"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/108737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=108735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=108735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=108735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}