{"id":107041,"date":"2015-04-15T17:39:33","date_gmt":"2015-04-15T10:39:33","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=107041"},"modified":"2015-04-15T17:40:50","modified_gmt":"2015-04-15T10:40:50","slug":"10-fakta-tentang-ruang-angkasa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/15\/10-fakta-tentang-ruang-angkasa\/","title":{"rendered":"10 Fakta tentang Ruang Angkasa"},"content":{"rendered":"<h4 style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Do You Know?)<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">Berikut adalah 10 fakta tentang ruang angkasa.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">1. Tidak ada definisi yang dapat diterima secara mengenai di manakah batasan ruang angkasa berawal. The International Federation Aeronautical (FAI) mengakui garis Karman 100 km di atas permukaan bumi sebagai batas antara atmosfer dan angkasa.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">2. Daerah\u00a0yang \u00a0ada di sekitar tata surya kita<br \/>\nRuang angkasa yang terletak di antara bintang-bintang di galaksi kita dikenal sebagai ruang antar bintang, dan di luar itu adalah ruang intergalaksi.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">3. Bertentangan dengan kepercayaan yang populer<br \/>\nRuang angkasa tidak vakum atau kosong. Setiap kilometer kubik berisi beberapa atom gas dan debu yang bergerak sendiri.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">4. Pada kawasan matahari<br \/>\nMedium antarbintang ini terdiri dari sekitar 90 persen hidrogen, 9 persen helium dan debu satu persen.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">5. Debu antarbintang<br \/>\nTerdiri dari biji-bijian kecil terutama terdiri dari silikat (silikon dan oksigen) dan grafit (karbon), serta sejumlah kecil besi.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">6. Antara galaksi<br \/>\nMedia intergalaksi sebagian besar terdiri dari hidrogen terionisasi &#8211; atom gas hidrogen yang memiliki elektron yang ditanggalkan.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">7. Ruang angkasa begitu besar<br \/>\nBahwa jarak bermil-mil dan kilometer menjadi tidak berarti, itulah sebabnya mengapa orang sering menggunakan kata &#8220;astronomi&#8221; untuk menggambarkan jumlah yang sangat besar.<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">8. Dalam ruang lokal<br \/>\nJarak sering diukur dalam Aus (Satuan Astronomi) &#8211; satu AU adalah 147 juta km (jarak rata-rata antara Bumi dan Matahari).<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">9. Ruang antar ruang angkasa biasanya diukur dalam tahun cahaya (ly). Satu tahun cahaya adalah sekitar 9,5 triliun km (jarak yang ditempuh cahaya dalam satu tahun).<\/h4>\n<h4 style=\"text-align: justify;\">10. Pilihan beberapa astronom<br \/>\nUntuk mengukur jarak besar dalam parsec 9 (pc). Satu parsec sama dengan 3,36 tahun cahaya, dan kiloparsec (kpc) adalah 1000 parsec dan megaparsec (mpc) adalah 1juta parsecs.<\/h4>\n<h4><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nSource: Space Encyclopedia<\/h4>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Do You Know?) Berikut adalah 10 fakta tentang ruang angkasa. 1. Tidak ada definisi yang dapat diterima secara mengenai di manakah batasan ruang angkasa berawal. The International Federation Aeronautical (FAI) mengakui garis Karman 100 km di atas permukaan bumi sebagai batas antara atmosfer dan angkasa. 2. Daerah\u00a0yang \u00a0ada di sekitar tata surya kita Ruang angkasa yang terletak di antara bintang-bintang di galaksi kita dikenal sebagai ruang antar bintang, dan di luar itu adalah ruang intergalaksi. 3. Bertentangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":41069,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[5845,1044],"tags":[5859],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107041"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107041"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107041\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":107046,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107041\/revisions\/107046"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/41069"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107041"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107041"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107041"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}