{"id":107027,"date":"2015-04-15T17:20:31","date_gmt":"2015-04-15T10:20:31","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=107027"},"modified":"2015-04-15T17:22:32","modified_gmt":"2015-04-15T10:22:32","slug":"hebatnya-teknologi-yang-mengatur-hujan-buatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/15\/hebatnya-teknologi-yang-mengatur-hujan-buatan\/","title":{"rendered":"Hebatnya Teknologi yang Mengatur Hujan Buatan"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: right;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-107029\" alt=\"Awan 1\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-1.jpg\" width=\"1940\" height=\"891\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-1.jpg 1940w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-1-300x137.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-1-1024x470.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1940px) 100vw, 1940px\" \/><\/a>* Kondisi awan mendung sebelum turun hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">(Business Lounge &#8211; Ideas)\u00a0<\/span>PERUBAHAN iklim di Indonesia ikut memengaruhi perubahan cuaca. Apabila musim kemarau, banyak\u00a0wilayah di Indonesia kekeringan. Bahkan kekeringan ekstrem menjadi penyebab munculnya titik api di\u00a0hutan-hutan yang memicu kebakaran hutan. Sedangkan pada musim hujan yang dipengaruhi cuaca ekstrem\u00a0bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Namun dengan teknologi modifikasi hujan buatan, musim kemarau dan musim penghujan bisa dikendalikan\u00a0dengan baik. Bila hujan tidak menimbulkan banjir, dan bila kemarau tidak terjadi kekeringan. Dalam\u00a0rangka ikut serta mencegah banjir dan kekeringan, UPT Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan\u00a0Teknologi (BPPT) fokus pada teknologi modifikasi cuaca hujan buatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kepala UPT Hujan Buatan BPPT Drs. F Heru Widodo MSi menjelaskan merekayasa cuaca dengan teknologi\u00a0sangat membantu agar tidak menimbulkan bencana. Teknologi hujan buatan ini menjatuhkan\u00a0awan berpotensi hujan sebelum sampai ke daerah rawan banjir. Seperti halnya saat menangani banjir di\u00a0Kota Jakarta, awan berpotensi hujan turun di laut sebelum masuk ke Kota Jakarta.\u00a0Kelihatannya memang mudah, namun dalam praktiknya dibutuhkan kejelian. Banyak tim yang harus\u00a0terlibat untuk melakukan rekayasa hujan buatan ini. Heru memaparkan untuk memulai merekayasa\u00a0awan, tim UPT Hujan Buatan membagi tugas dari pengumpulan awan, pembuatan tepung garam, hingga\u00a0penyemaian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-107033\" alt=\"Awan 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-2.jpg\" width=\"918\" height=\"618\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-2.jpg 918w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-2-300x201.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 918px) 100vw, 918px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk memandulkan awan kumulonimbus ini, dengan penyemaian garam yang sudah dihaluskan mirip\u00a0tepung, dengan ukuran sekitar 5 mikron. Garam (NaCl) ini merupakan material hidrofolik yang memiliki\u00a0sifat mengumpulkan air. Mengapa garam harus dihaluskan menjadi butiran berukuran 5 mikron?\u00a0\u201cSupaya bisa lebih cepat meluruhkan awan,\u201d kata Heru.\u00a0Garam dapur ini kemudian dicampur bahan kimia yang sifatnya antigumpal sekitar 0,5%-3%, kemudian\u00a0dibungkus dengan plastik kedap udara. Untuk setiap satu kantong plastik kedap udara ini berisi 10 kg\u00a0tepung garam. Untuk mengusir awan berpotensi hujan, diperlukan garam dalam jumlah cukup banyak.\u00a0BPPT menggunakan pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara untuk mengangkut tepung garam\u00a0tersebut. Satu Hercules mampu membawa 4 ton tepung garam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk mengetahui pergerakan awan-awan kumulonimbus, maka diperlukan jasa radar cuaca untuk memantaunya.\u00a0Dari hasil laporan radar cuaca tentang keberadaan awan-awan berpotensi hujan ini, maka\u00a0pesawat yang membawa tepung garam ini akan bergerak menuju sasaran. Saat mencapai ke dasar awan\u00a0berbentuk seperti kembang kol ini, pesawat terbang akan menuju pucuk awan hujan untuk menabur\u00a0garam. Ketinggian pucuk awan bisa mencapai 3,5 km dari dasar awan. Seluruh tepung garam disemai\u00a0di pucuk awan tersebut. Tidak lama kemudian, awan besar yang menggumpal itu terpecah-pecah dan\u00a0terbawa angin ke segala penjuru.\u00a0Maka saat hujan turun pun, intensitasnya tidaklah besar karena awan telah terpecah atau sama sekali\u00a0tidak turun hujan. Riset hujan buatan tersebut sudah dimulai sejak 1998 saat terjadi kebakaran hutan di\u00a0Kalimantan.\u00a0Dari situlah tim BPPT mulai bereksperimen dengan mengukur isi butiran-butiran awan yang halus, yang\u00a0menjadi inti modifikasi cuaca untuk pengalihan hujan. Tingkat keberhasilannya telah dibuktikan saat\u00a0mengendalikan hujan di Jakarta yang berdampak banjir besar. Pada SEA Games 2011 di Palembang,\u00a0BPPT pun ikut membantu mencegah turun hujan saat pelaksaan pesta akbar olah raga se Asia Tenggara.\u00a0Teknologi modifikasi cuaca hujan buatan ini juga dipergunakan pada saat terjadi kebakaran hutan di Riau\u00a0dan beberapa wilayah lainnya. Caranya dengan mencari awan-awan yang kemudian diberi bibit agar cepat\u00a0turun hujan. Bibitnya berupa penyemaian garam di awan agar segera menjadi hujan, dan membantu memadamkan\u00a0kebakaran hutan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-3.jpg\"><img decoding=\"async\" alt=\"Awan 3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Awan-3.jpg\" width=\"2249\" height=\"520\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain penyemaian garam di awan, teknologi lainnya ialah penyemaian awan berbasis kembang api\u00a0(flare). UPT Hujan Buatan telah melakukan riset tersebut sejak 1999. Flare merupakan teknologi mempercepat\u00a0turunnya hujan dalam hitungan menit.\u00a0Cara kerjanya tabung-tabung kembang api ini diisi dengan bahan-bahan yang gampang menarik uap air\u00a0seperti garam. Satu tabung kembang api setara dengan satu ton garam. Tabung-tabung ini dipasang di\u00a0sisi pesawat, dan siap diluncurkan ke target. Bahan higroskopis tersebut dicampur dengan bahan kimia\u00a0khusus yang mampu menciptakan reaksi eksotermal. Dari hasil pembakaran ini, menghasilkan panas,\u00a0cahaya, gas, bunyi dan asap. Dalam teknologi ini dimanfaatkan sifat asap yang ringan, sehingga mudah\u00a0menyebar. Asap sebagai medium penghantar garam ke seluruh awan kumulus yang bentuknya seperti\u00a0kembang kol.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Saat flare dilepaskan dan tercipta panas dari uap air, dalam 5-10 menit kemudian akan mendingin hingga\u00a0mencapai titik beku. Gumpalan-gumpalan awan ini mulai membentuk es dan membesar. Awan semakin\u00a0berat karena akumuiasi air makin membesar. Beban berat itu dilepaskan menjadi hujan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inovator: UPT Hujan Buatan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: Suber Inspirasi Indonesia<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>* Kondisi awan mendung sebelum turun hujan. (Business Lounge &#8211; Ideas)\u00a0PERUBAHAN iklim di Indonesia ikut memengaruhi perubahan cuaca. Apabila musim kemarau, banyak\u00a0wilayah di Indonesia kekeringan. Bahkan kekeringan ekstrem menjadi penyebab munculnya titik api di\u00a0hutan-hutan yang memicu kebakaran hutan. Sedangkan pada musim hujan yang dipengaruhi cuaca ekstrem\u00a0bisa mengakibatkan banjir dan tanah longsor. Namun dengan teknologi modifikasi hujan buatan, musim kemarau dan musim penghujan bisa dikendalikan\u00a0dengan baik. Bila hujan tidak menimbulkan banjir, dan bila kemarau tidak terjadi kekeringan. Dalam\u00a0rangka ikut serta mencegah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":107035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,5725],"tags":[6259],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107027"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=107027"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107027\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":107039,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/107027\/revisions\/107039"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/107035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=107027"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=107027"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=107027"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}