{"id":106743,"date":"2015-04-14T16:23:21","date_gmt":"2015-04-14T09:23:21","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=106743"},"modified":"2015-04-14T16:24:10","modified_gmt":"2015-04-14T09:24:10","slug":"belly-radome-dan-teknologi-radome-buatan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/14\/belly-radome-dan-teknologi-radome-buatan-indonesia\/","title":{"rendered":"Belly Radome dan Teknologi Radome Buatan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-106761\" alt=\"Belly 1\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-1.jpg\" width=\"1200\" height=\"393\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-1.jpg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-1-300x98.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-1-1024x335.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">(Business Lounge &#8211; Ideas)\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">PENGUASAAN teknologi sebuah bangsa merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Banyak keuntungan\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang bisa didapatkan dengan penguasaan teknologi, antara lain di sisi ekonomi, sosial, maupun\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">kedaulatan bangsa di mata dunia. Ketika Amerika Serikat menjatuhkan embargo kepada Indonesia\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">dengan alasan pelanggaran HAM di Timor Timur di akhir tahun 1990, banyak peralatan militer, pesawat\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">tempur, termasuk pesawat sipil yang tidak dapat dioperasikan. Bila sekarang para engineer PT Dirgantara\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">Indonesia (Persero)(PT DI) mengguasai teknologi radome itu bisa dikatakan sebagai berkah di balik\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">embargo yang dijatuhkan AS.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Agus Trilaksono, Composite Materials and Structures, Structural Health Monitoring, PT DI, mengatakan\u00a0latar belakang pengembangan teknologi Belly Radome berawal dari kesulitan yang dialami militer maupun\u00a0industri penerbangan sipil Indonesia karena embargo AS. \u201cEmbargo yang berlangsung cukup panjang\u00a0itu mengakibatkan banyak pesawat yang <em>grounded<\/em>, tidak bisa terbang, salah satunya kerena tidak\u00a0memiliki radome. Saat itu Amerika Serikat hanya menjatuhkan embargo pada radome, tapi radome\u00a0merupakan perlengkapan penting bagi penerbangan sebuah pesawat. Tanpa radome sebuah pesawat\u00a0tidak bisa terbang,\u201d kata Agus.\u00a0Kesulitan itu memacu para insinyur PT DI untuk mengembangkan teknologi radome. Hingga pertengahan\u00a02000-an, mereka sudah mampu membuat sendiri radome yang dibutuhkan pesawat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Arief Wijaya, Design Integration Manager, Design Center Division, Directorate of Technology and Development,\u00a0menambahkan setelah tidak bisa membeli radome dari AS, Indonesia mulai mencari peluang\u00a0untuk membeli dari negara lain. Salah satu perusahaan yang mengajukan penawaran harga untuk pengadaan\u00a0belly radome adalah RISAC (Research Institute for Special Structures of Aeronautical Composites)\u00a0dari Republik Rakyat Tiongkok.\u00a0\u201cTapi semurah-murahnya tawaran itu tetap saja jatuhnya mahal bagi Indonesia. Dengan penguasaan teknologi\u00a0dan kemampuan PT DI membuat radome sendiri, devisa negara yang bisa dihemat sangat besar,\u201d\u00a0kata Arief.\u00a0Belly Radome merupakan komponen pesawat terbang yang bermakna radome, dipasang di bagian\u00a0bawah (perut- belly) pesawat terbang. Sedangkan radome merupakan singkatan dari Radar Dome yang\u00a0berarti kubah penutup antena radar.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-106764\" alt=\"Belly 3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-3.jpg\" width=\"1200\" height=\"510\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-3.jpg 1200w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-3-300x127.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-3-1024x435.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1200px) 100vw, 1200px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Secara teknis Belly Radome didefinisikan sebagai penutup antena radar guna melindungi fungsinya dari\u00a0gangguan sekitar dengan memperhatikan bentuk, kekuatan struktur dan efisiensi transmisi gelombang\u00a0radar.\u00a0Belly Radome yang telah didesain dan dibuat di PT DI telah dipasang pada empat pesawat CN 235-110\u00a0KCG (Korea Coast Guard) pada 2010 dan satu unit CN 235-220 Patmar (Patroli Maritim) TNI-AL. Direncanakan\u00a0dua lagi akan dipasang di pesawat TNI-AL.\u00a0Belly Radome didesain menggunakan konsep yang dikembangkan sendiri oleh PT.DI berdasarkan pengalaman\u00a0dan pengetahuan yang telah ada. Belly Radome merupakan salah satu bentuk radome yang\u00a0ada. Teknologi radome adalah teknologi pembuatan penutup radar yang bisa ditempatkan di mana saja,\u00a0<\/span>termasuk di darat maupun di kapal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Selain Belly Radome, PT DI juga sudah bisa membuat Nose Radome yang dipasang pada hidung pesawat\u00a0NC 212. Nose Radome dibuat untuk menutupi radar yang terletak di bagian depan pesawat. Belly Radome\u00a0untuk menutup radar di perut pesawat yang biasa berfungsi mendeteksi keberadaan suatu objek pada\u00a0jarak sampai 300 mil. Jadi radome itu menutup antena yang ukurannya 30 cm x 94 cm yang bisa berputar\u00a0hingga 360 derajat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada beberapa prinsip yang harus dipenuhi sebuah Belly Radome. Pertama harus memenuhi prinsip aerodinamika.\u00a0Teknologi radome bermanfaat sebagai penutup dari antena radar bentuknya harus mulus\u00a0karena aliran udara di sekitarnya harus mulus. Kedua, secara struktur harus kuat. Pasalnya radome ini\u00a0menonjol keluar maka dia harus tahan terhadap air hujan, batu, lemparan dan gumpalan es. Ketiga, secara\u00a0material harus memakai material-material yang khusus, salah satunya, kevlar (bahan anti peluru)<br \/>\nyang berbahan ringan tapi kuat.\u00a0Keempat, harus bagus secara elektromagnetik. Antena radar memancarkan sinyal elektromagnetik tapi\u00a0ditutupi radome. Meskipun ditutupi, sinyalnya harus bisa menembus radome dengan baik. \u201cAda semacam\u00a0paradoks di sini. Radome harus kuat tapi juga harus bisa ditembus sinyal elektromagnetik dengan\u00a0mudah. Di lain pihak dia harus kuat untuk bisa melindungi antena radar yang ada dibaliknya\u201d kata Arief.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" alt=\"Belly 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Belly-2.jpg\" width=\"918\" height=\"623\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Belly Radome harus memenuhi persyaratan MIL-R-7705B. Untuk kasus ini dipilih Belly Radome type III,\u00a0grade A, class I dan Style C. Type III artinya narrow band radome, digunakan pada frekuensi gelombang\u00a0mikro pada bandwith kurang dari 0.10 Grade A artinya primary radome, kerusakan yang terjadi dapat\u00a0memengaruhi kelaikan operasi pesawat terbang, keamanan orang, kehilangan atau kerusakan antena.\u00a0Class I artinya radome untuk pesawat udara. Style C artinya struktur sandwich. Dinding radome tersusun\u00a0atas tiga lapisan yaitu dua skin dan core material. Konstanta dielektrik bahan skin materials lebih tinggi\u00a0dibanding konstanta dielektrik bahan core.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebuah Belly Radome memiliki kriteria desain,\u00a0antara lain; minimum tooling, kemudahan bongkar\u00a0pasang. Bersifat interchangability dan mudah\u00a0dirawat. Terjamin dari faktor keselamatan dan kehandalan,\u00a0hemat biaya. Tidak mengganggu struktur<br \/>\nyang ada. Tidak mengganggu aerodinamika\u00a0pesawat. Mengikuti aturan yang dan persyaratan\u00a0baku.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sedangkan untuk persyaratan lingkungan yang harus dipenuhi antara\u00a0lain, bisa menahan hantaman hujan agar tidak terjadi delaminasi.\u00a0Lapisan pelindung tahan terhadap gesekan air hujan.Tahan terhadap\u00a0sambaran petir. Tahan terhadap paparan sinar matahari, minimum\u00a0100 jam. Mampu menahan temperatur antara -55 sampai +85 derajat\u00a0Celcius pada ketinggian 25.000 kaki (sekitar 8.000 meter).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inovator: Tim Desain dan Produksi PT Dirgantara Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: Sumber Inspirasi Indonesia<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Ideas)\u00a0PENGUASAAN teknologi sebuah bangsa merupakan pencapaian yang patut dibanggakan. Banyak keuntungan\u00a0yang bisa didapatkan dengan penguasaan teknologi, antara lain di sisi ekonomi, sosial, maupun\u00a0kedaulatan bangsa di mata dunia. Ketika Amerika Serikat menjatuhkan embargo kepada Indonesia\u00a0dengan alasan pelanggaran HAM di Timor Timur di akhir tahun 1990, banyak peralatan militer, pesawat\u00a0tempur, termasuk pesawat sipil yang tidak dapat dioperasikan. Bila sekarang para engineer PT Dirgantara\u00a0Indonesia (Persero)(PT DI) mengguasai teknologi radome itu bisa dikatakan sebagai berkah di balik\u00a0embargo yang dijatuhkan AS. Agus [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":106766,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,5725],"tags":[6259],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106743"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106743"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106743\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106770,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106743\/revisions\/106770"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106766"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}