{"id":106487,"date":"2015-04-13T07:07:13","date_gmt":"2015-04-13T00:07:13","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=106487"},"modified":"2015-04-13T07:07:13","modified_gmt":"2015-04-13T00:07:13","slug":"menilik-kapal-perang-buatan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/13\/menilik-kapal-perang-buatan-indonesia\/","title":{"rendered":"Menilik Kapal Perang Buatan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-106488\" alt=\"Kapal Perang 1\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-1.jpg\" width=\"1152\" height=\"510\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-1.jpg 1152w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-1-300x132.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-1-1024x453.jpg 1024w\" sizes=\"(max-width: 1152px) 100vw, 1152px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Ideas)\u00a0TEKNOLOGI kapal perang di negara-negara maju terus berkembang pesat. Kapal-kapal yang mampu\u00a0mengangkut tank, panser maupun sebagai tempat mendarat pesawat tempur telah banyak dibuat di\u00a0negara Barat, terutama Eropa dan Amerika Serikat. Di Indonesia teknologi untuk membuat kapal perang\u00a0seperti telah dilakukan Amerika Serikat dan Eropa telah dilakukan PT PAL Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil membangun dua\u00a0jenis kapal Landing Platform Dock (LPD) yaitu KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593, yang diserahkan\u00a0kepada TNI AL pada 2010 dan 21 Maret 2011.\u00a0Kapal LPD berbobot mati kurang lebih 10.932 DWT memiliki ukuran panjang 125 m, lebar 22 m, tinggi\u00a011,3 m, dan kecepatan 15 knot. Daya jelajah 10.000 miles. Kapal tersebut mampu membawa 5 unit helikopter,\u00a0LCU 23 m sebanyak dua unit, kendaraan tempur (ranpur) lapis baja 22 unit, ranpur taktis 13 unit,\u00a0serta embarkasi 507 orang.\u00a0Kapal ini juga dirancang untuk dipasang senjata kaliber 100 mm, yang dilengkapi dengan ruang CIC untuk\u00a0sistem kendali senjata. \u201cKapal didesain untuk mampu melaksanakan self defense dengan komunikasi\u00a0kapal ke kapal combatan. Sekaligus untuk melindungi pendaratan pasukan dan kendaraan taktis serta\u00a0tempur, dan untuk pengendalian pendaratan helikopter,\u201d terang Edy.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia berharap di masa mendatang sumber daya manusia PT PAL Indonesia maupun SDM dari subkontraktor\u00a0secara kolektif lebih siap menerima tugas-tugas baru dari pemerintah dalam hal ini Kementerian\u00a0Pertahanan maupun TNI AL, terutama dalam pembuatan kapal perang yang saat ini telah mulai berjalan.\u00a0Adapun material dalam pembuatan kapal LPD maupun kapal lainnya mengutamakan industri dalam\u00a0negeri. Dijelaskan Edy, untuk kebutuhan baja plate menggunakan produk PT Krakatau Steel. Kemudian\u00a0untuk deck machinery berasal dari PT Pindad, aluminium dipasok dari PT Maspion, sedangkan casting\u00a0berasal dari PT Barata.\u00a0Pembuatan kapal perang Indonesia ini akan banyak melibatkan subkontraktor dalam negeri, sekaligus\u00a0menghidupkan berbagai macam industri pendukung dalam negeri. \u201cIbaratnya seperti lokomotif yang\u00a0menarik gerbong industri lainnya.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-106490\" alt=\"Kapal Perang 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-2.jpg\" width=\"917\" height=\"600\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-2.jpg 917w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-2-300x196.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 917px) 100vw, 917px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di sisi lain dalam pengembangan teknologi rancang bangun dan pembangunan kapal, dukungan institusi\u00a0pendidikan dan lembaga riset juga telah dilakukan secara intensif. Sehingga sinergi antar lembaga ini\u00a0akan menghasikan produk yang efisien dan handal. Kapal LPD ini selain mendukung operasional TNI AL,\u00a0juga digunakan untuk melaksanakan misi perdamaian di Lebanon, pembebasan pembajakan kapal di\u00a0Somalia, dan juga difungsikan secara rutin untuk mengangkut sampai dengan 1500 pemudik bermotor.\u00a0PT PAL Indonesia saat ini telah mengembangkan rancang bangun jenis kapal LPD untuk tujuan khusus\u00a0dan berhasil memenangkan tender internasional sebanyak 2 unit kapal SSV (sejenis LPD) senilai US$ 90\u00a0juta dari Kementrian Pertahanan Filipina. Menurut Edy ini merupakan sejarah besar bagi PT PAL Indonesia\u00a0karena merupakan ekspor pertama kapal perang buatan industri dalam negeri dan merupakan kapal\u00a0terbesar pertama bagi Filipina.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-106492\" alt=\"Kapal Perang 3\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-3.jpg\" width=\"916\" height=\"609\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-3.jpg 916w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-3-300x200.jpg 300w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-3-360x240.jpg 360w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/04\/Kapal-Perang-3-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 916px) 100vw, 916px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan terbukanya peluang ekspor kapal\u00a0perang ini, terbuka pula peluang untuk tumbuh\u00a0dan berkembangnya industri pendukung, yakni\u00a0subkontrator dan vendor. \u201cDampak ekonominya\u00a0tentu saja tidak hanya untuk PT PAL, namun\u00a0juga ke semua pihak terkait,\u201d terang Edy.\u00a0Ia berharap dan optimistis dengan dimulainya\u00a0ekspor kapal SSV ini, dalam waktu dekat\u00a0akan ditawarkan pula kapal perang jenis lain\u00a0kepada Kementrian Pertahanan Filipina, berupa\u00a0kapal cepat rudal, kapal rumah sakit dan\u00a0lainnya yang telah dikuasi para insinyur perkapalan\u00a0yang dimiliki PT PAL Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Inovator: PT PAL Indonesia<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber: Sumber Inspirasi Indonesia &#8211;\u00a019 Karya Unggulan\u00a0Teknologi Anak Bangsa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Ideas)\u00a0TEKNOLOGI kapal perang di negara-negara maju terus berkembang pesat. Kapal-kapal yang mampu\u00a0mengangkut tank, panser maupun sebagai tempat mendarat pesawat tempur telah banyak dibuat di\u00a0negara Barat, terutama Eropa dan Amerika Serikat. Di Indonesia teknologi untuk membuat kapal perang\u00a0seperti telah dilakukan Amerika Serikat dan Eropa telah dilakukan PT PAL Indonesia. Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Edy Widarto menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil membangun dua\u00a0jenis kapal Landing Platform Dock (LPD) yaitu KRI Banjarmasin 592 dan KRI Banda Aceh 593, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":106492,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,5725],"tags":[6259],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106487"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=106487"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":106502,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/106487\/revisions\/106502"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/106492"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=106487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=106487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=106487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}