{"id":105529,"date":"2015-04-08T07:49:04","date_gmt":"2015-04-08T00:49:04","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=105529"},"modified":"2015-04-08T07:49:04","modified_gmt":"2015-04-08T00:49:04","slug":"memotivasi-diri-sendiri-analisis-kerugian-dan-manfaat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/08\/memotivasi-diri-sendiri-analisis-kerugian-dan-manfaat\/","title":{"rendered":"Memotivasi Diri Sendiri \u2013 Analisis Kerugian dan Manfaat"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Empower People) Tidak seorang pun bisa menjadi pemimpin yang hebat bila segalanya dilakukan seorang diri.\u00a0Anda memerlukan orang lain untuk menjalankan tugas besar.\u00a0Seorang pemimpin yang besar mampu memotivasi orang sehingga mereka mau melaksanakan keinginan sang pemimpin dengan dorongan yang datang dari diri mereka sendiri tanpa merasa terpaksa.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertanyaannya sekarang, bagaimana Anda sebagai pemimpin dapat memotivasi orang lain melakukan sesuatu tanpa membuat mereka merasa diperintah atau terpaksa? Selengkapnya akan kita bahas dalam artikel ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Mulai dari Motivasi Diri<\/b><i><br \/>\nJim Dorman dan John C Maxwell<\/i> dalam buku mereka <b>Strategi Menuju Sukses<\/b> mengatakan bahwa sebelum Anda memotivasi orang lain, ada dua hal yang perlu Anda miliki yaitu, pertama: mengetahui <b>tujuan<\/b> yang ingin Anda capai &#8212; ini harus <em>clear<\/em>, kedua: <b>memiliki motivasi yang tingg<\/b><b>i<\/b> untuk merealisasikan tujuan itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tanpa motivasi yang tinggi, maka akan sulit\u00a0 bagi Anda untuk mendorong dan menggerakkan orang lain untuk melakukan hal yang sama.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berikut cara untuk memotivasi diri sendiri :<b><br \/>\nLangkah pertama: Analisis Kerugian dan Manfaat\u00a0 (Cost &#8211; Benefit Analysis)<\/b><br \/>\nSebelum Anda memulai sesuatu, <b>pahami manfaat <\/b>yang dapat Anda peroleh bersama dengan orang-orang yang Anda motivasi, dan<b> apa kerugian <\/b>yang akan diderita bila tidak melakukannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Manfaat yang dianalisa di sini bukan <b><i>yang menyangkut uang semata<\/i><\/b>, melainkan juga yang menyangkut penghematan waktu, peningkatan reputasi, pembentukan kredibilitas, penciptaan peluang sukses yang lebih besar, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demikian juga dengan kerugian,\u00a0 tidak hanya dari segi materi, tetapi\u00a0 juga\u00a0 dilihat dari segi kerugian waktu, kehilangan peluang untuk maju, pencorengan nama baik, sanksi moral di masyarakat dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sebagai sebuah contoh, apabila Anda sebagai seorang kepala dari tim marketing dengan target yang diberikan untuk di capai, maka harus dipastikan bahwa Anda memiliki semangat yang lebih daripada anggota tim Anda. Semangat akan mendorong Anda memberikan motivasi dan motivasi akan mendorong anggota tim bekerja dengan antusias untuk mengejar target yang harus dicapai tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tim harus diatur, starategi harus dipikirkan supaya tidak meleset dari sasaran dan tujuan yang akan dicapai, kegiatan analisa harus dibuat. Lakukan <i>morning briefing<\/i> dan <i>review<\/i> akhir, jadikan ini hal yang wajib.\u00a0Mengapa? Karena dari sinilah akan diatur kegiatan yang akan dikerjakan sepanjang hari dan hasilnya dievaluasi pada akhir hari, <i>closed the day<\/i>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kelihatannya sederhana? Ya benar, sangat sederhana tetapi sangat berdampak dan mendesak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Secara operasional, anggota timm akan banyak bergerak mencari calon <i>customer<\/i>, mem-<i>follow up<\/i> <i>prospecting costumer<\/i>, mereka akan terjun langsung ke lapangan, <i>head to head<\/i> dengan calon <i>costumer<\/i> untuk mengetahui <i>needs<\/i> dan <i>responsive-<\/i>nya atas apa yang Anda tawarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan melakukan analisis tersebut, Anda telah memotivasi diri Anda sendiri dan menyadarkan diri Anda tentang betapa pentingnya bekerja secara tim dan memotivasi orang lain.\u00a0Ini akan menjadi modal yang sangat penting untuk dapat memotivasi orang lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Langkah kedua: Kepercayaan Diri<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila Anda telah menyadari pentingnya memotivasi orang lain, maka perlu ada sebuah pemicu untuk mendorong Anda bergerak dan bertindak nyata.\u00a0Anda perlu memiliki rasa percaya diri yang menjadi bahan bakar utama.\u00a0Ketika Anda sudah memiliki bahan bakar, maka bersiaplah untuk suatu keberhasilan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mengapa k<b>epercayaan diri <\/b>merupakan hal yang penting?\u00a0Karena tanpa rasa percaya diri, Anda akan sulit meraih apa yang menjadi impian Anda dan tentunya menjalani hidup dengan keragu-raguan dan pesimis.\u00a0Kepercayaan diri akan<i> <\/i>mempengaruhi keputusan yang akan Anda ambil, karena semakin Anda yakin diri, maka Anda akan dengan mantap mengambil keputusan yang Anda buat untuk Anda jalani.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Percaya diri\u00a0 merupakan seni.\u00a0Jika Anda merasa belum punya atau kurang percaya diri, maka putuskan untuk Anda menjadi percaya diri.\u00a0Namun perlu diketahui, percaya diri itu dinamis, bisa naik dan bisa turun, bisa berubah dan berkembang, bisa bertambah dan berkurang. Apa yang\u00a0 Anda perlu lakukan: menjaga supaya Anda tetap percaya diri, tentunya percaya diri yang positif dan sehat supaya hasilnya optimal.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Mungkin Anda akan bertanya, \u201cWah, saya sejak kecil kurang percaya diri\u201d, mungkin Anda merasa seorang yang tidak mampu, tidak bisa, kurang berbakat, dll.\u00a0STOP itukan dulu, itu masa lalu, itu bukan sekarang.\u00a0Anda dapat melatih dan mengembangkan rasa percaya diri Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Lalu apa hubungan antara percaya diri dengan kegiatan dan pekerjaan Anda?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam aktivitas bisnis, tentu saja sikap percaya diri sangat diperlukan, apalagi untuk meningkatkan hasil usaha Anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Minimal ada 3 hal yang dapat Anda lakukan dengan optimal dan baik karena percaya diri ini.<br \/>\n1. Dalam hal memimpin<br \/>\n2. Dalam kegiatan menjual<br \/>\n3. Dalam mempromosikan dan menawarkan (mempresentasikan)<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam tulisan selanjutnya, kita akan membahas 7 Langkah untuk Membangun Percaya Diri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Salam Sukses<\/p>\n<p><em>Ria Felisha\/VMN\/BL\/Contributor<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Empower People) Tidak seorang pun bisa menjadi pemimpin yang hebat bila segalanya dilakukan seorang diri.\u00a0Anda memerlukan orang lain untuk menjalankan tugas besar.\u00a0Seorang pemimpin yang besar mampu memotivasi orang sehingga mereka mau melaksanakan keinginan sang pemimpin dengan dorongan yang datang dari diri mereka sendiri tanpa merasa terpaksa. Pertanyaannya sekarang, bagaimana Anda sebagai pemimpin dapat memotivasi orang lain melakukan sesuatu tanpa membuat mereka merasa diperintah atau terpaksa? Selengkapnya akan kita bahas dalam artikel ini. Mulai dari Motivasi Diri Jim [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":94425,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,4,1051],"tags":[4927],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105529"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=105529"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105529\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":105531,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/105529\/revisions\/105531"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/94425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=105529"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=105529"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=105529"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}