{"id":104430,"date":"2015-04-01T18:57:44","date_gmt":"2015-04-01T11:57:44","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=104430"},"modified":"2015-04-01T18:58:50","modified_gmt":"2015-04-01T11:58:50","slug":"perubahan-protokol-kokpit-beberapa-maskapai","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/04\/01\/perubahan-protokol-kokpit-beberapa-maskapai\/","title":{"rendered":"Perubahan Protokol Kokpit Beberapa Maskapai"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Business Insight) Beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia merevisi protokol kokpit mereka.\u00a0Hal dilakukan setelah terjadinya\u00a0kecelakaan penerbangan Germanwings 9525 (4U9525) pekan lalu.\u00a0Jaksa Perancis dan Jerman percaya bahwa kecelakaan itu sengaja disebabkan oleh co-pilot\u00a0Andreas Lubitz, 27 tahun. Perekam suara kokpit mengungkapkan bahwa Lubitz telah mengunci pintu kokpit ketika pilot tengah pergi ke toilet. Para penyelidik mengatakan mereka bisa mendengar pilot berulang kali mencoba untuk mendobrak pintu setelah ia terkunci.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Baik Easy jet maupun Jetstar segera menerapkan prosedur baru yang berlaku di kokpit setiap pesawat.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kebijakan baru di EasyJet<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Tepat setelah kecelakaan pesawat Lufthansa di Pegunungan Alpen, Prancis yang menewaskan 150 orang,\u00a0maskapai penerbangan milik Inggris, easyJet mengatakan pada minggu lalu bahwa perusahaan dengan segera menerapkan kebijakan baru untuk keharusan adanya dua anggota awak di kokpit setiap saat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;EasyJet dapat mengkonfirmasi bahwa, dimulai dari esok hari (Jumat\/26 Maret 2015) &#8230; hal itu akan mengubah prosedur,&#8221; demikian dikatakan perusahaan penerbangan itu dalam sebuah pernyataan, setelah peneliti mengatakan mereka percaya <em>co-pilot<\/em> penerbangan Germanwings Lufthansa sengaja menjatuhkan pesawat.\u00a0EasyJet memang bersegera mengambil tindakan mengingat maskapai penerbangan berbiaya rendah ini mengangkut\u00a0hampir 65 juta orang di seluruh Eropa selama setahun tearkhir dan memiliki 8.000 karyawan serta 200 armada pesawat Airbus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Ryanair <\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang berbasis di Irlandia dan\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang merupakan pesaing EasyJet, telah memiliki kebijakan kokpit yang sama. &#8220;Ryanair membutuhkan dua orang untuk berada di kokpit setiap saat,&#8221; demikian dikatakan juru bicara perusahaan seperti dilansir oleh AFP.\u00a0&#8220;Jika pilot harus pergi ke kamar mandi maka pengawas awak kabin perlu untuk berdiri di kokpit hingga pilot kembali,&#8221; tambah juru bicara tersebut.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Jetstar Asia juga mengubah kebijakan kokpitnya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Maskapai penerbangan Jetstar Asia juga mengemukakan hal yang sama bahwa\u00a0sejak Selasa tengah malam (31 Maret) perusahaan memberlakukan hal yang sama bahwa\u00a0diperlukan dua awak yang berwenang untuk berada di kokpit setiap saat,\u00a0demikian dinyatakan perusahaan seperti dilansir oleh AFP.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Protokol kokpit baru Jetstar Asia akan memerlukan anggota kru operasional untuk memasuki kokpit penerbangan jika pilot perlu meninggalkan kokpit untuk alasan apapun. Anggota kru operasi harus tetap di dek penerbangan sampai pilot kembali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Keselamatan dan keamanan pelanggan kami dan awak adalah prioritas nomor satui,&#8221; demikian pernyataan perusahaan. &#8220;Atas nama Jetstar Asia, kami memperluas simpati kami yang terdalam kepada keluarga dan orang yang dicintai dari orang-orang di dalam pesawat 4U9525.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Keputusan serupa telah diumumkan oleh\u00a0Air Transat milik Kanada, Norwegian Air Shuttle, dan Icelandair.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Pada umumnya prosedur maupun protokol dibuat berdasarkan <\/span><em style=\"line-height: 1.5em;\">term and condition\u00a0<\/em><span style=\"line-height: 1.5em;\">yang sudah melalui berbagai\u00a0<\/span><em style=\"line-height: 1.5em;\">review<\/em><span style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0dalam waktu yang tentu saja tidak singkat.<\/span><em style=\"line-height: 1.5em;\">\u00a0<\/em><span style=\"line-height: 1.5em;\">Namun tidak mustahil terjadi sebuah penyesuaian pada waktu yang singkat apabila menyangkut\u00a0keselamatan baik orang (dalam hal ini penumpang) maupun kelangsungan hidup perusahaan.<\/span><strong><\/strong><\/p>\n<p><em>uthe\/VMN\/BL\/Journalist<\/em><br \/>\nEditor: Ruth Berliana<br \/>\nImage: Antara<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Business Insight) Beberapa maskapai penerbangan di seluruh dunia merevisi protokol kokpit mereka.\u00a0Hal dilakukan setelah terjadinya\u00a0kecelakaan penerbangan Germanwings 9525 (4U9525) pekan lalu.\u00a0Jaksa Perancis dan Jerman percaya bahwa kecelakaan itu sengaja disebabkan oleh co-pilot\u00a0Andreas Lubitz, 27 tahun. Perekam suara kokpit mengungkapkan bahwa Lubitz telah mengunci pintu kokpit ketika pilot tengah pergi ke toilet. Para penyelidik mengatakan mereka bisa mendengar pilot berulang kali mencoba untuk mendobrak pintu setelah ia terkunci. Baik Easy jet maupun Jetstar segera menerapkan prosedur baru yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":31214,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,120],"tags":[4909],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104430"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=104430"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104430\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":104433,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/104430\/revisions\/104433"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/31214"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=104430"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=104430"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=104430"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}