{"id":102463,"date":"2015-03-24T10:18:53","date_gmt":"2015-03-24T03:18:53","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co.id\/?p=102463"},"modified":"2015-03-24T10:18:53","modified_gmt":"2015-03-24T03:18:53","slug":"amazon-website-personal-bagi-setiap-visitornya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/03\/24\/amazon-website-personal-bagi-setiap-visitornya\/","title":{"rendered":"Amazon \u2013 Website Personal bagi setiap Visitornya"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Dominate the Market)\u00a0Siapa yang tidak kenal dengan Amazon.com? Toko online yang didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994 ini memiliki nama yang berbau sejarah (dari sungai Amazon, sungai terbesar di dunia) dan kini sungguh-sungguh sudah menjadi toko yang terbesar di dunia. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari raksasa e-commerce ini, tapi kali ini mari kita bahas mengenai personal kontennya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap pengguna Amazon akan melihat variasi yang berbeda dari website, tergantung pada \u00a0riwayat <em>browsing-<\/em>nya. Sebagai contoh, saya bisa melihat buku yang terkait dengan riwayat <em>browsing<\/em> saya pada <em>homepage<\/em>. Pengunjung lainnya, akan melihat versi yang berbeda tergantung dengan riwayat <em>browsing-<\/em>nya. Ini yang disebut personalisasi! Strategi ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan penjualan, sistem yang sama yang digunakan oleh iklan berbayar untuk menargetkan iklannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Apa yang dimaksud dengan <em>personal content<\/em>?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika seseorang mengunjungi website anda, apakah tujuannya? Beberapa mungkin berniat untuk membeli sebuah produk, beberapa ada yang sedang melakukan sebuah<em> research<\/em> sederhana dan mungkin beberapa yang lainnya sedang mencari lowongan pekerjaan. Beberapa mungkin adalah pengunjung baru dan yang lainnya adalah pengunjung lama. Sementara, sebagian besar website menyajikan tampilan dan konten yang sama kepada semua pengunjungnya, tidak\u00a0 peduli apakah alasan kedatangan mereka. Bayangkan seandainya website Anda dapat menyajikan konten yang sesuai dengan tujuan masing-masing pengunjung, hal inilah yang disebut dengan personal konten\u00a0(<em>content personalization<\/em>). Personal konten memungkinkan anda menyajikan konten yang berbeda kepada masing-masing <em>visitor website<\/em> Anda berdasarkan kebiasaannya dan faktor-faktor lainnya. Tujuan dari personalisasi ini adalah menjadikan website anda berbicara sesuai dengan kebutuhan\u00a0 bagi tiap pengunjung anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><b>Bagaimana cara kerjanya?<\/b><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Personal konten bekerja berdasarkan data pengunjung, data itu bisa berupa lokasi, <em>keyword<\/em> yang mereka gunakan untuk sampai pada website anda, iklan yang mereka klik, apakah mereka sudah pernah mengunjungi website tersebut sebelumnya, dan juga hal-hal lainnya seperti sejarah pembelian.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Beberapa variabel yang termasuk di dalamnya adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Lokasi \u2013 kota, negara, benua<\/li>\n<li><em>Device<\/em> yang digunakan: \u00a0\u2013 iPhone, iPad, Android phone\/tablet, Mac, Windows,\u00a0Linux<\/li>\n<li><em>Keyword<\/em> yang dicari \u2013 \u00a0apakah mereka datang karena mencari sepatu atau baju?<\/li>\n<li>Frekuensi kunjungan \u2013 apakah ini kunjungan yang pertama, kedua, ketiga, keempat dan seterusnya?<\/li>\n<li>Tanggal dan waktu kunjungan \u2013 apakah pada jam kerja atau di luar jam kerja, apakah mendekati tanggal gajian<\/li>\n<li>Referring URL \u2013 \u00a0dari mana mereka datang?<\/li>\n<li><em>Customer history<\/em> \u2013 \u00a0pernah melakukaan pembelian sebelumnya, berapa harganya?<\/li>\n<li><em>Sessions\u00a0<\/em><i>behavior<\/i>\u00a0\u2013 navigasi yang diklik, halaman yang dikunjungi<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ada banyak variabel lainnya yang dapat anda tambahkan seperti umur, jenis kelamin dan lainnya, tergantung seberapa banyak data yang anda ketahui tentang\u00a0 pelanggan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sekarang sesudah Anda melihat manfaat dari <em>content personalization<\/em>, apakah Anda tertarik untuk menggunakannya? Ada banyak pilihan software yang tersedia untuk hal ini, untuk mendapatkannya Anda dapat melakukan googling dan pilihlah yang sesuai untuk website anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-78853 alignleft\" alt=\"Rebecca Hayati\" src=\"http:\/\/businesslounge.co\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/12\/Rebecca-Hayati-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Rebecca Hayati\/VMN\/BL\/<\/em><em>Managing Partner\u00a0E-Commerce<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Dominate the Market)\u00a0Siapa yang tidak kenal dengan Amazon.com? Toko online yang didirikan oleh Jeff Bezos pada tahun 1994 ini memiliki nama yang berbau sejarah (dari sungai Amazon, sungai terbesar di dunia) dan kini sungguh-sungguh sudah menjadi toko yang terbesar di dunia. Ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari raksasa e-commerce ini, tapi kali ini mari kita bahas mengenai personal kontennya. Setiap pengguna Amazon akan melihat variasi yang berbeda dari website, tergantung pada \u00a0riwayat browsing-nya. Sebagai contoh, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":36,"featured_media":102489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,1051,16],"tags":[5058],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102463"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/36"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=102463"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102463\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":102465,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/102463\/revisions\/102465"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/102489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=102463"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=102463"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=102463"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}