{"id":101365,"date":"2015-03-18T10:57:30","date_gmt":"2015-03-18T03:57:30","guid":{"rendered":"http:\/\/businesslounge.co\/?p=101365"},"modified":"2015-03-19T08:51:34","modified_gmt":"2015-03-19T01:51:34","slug":"metode-diskonto-arus-kas-mendatang-discounted-cash-flow-method-dalam-penilaian-saham","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/2015\/03\/18\/metode-diskonto-arus-kas-mendatang-discounted-cash-flow-method-dalam-penilaian-saham\/","title":{"rendered":"Metode Diskonto  Arus Kas Mendatang  (Discounted  Cash Flow Method) Dalam Penilaian Saham"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">(Business Lounge &#8211; Manage Your Finances)\u00a0Dalam melakukan penilaian saham, dapat digunakan metode diskonto arus kas mendatang berorientasi pada <i>Future Earning<\/i>\u00a0(proyeksi pendapatan mendatang) yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi dengan faktor diskonto, sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah \u00a0total \u00a0nilai kini dari pendapatan mendatang tersebut, dengan \u00a0asumsi \u00a0<i>going concern<\/i>, yaitu perusahaan berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Dasar pemikiran \u00a0dari Pendekatan \u00a0Pendapatan \u00a0(<\/span><i style=\"line-height: 1.5em;\">Income\u00a0 Approach<\/i><span style=\"line-height: 1.5em;\">) \u00a0adalah bahwa nilai pasar dari suatu perusahaan kurang lebih sama dengan suatu modal yang mempunyai potensi untuk mendatangkan pendapatan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">Jika pendapatan bersih per tahun dianggap stabil selama masa operasional dan bersifat tak terhingga atau terus menerus, maka pendapatan bersih yang dihasilkan pada tahun tertentu \u00a0oleh suatu perusahaan dapat dikapitalisasi langsung menjadi nilai dari perusahaan bersangkutan selama tingkat kapitalisasi yang digunakan adalah tingkat kapitalisasi\u00a0 (yield) yang berlaku umum di pasar perusahaan \u00a0bersangkutan. \u00a0Metode ini disebut <\/span><b style=\"line-height: 1.5em;\">Kapitalisasi Langsung<\/b><span style=\"line-height: 1.5em;\">.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Apabila pendapatan dari perusahaan yang akan dinilai tidak dapat dianggap tetap, maka Analisisnya dapat menggunakan Metoda Arus Kas yang didiskontokan atau yang lebih dikenal dengan istilah metode <b>DCF (Discounted Cash Flow)<\/b>. Dengan pendekatan ini, nilai dari suatu perusahaan adalah sejumlah nilai kini dari Net Operasional Income yang akan diperoleh dari hasil operasional perusahaan tersebut termasuk di dalamnya Terminal Value jika pada akhir tahun proyeksi diasumsikan masih terdapat sejumlah pendapatan yang akan berlangsung secara terus menerus dan stabil.<\/p>\n<p style=\"text-align: center;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/IPO.png\"><img decoding=\"async\" alt=\"IPO\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/IPO.png\" width=\"481\" height=\"67\" \/><\/a><\/p>\n<div>\n<p>Diagram mengenai DCF Method ini dapat dilihat sebagaimana gambar dibawah ini.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/IPO-2.png\"><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-101369\" alt=\"IPO 2\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/IPO-2.png\" width=\"486\" height=\"293\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/IPO-2.png 486w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/IPO-2-300x180.png 300w\" sizes=\"(max-width: 486px) 100vw, 486px\" \/><\/a><\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada Analisis yang menggunakan pendekatan pendapatan (<i>Income Approach<\/i>) melalui Metode Diskonto Arus Kas Mendatang \u00a0(<i>Discounted \u00a0Cash Flow Method<\/i>) terdapat tiga pilihan arus kas untuk didiskonto yaitu deviden, arus kas bersih untuk ekuitas dan arus kas bersih untuk perusahaan. Dalam Analisis\u00a0 saham atas perusahaan \u00a0ini, dilakukan pemilihan Free Cash Flow atau Arus Kas Bersih (AKB) untuk perusahaan. Selanjutnya ditentukan tingkat diskonto (<em>discount rate<\/em>) yang sesuai, penentuan <em>Continuing Value<\/em>(CV) atau <em>Terminal Value<\/em> (TV), mendiskonto AKB dan CV\/TV dengan tingkat diskonto yang dipilih, untuk memperoleh Total Nilai Kini Arus Kas Bersih.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk kepentingan Analisis saham dengan metode ini yang menjadi basis adalah <b>AKB<\/b>, maka diperlukan suatu proyeksi terhadap laporan keuangan (<i>projection of financial statement<\/i>) sebagai prosedur pertama dalam Analisis dan untuk selanjutnya dilakukan dengan cara sebagai berikut:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1. Menambahkan \u00a0kembali beban penyusutan \u00a0dan amortisasi \u00a0yang bukan merupakan <em>cash out<\/em>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">2. Mengurangi <em>cash \u00a0flow\u00a0<\/em>dengan kebutuhan investasi yang direncanakan dan kebutuhan biaya penggantian aktiva (<em>reserve for replacement<\/em>).<\/p>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">3. Mengurangi \u00a0atau\u00a0 menambah <em>cash \u00a0flow<\/em>\u00a0dengan kebutuhan modal kerja sesuai dengan kebutuhan yang diperhitungkan selama tahun proyeksi keuangan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">4. Mencari <em>Continuing Value\u00a0<\/em>(CV) atau Terminal Value (TV) di akhir tahun proyeksi dengan mengkapitalisasikan nilai <em>free cash flow<\/em> di akhir tahun proyeksi\u00a0 (<em>perpetuity period<\/em>) dengan <em>cap rate<\/em> yang sesuai.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"line-height: 1.5em;\">5. Mencari nilai sekarang dari setiap <em>free cash flow<\/em> pada tahun-tahun proyeksi dan <em>Continuing Value\u00a0<\/em>(CV) atau <em>Terminal Value<\/em> (TV).<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penggunaan metode Diskonto Arus Kas Mendatang (<i>Discounted \u00a0Cash Flow Method<\/i>), memiliki kelebihan dibandingkan penilaian dengan cara lain karena memperhitungan nilai masa mendatang dari sebuah bisnis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-49231 alignleft\" alt=\"Fadjar Ari Dewanto\" src=\"http:\/\/businesslounge.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg\" width=\"120\" height=\"120\" srcset=\"https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto.jpg 120w, https:\/\/www.blj.co.id\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/Fadjar-Ari-Dewanto-90x90.jpg 90w\" sizes=\"(max-width: 120px) 100vw, 120px\" \/><\/a><em>Fadjar Ari Dewanto\/VMN\/BD\/Regional Head-Vibiz Research Center<\/em><\/p>\n<\/div>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Business Lounge &#8211; Manage Your Finances)\u00a0Dalam melakukan penilaian saham, dapat digunakan metode diskonto arus kas mendatang berorientasi pada Future Earning\u00a0(proyeksi pendapatan mendatang) yang dihasilkan berdasarkan proyeksi dikonversi dengan faktor diskonto, sesuai dengan tingkat risiko. Indikasi nilai adalah \u00a0total \u00a0nilai kini dari pendapatan mendatang tersebut, dengan \u00a0asumsi \u00a0going concern, yaitu perusahaan berjalan terus walaupun pemilik atau manajemen berganti. Dasar pemikiran \u00a0dari Pendekatan \u00a0Pendapatan \u00a0(Income\u00a0 Approach) \u00a0adalah bahwa nilai pasar dari suatu perusahaan kurang lebih sama dengan suatu modal yang mempunyai potensi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":32,"featured_media":100519,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_editorskit_title_hidden":false,"_editorskit_reading_time":0,"_editorskit_typography_data":[],"_editorskit_blocks_typography":"","_editorskit_is_block_options_detached":false,"_editorskit_block_options_position":"{}","om_disable_all_campaigns":false,"_exactmetrics_skip_tracking":false,"_exactmetrics_sitenote_active":false,"_exactmetrics_sitenote_note":"","_exactmetrics_sitenote_category":0,"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"_uf_show_specific_survey":0,"_uf_disable_surveys":false,"footnotes":""},"categories":[1044,5,1051],"tags":[5130],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101365"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/32"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=101365"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101365\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":101371,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/101365\/revisions\/101371"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100519"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=101365"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=101365"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.blj.co.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=101365"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}