Penjualan Saham Canva Hampir Capai 23T

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Canva, sebuah perusahaan perangkat lunak desain yang berbasis di Australia, hampir menyelesaikan penjualan sahamnya oleh sekelompok investor. Ini termasuk para karyawan saat ini juga mereka yang pernah bekerja di Canva. Seperti dilaporkan oleh Bloomberg, penjualan saham ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan lebih dari US$1,5 miliar (setara dengan 23,460 triliun rupiah).

Setelah transaksi tersebut, perusahaan kemungkinan akan mempertahankan valuasinya sebesar US$26 miliar (setara dengan 406,640 triliun rupiah) dari penggalangan dana sebelumnya. Putaran ini ini tidak menghasilkan modal baru sebab bekerja sama dengan Goldman Sachs. Rincian kesepakatan dapat berubah seiring pembicaraan yang sedang berlangsung.

Bersaing dengan Adobe

Canva dan Adobe memang sedang dibersaing. Ketika keduanya sedang bersaing, Canva pun melancarkan putaran penjualan sahamnya. Pada tahun lalu, baik Canva maupun Adobe sedang memperkenalkan fitur kecerdasan buatan. Sedangkan Adobe, telah lama menjadi pembuat perangkat lunak yang dominan untuk para profesional grafis. Namun Adobe telah mengalami kegagalan pada bulan Desember dalam kesepakatan senilai 20 miliar dolar AS untuk mengakuisisi Figma, pembuat perangkat lunak serupa.

Popularitas Canva

Canva menjadi terkenal karena membuat perangkat lunak desain grafis sederhana untuk orang-orang yang ingin membuat postingan di Instagram dan Facebook. Namun, Canva terus berkembang dan telah memperluas produknya ke pekerjaan kantor dan pembuatan gambar AI.

Canva pun dapat dikatakan telah memperoleh popularitas di kalangan perusahaan kecil dan Gen Z sejak diluncurkan pada tahun 2013. Namun Canva juga memiliki klien korporat besar seperti FedEx, Starbucks, dan Zoom.

Tahun lalu, pendapatan tahunan Canva melampaui US$2 miliar (setara dengan 31,280 triliun), menurut sumber Bloomberg. Platform yang berfokus pada kemudahan desain grafis bagi non-profesional ini memiliki 170 juta pengguna aktif bulanan di 190 negara.

Investor Canva

Hingga saat ini, beberapa yang tercatat sebagai investor Canva, termasuk perusahaan modal ventura Blackbird Ventures, manajer aset alternatif Franklin Templeton, dan perusahaan ekuitas swasta Bessemer Venture Partners.

Pada tahun 2022, Canva mengakuisisi Flourish, alat online untuk mendesain bagan, dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Australian Financial Review pertama kali mengungkapkan pada bulan Oktober bahwa Blackbird berencana untuk menjual kepemilikan awal Canva dalam beberapa tahap menjelang pencatatan pasar saham pada tahun 2025.

Tahap sebelumnya, yang juga diungkapkan oleh surat kabar ini pada bulan Agustus, termasuk $150 juta dari Blackbird dan diberikan kepada sekelompok investor termasuk ICONIQ Capital dan Coatue. ICONIQ Capital merupakan rumah investasi untuk individu yang sangat kaya dan Coatue adalah modal ventura AS tahap akhir. .

Canva tetap menjadi perusahaan swasta dan mengambil miliaran dolar modal ventura untuk mendorong pertumbuhannya.

Pendiri Canva Melanie Perkins dan Clifford Obrecht berada di peringkat kesembilan dalam The Australian Financial Review Rich List, dengan perkiraan kekayaan $13,18 miliar. Seiring berjalannya waktu, mereka telah berkomitmen untuk memberikan sebagian besar kekayaan mereka untuk amal.