Manajemen Berbasis Teknologi, Wajibkah bagi Perusahaan?

(Business Lounge Journal – General Management)

Tidak ada data yang pasti mengenai jumlah persis perusahaan di dunia yang menggunakan teknologi tinggi (high tech). Namun, semakin banyak perusahaan yang mengadopsi teknologi tinggi dalam operasinya untuk meningkatkan kinerja, efisiensi, dan inovasi.

Contoh perusahaan yang menggunakan teknologi tinggi antara lain:

1. Tesla – perusahaan mobil listrik yang menggunakan teknologi canggih dalam kendaraan mereka, seperti self-driving technology dan baterai lithium-ion yang kuat.
2. Amazon – perusahaan e-commerce yang memanfaatkan teknologi tinggi dalam proses logistik dan pengiriman, seperti robotika dan sistem otomatisasi gudang.
3. Netflix – platform streaming video yang menggunakan teknologi tinggi untuk memberikan konten berkualitas tinggi dengan fitur-fitur seperti personalisasi dan rekomendasi cerdas.
4. Google – perusahaan teknologi yang memiliki berbagai produk dan layanan seperti mesin pencarian, perangkat lunak, dan platform cloud, yang semuanya dibangun dengan teknologi tinggi.
5. Apple – perusahaan teknologi yang terkenal dengan produk-produk inovatif seperti iPhone, iPad, dan MacBook yang menggunakan teknologi terkini dalam desain, perangkat keras, dan perangkat lunak.

Manajemen berbasis teknologi adalah pendekatan dalam mengelola perusahaan yang mengintegrasikan teknologi informasi dan sistem teknologi ke dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan. Ini melibatkan penggunaan dan penerapan teknologi dalam semua aspek manajemen organisasi, termasuk perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian.

Perusahaan dapat menerapkan manajemen berbasis teknologi dalam berbagai bidang, antara lain:

1. Manajemen operasional: Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional, seperti otomatisasi proses, penggunaan robotik, dan implementasi Internet of Things (IoT) dalam rantai pasokan.
2. Manajemen keuangan: Sistem informasi keuangan dan analitik dapat membantu memproses dan menganalisis data keuangan dengan lebih efisien, serta meningkatkan transparansi dan akurasi pelaporan keuangan.
3. Manajemen pemasaran: Teknologi dapat mendukung strategi pemasaran dan promosi, seperti penggunaan media sosial, analisis data konsumen, dan penggunaan platform digital.
4. Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM): Teknologi dapat digunakan dalam manajemen SDM, seperti penggunaan perangkat lunak HRM untuk manajemen data pegawai, pelatihan dan pengembangan, serta evaluasi kinerja.
5. Manajemen hubungan pelanggan: Teknologi dapat mendukung hubungan pelanggan, seperti penerapan sistem manajemen hubungan pelanggan (CRM), chatbot, dan integrasi dengan platform komunikasi digital.

Diperlukan manajer yang memiliki kompetensi IT karena kemajuan teknologi telah mempengaruhi hampir semua aspek bisnis. Manajer yang memiliki pemahaman yang baik tentang teknologi dapat mengarahkan implementasi teknologi yang tepat, memahami kebutuhan dan potensi bisnis yang relevan dengan teknologi, serta mengelola risiko dan perubahan yang terkait dengan teknologi.

Risiko jika perusahaan tetap konservatif dan tidak mengikuti perkembangan teknologi antara lain:

1. Ketinggalan pesaing: Perusahaan yang tidak mengadopsi teknologi terbaru mungkin ketinggalan persaingan dengan pesaing yang menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk menjalankan bisnis mereka.
2. Penurunan efisiensi: Tanpa menggunakan teknologi yang tepat, perusahaan dapat menghadapi proses yang kurang efisien dan biaya yang tinggi.
3. Rendahnya kualitas dan inovasi produk: Teknologi dapat mendukung inovasi dan peningkatan kualitas produk. Tanpa mengikuti perkembangan teknologi, perusahaan dapat kesulitan untuk menghasilkan produk yang menarik dan berkualitas tinggi bagi pelanggan.
4. Kerentanan terhadap serangan siber: Teknologi yang usang dan tidak diperbarui secara teratur meninggalkan perusahaan rentan terhadap serangan siber dan pelanggaran keamanan data.
5. Keputusan yang tidak terinformasi: Tanpa teknologi yang tepat untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan data, keputusan bisnis dapat didasarkan pada asumsi dan spekulasi daripada data yang akurat dan terkini.
6. Penurunan kepuasan pelanggan: Tanpa teknologi yang canggih, perusahaan dapat kesulitan memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan dan layanan yang cepat dan responsif.
7. Rendahnya adaptabilitas: Perubahan teknologi terjadi dengan cepat, dan perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan ini dapat menghadapi kesulitan dalam beradaptasi dengan perubahan tersebut.
8. Rendahnya produktivitas: Teknologi yang usang dapat membatasi kemampuan karyawan untuk bekerja dengan efisien dan meningkatkan produktivitas.
9. Tidak adanya penghematan biaya: Penerapan teknologi yang kuat sering kali dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang. Tanpa mengadopsi teknologi tersebut, perusahaan mungkin melewatkan kesempatan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan profitabilitas.
10. Tidak memanfaatkan peluang baru: Perusahaan yang tidak mengikuti perkembangan teknologi mungkin melewatkan kesempatan baru untuk menciptakan bisnis baru, mengeksplorasi pasar yang belum dimanfaatkan, atau mengubah model bisnis yang sudah ada.

Dampaknya ke depan akan meliputi penurunan daya saing, penurunan pendapatan, hilangnya peluang bisnis, rendahnya efisiensi operasional, dan kesulitan dalam menarik dan mempertahankan karyawan yang berkompeten dalam bidang teknologi.

Photo by Alex Kotliarskyi