Cuaca Panas, Waspada Heat Stroke

(Business Lounge Journal – Medicine)

Terasakah hari-hari ini Indonesia semakin panas? Ya betul, walau suhu yang tertera 35-36° Celcius tapi “feels like-nya” bisa mencapai 41-42° Celcius. Suhu di dunia meningkat di berbagai belahan dunia. Namun, tingkat peningkatan suhu dapat bervariasi tergantung pada faktor-faktor geografis dan lingkungan. Beberapa wilayah yang diketahui mengalami peningkatan suhu adalah Arktik, Amerika Utara, Asia Tenggara, dan Australia.

Apakah manusia dapat tahan terhadap panas? Tubuh manusia memiliki mekanisme alami untuk menyesuaikan diri dengan suhu yang tinggi, seperti berkeringat untuk menghilangkan panas. Namun, keterbatasan manusia dalam menahan panas tergantung pada kondisi lingkungan dan kemampuan tubuh individual. Jika suhu sekitar terlalu tinggi atau jika ada kondisi kesehatan yang mendasarinya, manusia dapat mengalami gangguan kesehatan seperti heat stroke.

Tidak ada suhu maksimal yang khusus yang dapat diatasi tanpa menjadi sakit, karena toleransi suhu dapat bervariasi antara individu. Namun, suhu yang sangat tinggi, seperti di atas 40° Celcius, dapat berpotensi menyebabkan overheating dan gangguan kesehatan yang serius.

Suhu terendah yang dapat diatasi manusia tanpa menjadi sakit juga bervariasi tergantung pada kondisi lingkungan dan kesehatan individu. Biasanya, suhu di bawah 10° C dapat berisiko bagi individu yang tidak memiliki persiapan dan perlindungan yang memadai.

Penyebab naiknya suhu bumi, yang dikenal sebagai pemanasan global, dapat disebabkan oleh beberapa faktor:

1. Emisi gas rumah kaca: Peningkatan emisi gas rumah kaca, seperti karbon dioksida (CO2) dari pembakaran bahan bakar fosil dan metana dari limbah dan pertanian, menyebabkan peningkatan konsentrasi gas-gas ini dalam atmosfer. Gas-gas ini mengendap panas di atmosfer dan menyebabkan efek rumah kaca.

2. Deforestasi: Pembukaan hutan secara besar-besaran untuk kegiatan pertanian, penebangan pohon, dan perubahan penggunaan lahan menyebabkan hilangnya pepohonan yang berperan dalam menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Hal ini menyebabkan akumulasi karbon dioksida dan pemanasan global.

3. Urbanisasi: Pertumbuhan perkotaan yang pesat menyebabkan peningkatan penggunaan energi, penggunaan kendaraan bermotor, dan produksi limbah. Semua ini berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca dan peningkatan suhu.

4. Polusi udara: Emisi polutan ke atmosfer, seperti partikel polusi dan bahan kimia berbahaya, dapat mengabsorpsi dan memancarkan panas dari matahari, menyebabkan peningkatan suhu lokal di kota-kota dan daerah yang terkena polusi udara tinggi.

Heat stroke adalah kondisi medis yang serius dan mengancam nyawa yang terjadi ketika tubuh tidak dapat mengatur suhu internalnya dengan baik dan menjadi terlalu panas. Ini terjadi ketika seseorang terpapar suhu tinggi dan kelelahan panas. Akibatnya, tubuh tidak dapat lagi menghilangkan panas yang berlebih, dan tubuh mulai mengalami kerusakan seluler yang serius.

Mekanisme manusia sakit karena heat stroke adalah sebagai berikut:

1. Panas yang berlebih menyebabkan peningkatan suhu internal tubuh.

2. Kelenjar keringat tidak berfungsi dengan baik atau tidak dapat memproduksi cukup keringat untuk mendinginkan tubuh.

3. Pembuluh darah melebar, dan darah mengalir lebih cepat ke permukaan kulit untuk mencoba membuang panas. Inilah yang menyebabkan kulit menjadi merah dan panas.

4. Organ penting, seperti otak, jantung, liver, dan ginjal, mulai mengalami kerusakan karena panas yang berlebih.

5. Tanpa pengobatan yang tepat, heat stroke dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kegagalan organ, kerusakan otak, dan kematian.

Jumlah air yang harus diminum untuk mencegah dehidrasi pada kondisi udara sangat panas bervariasi tergantung pada aktivitas fisik, suhu lingkungan, dan kondisi individu. Tetapi sebagai panduan umum, disarankan untuk minum setidaknya 8 gelas air per hari. Namun, dalam kondisi cuaca yang sangat panas atau saat beraktivitas fisik yang intens, jumlah cairan yang dikonsumsi harus lebih besar untuk menjaga hidrasi yang optimal.

Berikut adalah 7 tips agar tetap sehat di udara panas:

1. Minum banyak air: Pastikan mengonsumsi air yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Minum air secara teratur dan hindari minuman berkafein atau beralkohol yang dapat menyebabkan dehidrasi.

2. Gunakan pakaian yang longgar dan berbahan ringan: Pilih pakaian yang dapat memberikan sirkulasi udara yang baik dan membantu menjaga tubuh tetap sejuk. Hindari pakaian yang terbuat dari bahan sintetis yang dapat menyimpan panas.

3. Gunakan perlindungan matahari: Gunakan topi, kacamata hitam, dan tabir surya untuk melindungi diri dari paparan sinar matahari yang berlebihan.

4. Hindari kegiatan fisik yang berat: Jika suhu sangat panas, hindari kegiatan fisik yang berat seperti olahraga terik matahari. Pilih waktu yang lebih sejuk untuk beraktivitas fisik.

5. Hindari terpapar langsung sinar matahari: Cari tempat teduh atau gunakan payung pada saat terik matahari.

6. Gunakan pendingin udara atau kipas angin: Jika memungkinkan, gunakan pendingin udara atau kipas angin untuk menjaga suhu ruangan tetap nyaman.

7. Perhatikan tanda-tanda heat stroke: Waspadai gejala-gejala heat stroke seperti kelelahan, pusing, kulit kemerahan, pingsan, dan detak jantung yang cepat. Jika mengalami gejala ini, segera cari bantuan medis.

Informasi ini hanya sebagai panduan umum dan bukan pengganti saran medis profesional. Dalam kondisi cuaca yang sangat panas, selalu konsultasikan dengan ahli medis untuk mendapatkan saran yang tepat agar tetap sehat dan aman.

Photo by Adrian Swancar