10 Cara Meningkatkan Kesejahteraan dan Kebahagiaan Karyawan (Bagian 1)

(Businesslounge Journal-Human Resources)

Anda mungkin berpikir kompensasi adalah faktor terpenting dalam kebahagiaan karyawan di tempat kerja, dan Anda tidak sendirian: Di antara 5.026 pekerja Amerika yang disurvei Indeed dan Forrester pada tahun 2022, 33% memperkirakan bahwa gaji yang adil akan menjadi faktor terbesar dalam kesejahteraan karyawan. -makhluk. Namun penelitian ini juga menemukan bahwa persepsi tersebut salah.

Gaji yang adil, tentu saja, merupakan bagian dari persamaan, namun itu bukan satu-satunya pertimbangan. Dari inklusivitas hingga fleksibilitas, ada banyak hal yang harus diingat oleh pengusaha ketika mencoba meningkatkan semangat kerja. Di bawah ini, kami mencantumkan 10 faktor yang paling terkait dengan menjaga kebahagiaan karyawan di tempat kerja dan memberikan tips tentang cara meningkatkan kesejahteraan karyawan Anda.

Apa yang membuat karyawan bahagia di tempat kerja?
Studi Indeed dan Forrester menemukan bahwa berikut adalah faktor terpenting dalam kesejahteraan karyawan:

1. Merasa berenergi
Mungkin Anda memulai bisnis Anda sehingga Anda dapat melakukan hal-hal yang membuat Anda bersemangat setiap hari. Lagi pula, Anda pasti tahu pepatah: Temukan pekerjaan yang Anda sukai, dan Anda tidak akan pernah bekerja sehari pun dalam hidup Anda. Jadi, Anda mungkin dapat melihat mengapa kesejahteraan karyawan Anda akan meningkat jika pekerjaan yang Anda berikan kepada mereka dapat memicu semangat mereka. Faktanya, 18% responden survei mengatakan perasaan bersemangat saat bekerja adalah faktor terpenting dalam kesejahteraan mereka di tempat kerja.

2. Memiliki rasa memiliki

Membangun tim lebih dari sekedar kata kunci; itu adalah faktor besar dalam kebahagiaan karyawan. Itu karena hal ini dapat membantu karyawan merasa menjadi bagian dari tim Anda. Survei Indeed dan Forrester menemukan bahwa, bagi 16% karyawan, rasa memiliki merupakan hal mendasar bagi kesejahteraan di tempat kerja.

3. Merasa dipercaya
Sudah menjadi rahasia umum bahwa karyawan yang bahagia dan loyal perlu merasa dipercaya. Survei Indeed dan Forrester menegaskan kembali gagasan ini: 10% responden menyebut perasaan dipercaya sebagai faktor terpenting dalam kesejahteraan mereka. Membangun kepercayaan ini sangat bagus untuk seluruh perusahaan Anda. Karyawan yang merasa tidak takut untuk memulai pekerjaannya dan melakukan kesalahan sering kali menjadi anggota tim yang lebih efisien dan produktif.

4. Mencapai tujuan
Karyawan ingin merasa bangga dengan pekerjaannya. Faktanya, 10% responden survei mengatakan prestasi adalah faktor terpenting dalam kesejahteraan tempat kerja mereka. Tentu, ini dimulai dari karyawannya; terserah pada mereka untuk menetapkan tujuan yang memberi mereka kebahagiaan. Namun Anda selalu dapat mendukung proses penetapan tujuan mereka dan membimbing mereka melewatinya.

5. Dibayar secara adil
Hanya 8% responden yang mengatakan bahwa upah yang adil adalah inti dari kesejahteraan mereka di tempat kerja. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan 33% responden yang mengatakan bahwa mereka mengharapkan gaji yang adil untuk menduduki peringkat tertinggi. Ada berbagai cara untuk membuat karyawan bahagia tanpa kenaikan gaji.

Kisaran gaji karyawan Anda harus sesuai dengan standar industri, dan kenaikan gaji Anda harus mencerminkan inflasi dan perubahan kinerja karyawan.

6. Merasa dilibatkan
Merasa dikucilkan bukanlah sensasi yang menyenangkan, termasuk di tempat kerja. Faktanya, 8% responden survei menyebut rasa inklusi sebagai ciri kesejahteraan karyawan mereka. Untuk mendorong inklusi ini, Anda harus berkomunikasi dengan karyawan Anda sesering mungkin sehingga mereka tidak merasa diabaikan dan mendorong karyawan Anda untuk melakukan hal yang sama satu sama lain.

7. Didukung oleh manajemen
Manajer yang suportif dapat memberikan lebih banyak otonomi kepada karyawan, yang dikenal membawa kebahagiaan. Menurut survei Indeed/Forrester, 7% karyawan mengatakan dukungan manajerial adalah faktor terpenting dalam kesejahteraan mereka.

8. Memiliki fleksibilitas
Bekerja dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore di kantor mungkin terlalu membatasi bagi sebagian karyawan. Para karyawan ini mungkin merupakan 6% responden survei yang menyebut fleksibilitas sebagai bagian terpenting dari kesejahteraan tempat kerja mereka. Pengaturan kerja yang fleksibel dapat membantu dalam hal ini; pada kenyataannya, beberapa karyawan akan menukar gaji demi fleksibilitas.

(Bersambung ke Artikel Selanjutnya)