Jawablah Tujuh Pertanyaan ini Untuk Membuktikan Anda Siap Menjadi Seorang Entrepreneur

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Ada banyak alasan mengapa banyak orang sekarang memilih untuk menjaadi seorang entrepreneur. Salah satunya adalah fleksibilitas yang dapat mereka miliki. Mereka dapat mengatur sendiri jam kerja mereka, dari mana mereka bekerja, atau strategi yang akan mereka terapkan. Namun demikian tentu saja terdapat banyak tantangan yang harus Anda atasi.

Lalu apakah ini adalah saat yang tepat bagi Anda untuk memutuskan menjadi seorang entrepreneur?

Coba Anda melihat beberapa pertanyaan berikut ini:

  1. Apakah ini waktu yang tepat untuk memulai sebuah bisnis?

Memulai bisnis pada waktu yang tepat adalah hal yang sangat penting. Ide Anda yang paling cemerlang pun tidak akan pernah berhasil untuk dieksekusi bila Anda memulai bisnis bukan pada saat yang tepat.

Lalu bagaimana untuk mengetahui apakah saat ini adalah waktu yang tepat untuk menjadi seorang entrepreneur?

Pada intinya ada beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan bagi Anda ketika hendak memulai sebuah bisnis. Semuanya tergantung pada keberadaan Anda. Misalnya saja, bagaimana hubungan antar keluarga saat ini, bagaimana keadaan finansial, bagaimana kesehatan fisik, dan mungkin beberapa hal lainnya.

Namun tidak hanya terbatas pada keadaan internal Anda saja. Cobalah juga menganalisa sekeliling Anda. Bagaimana keadaan perekonomian secara luas saat ini, bagaimana kondisi pasar yang akan Anda masuki, atau apakah penawaran yang akan Anda berikan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini.

2. Apakah Anda memang memiliki ide bisnis? Apakah ide tersebut memiliki peluang?

Ketika Anda memutuskan untuk memulai bisnis Anda, maka penting bagi Anda untuk mengetahui dengan benar apa yang menjadi produk untuk Anda tawarkan. Jika Anda masih ragu dan masih ingin menyempurnakannya maka Anda dapat melakukan brainstorming dengan menggunakan beberapa petunjuk sebagai berikut:

  • Apakah ide saya dapat mempercepat sebuah proses?
  • Apakah ide saya ini dapat menghasilkan sebuah produk yang lebih murah?
  • Dapatkah saya menyampaikan sebuah model bisnis baru dengan ide saya ini?
  • Apa ide saya dapat mengubah atau memperbaiki sebuah proses yang ada?

Sebenarnya Anda tidak membutuhkan sebuah penemuan baru sebagai sebuah ide. Anda dapat saja memiliki ide yang sederhana, namun itu merupakan sesuatu yang memenuhi kebutuhan banyak orang. Jika Anda memiliki sebuah ide yang adalah ide orisinil Anda, itu hal yang bagus. Tapi jika Anda mengambil ide dari produk yang sudah ada dengan membuat beberapa pengembangan, misalnya pada biayanya, proses produksi, fungsionalitas, atau aksesibilitas, maka ini juga merupakan sebuah nilai tambah yang akan sangat membantu.

Anda juga harus menentukan apakah ide bisnis Anda merupakan sebuah peluang yang layak diperhitungkan. Dalam Entrepreneurship Essentials, peluang dapat didefinisikan sebagai “sebuah upaya untuk menjual produk pada siapa yang mau membayarnya lebih dari harga investasi dan biaya operation.

Untuk mengetahui apakah ide Anda adalah sebuah peluang, maka pertama-tama buatlah sebuah hipotesis. Selanjutnya, ujilah hipotesis Anda dengan melakukan riset pasar.

Sering kali dalam melakukan bisnis, maka yang menjadi pelanggan Anda adalah orang-orang terdekat Anda. William Sahlman, seorang profesor dari Harvard Business School merekomendasikan bahwa ide bisnis Anda harusnya menjangkau segmen pasar yang menjadi sasaran Anda, bukan teman, keluarga, dan kolega, yang mungkin memberikan masukan “palsu”. Apa yang menjadi feedback yang Anda terima, dapat menginformasikan apakah hipotesis Anda benar atau apakah Anda perlu menguji gagasan lain.

3. Apakah Anda siap untuk melakukan pivot dan beradaptasi?

Entrepreneurship adalah proses yang berulang. Ketika Anda tahu bahwa Anda tidak memiliki kesanggupan untuk melakukan pivot, maka Anda perlu untuk memikirkan dan mengubah mindset Anda. Anda harus memiliki “nyali” untuk berani melakukan pivot atau melakukan penyesuaian dari bisnis Anda.

Sebagai contoh, misalnya Anda ingin menjual segelas kopi seharga Rp30,000.- di lokasi Anda. Namun ketika Anda melakukan survei, maka Anda menemukan bahwa 75 persen mereka yang Anda temui tidak bersedia membayar Rp30,000.- untuk segelas kopi Anda. Untuk hal ini, maka Anda harus memutuskan untuk melakukan perubahan.

Namun jika Anda menguji hipotesis lebih lanjut dan menemukan bagaimana sebagian besar segmen target Anda bersedia membayar Rp30,000.- untuk segelas kopi, maka Anda dapat mencoba untuk mengembangkan produk Anda dengan menilai kembali biaya produksi, dan membuat terobosan-terobosan baru.

Kemampuan Anda untuk sering beradaptasi—terutama pada awal tahapan bisnis Anda—sangat penting.

4. Apakah Anda mempunyai kemampuan untuk membentuk tim yang kuat? Atau bahkan sudah memiliki tim yang kuat tersebut.

Tidak ada pengusaha sukses yang dapat mencapai keberhasilan dengan dirinya sendiri. “Semua perusahaan hebat, bahkan yang memiliki tokoh ikonik, memiliki banyak orang lain yang terlibat bahkan orang-orang tertentu yang tanpa mereka, bisnis tersebut tidak mungkin dapat berhasil,” demikian dikatakan Sahlman.

Sebagai contoh adalah bagaimana Apple memiliki tim yang sangat kuat yang mengembangkan bisnis tersebut. Steve Wozniak sebagai co-founder adalah otak di balik pengembangan produk Apple. Tak lama setelah pendiriannya, Mike Markkula dan Mike Scott bergabung sebagai eksekutif berpengalaman sehingga terbukti sehingga diri mereka sendiri penting untuk pertumbuhan perusahaan.

Steve Jobs, yang sebelumnya telah dipaksa keluar dari perusahaan, kemudian kembali ketika Apple berada di ambang kegagalan dan harus merevitalisasi produknya. Tanpa mereka serta banyak orang sebagai tim yang tak terhitung jumlahnya, Apple tidak akan seperti sekarang ini. Perlu diingat bahwa pemilik bisnis yang sukses mengetahui kapan waktunya untuk meminta bantuan dan mendelegasikan tugas. Apakah itu berarti memulai bisnis Anda dengan satu atau dua mitra, maka membangun tim yang kuat sebagaimana yang seharusnya Anda bangun, ketahuilah bahwa kesuksesan Anda bergantung pada kekuatan orang-orang di sekitar Anda.

5. Apakah Anda memiliki pendanaan?

Untuk meluncurkan bisnis Anda, maka Anda akan memerlukan dana untuk membeli peralatan dan bahan, mengembangkan produk atau layanan Anda, membiayai proses marketing, dan menyempurnakan proses Anda. Tepat seperti apa pendanaan itu tergantung pada jenis bisnis yang Anda miliki. Ada beberapa opsi yang dapat Anda pilih:

  • Pendanaan sendiri
  • Memanfaatkan pinjaman untuk UMKM
  • Memperoleh pendanaan dari investor
  • Mengajukan permohonan hibah (ini mungkin sangat cocok untuk organisasi nirlaba)
  • Crowdfunding dari masyarakat
  • Memanfaatkan  jalur kredit

Setiap bentuk pendanaan memiliki manfaat dan risiko. Pendanaan mandiri, misalnya, memungkinkan Anda memiliki kendali penuh atas bisnis Anda. Anda pun memiliki potensi keuntungan yang tentunya akan diperuntukkan bagi diri Anda sendiri. Namun pada sisi lain, Anda pun harus menanggung risiko kegagalan Anda sendiri.

Sementara untuk mendapatkan pendanaan dari investor, akan membuat Anda untuk membagi risiko sehingga tidak hanya menjadi tanggungan Anda. Anda mungkin dapat meluncurkan bisnis Anda dengan sangat cepat, namun Anda pun harus membagi sebagian kontrol atas bisnis Anda.

Pada akhirnya, Anda harus memutuskan apa yang paling cocok untuk bisnis Anda.

6. Apakah Anda siap menghadapi kegagalan?

Sebagai seorang entrepreneur, Anda harus siap menghadapi kemungkinan adanya kegagalan saat memulai usaha. “Meskipun setiap pengusaha membayangkan kesuksesan, mereka harus bertindak dengan pengetahuan penuh bahwa terdapat kemungkinan untuk gagal.

Kemungkinan yang sangat nyata bahwa bisnis Anda mungkin tidak bertahan adalah sesuatu fakta yang harus Anda hadapi. Karena itu, penting untuk memiliki skenario untuk menghadapinya.

7. Mengapa Anda ingin memulai bisnis?

Saat Anda mempertimbangkan untuk menjadi seorang entreprenur, maka milikilah jawaban dasar, mengapa?
Meskipun hanya Anda yang bisa menjawabnya, memahami hubungan antara risiko dan reward dapat membantu menerangi motivasi Anda. Tanyakan pada diri sendiri apa yang ingin Anda peroleh ketika Anda memulai bisnis, dan buatlah daftar risiko yang harus Anda antisipasi.

Jika gairah mendapatkan reward, lebih besar dari ketakutan Anda akan risiko, maka itu adalah pertanda yang baik, bahwa Anda siap untuk menjadi seorang entrepreneur.