Berapa Jam Anda Duduk?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Saat kita menjalani kehidupan yang lebih banyak duduk, penting untuk melawan efek dari terlalu banyak duduk. Penelitian telah mengaitkan duduk dalam waktu lama dengan sejumlah masalah kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker tertentu. Hari-hari semasa Pandemi dengan WFH (Work From Home) juga telah membuat banyak orang terbiasa duduk lama di rumah.

Untungnya, Anda dapat menurunkan risiko kondisi ini hanya dengan berdiri dan lebih banyak bergerak—bahkan jika Anda sudah berolahraga, maka Anda terhindar dari risiko. Melakukan gerakan rutin di siang hari juga menambah manfaat tersebut.

Risiko Gaya Hidup Sedentari

Dalam sebuah studi American Cancer Society terhadap 123.000 orang dewasa paruh baya, para peneliti menemukan bahwa wanita yang paling banyak duduk memiliki risiko 34% lebih besar untuk meninggal dunia karena berbagai penyebab dibandingkan dengan mereka yang paling sedikit duduk. Penelitian ini dilakukan selama 14 tahun. Sedangkan untuk pria, peningkatan risiko meninggal dunia adalah 17%.

Ketika olahraga diperhitungkan, perbedaannya bahkan lebih mencolok. Wanita yang paling banyak duduk, yang tidak banyak bergerak atau berolahraga, hampir dua kali lebih mungkin meninggal dunia selama masa studi dibandingkan mereka yang paling banyak bergerak dan berolahraga. Pria yang paling tidak banyak bergerak memiliki kemungkinan 50% lebih besar untuk meninggal daripada rekan mereka yang lebih aktif.

Demikian pula, penelitian lain menyimpulkan bahwa rutinitas, gerakan sehari-hari memiliki manfaat, baik untuk penyakit jantung, diabetes, kanker, atau penurunan berat badan. Pentingnya gerakan untuk kesehatan sudah sangat diketahui sehingga beberapa dokter menyarankan pasien mereka untuk menggunakan duduk “secukupnya”.

Duduk dan kesehatan Anda

Mengapa duduk terlalu lama memiliki konsekuensi kesehatan yang berbahaya? Salah satu penjelasannya adalah melemaskan otot terbesar Anda. Saat otot rileks, mereka mengambil sedikit gula (glukosa) dari darah, meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, enzim yang memecah lemak darah (trigliserida) anjlok, menyebabkan kadar kolesterol “baik” (HDL) juga turun. Hasilnya adalah risiko penyakit jantung menjadi lebih tinggi.

Manfaat Gerakan Sehari-hari

Sebaliknya, gerakan sehari-hari tidak hanya mengurangi risiko penyakit berat, tetapi juga membantu membakar lebih banyak kalori. James Levine di Mayo Clinic USA menciptakan istilah “thermogenesis aktivitas non-olahraga,” atau NEAT, untuk merujuk pada energi yang Anda bakar melalui aktivitas biasa yang tidak Anda anggap sebagai olahraga. Yang dimaksud adalah aktivitas seperti, membawa cucian untuk dijemur, menari di dalam rumah mengikuti lagu favorit Anda, atau bahkan berdiri sambil berbicara di telepon. Aktivitas-aktivitas harian ini sangat perlu untuk membuat kita bergerak.

Jangan diam saja, inilah waktu dimana kita harus lebih banyak lagi bergerak dan melawan penyakit dengan bergerak!