XBB Suka Gula?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Beredar video viral dari seorang dokter spesialis anak yang menyatakan bahwa virus XBB subvarian Omicron ini senang dan membutuhkan gula (glucosa) untuk berkembang biak dalam tubuh manusia.

Benarkah demikian?

Sebenarnya para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa infeksi virus dapat mempengaruhi metabolisme sel manusia. Ada sistem reaksi biokimia yang diperlukan untuk menyediakan energi untuk segala hal yang dilakukan sel. Energi yang dimaksudkan adalah energi dari glukosa.

Dalam makalah tahun 2020, para peneliti menunjukkan bahwa pada tikus hidup dan sel manusia, infeksi virus influenza A — salah satu dari dua jenis influenza yang biasanya menyebabkan flu musiman — memicu rantai peristiwa seluler, atau jalur, yang meningkatkan metabolisme glukosa. Pada satu waktu hal ini dapat memicu produksi badai sitokin yang pada akhirnya memperparah penyakit.

Memblokir enzim kunci yang terlibat dalam jalur glukosa bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah badai sitokin yang mematikan, menurut penelitian yang diterbitkan April 2020 di Science Advances ini.

Meskipun penelitian itu tidak terfokus pada virus SARS-COV2 melainkan pada virus influenza namun tim peneliti mengatakan mekanisme yang sama kemungkinan berperan dalam virus penyebab COVID-19.

Paul Thomas, seorang ahli imunologi di Rumah Sakit Penelitian Anak St. Jude di Memphis, Tennesse mengatakan bahwa hal ini dapat menjelaskan mengapa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi meninggal akibat virus SARS-COV2. Ketika virus menginfeksi sel, ia mencuri sumber daya untuk memperbanyak dirinya sendiri. Namun sel-sel yang terinfeksi virus SARS-COV2 harus meningkatkan metabolisme mereka untuk mengisi kembali sumber daya ini, dan sel-sel yang sehat juga harus meningkatkan metabolisme untuk menaikkan respon imun yang efektif.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa infeksi influenza meningkatkan metabolisme glukosa, molekul gula yang memicu sebagian besar aktivitas seluler.

Jadi kesimpulannya memang benar bahwa virus influenza menyukai gula dan demikian juga kemungkinannya dengan virus SARS-COV2. Sehingga adalah logis dan tidak ada salahnya bila dalam 24 jam pertama gejala muncul dari infeksi COVID-19, penderita mengurangi atau bahkan mempuasakan diri dari gula.

Sebaliknya makan makanan tinggi protein yang mempercepat pemulihan sel.

Jangan minum atau makan yang manis dulu agar virus terhalang bereplikasi dan sistem kekebalan tubuh dapat cepat menguasai serangan virus sehingga tidak memperberat gejala dan keparahan penyakit. Selain itu istirahat dan sinar matahari pagi juga sangat diperlukan untuk tubuh punya kekuatan melawan virus.

Namun jangan kuatir, subvarian XBB saat ini bergejala sangat ringan dan tidak menaikkan angka rawat inap dan kematian sejauh ini. Tidak perlu takut, sebab rasa takut hanya akan melemahkan imunitas Anda sendiri.