Tren XBB Meningkat, Ini Hal yang Perlu Kita Ketahui

(Business Lounge Journal – Medicine)

Semakin hari semakin bertambah banyak yang terkena COVID-19 dan diduga subvarian baru XBB sudah menyebar. Apa saja yang perlu kita ketahui mengenai XBB?

  • XBB sendiri bukan varian baru, melainkan merupakan subvarian Omicron yang merupakan gabungan dari subvarian BA. 2.10.1 dan BA. 2.75 dan sudah pernah memuncak di bulan Februari 2022 lalu.
  • XBB sudah menyebar di 37 negara di seluruh dunia. Australia, India dan Singapura menjadi negara dengan kasus terbanyak. Masuknya XBB di Indonesia juga melalui PPLN dari Singapura.
  • Karakteristik XBB ini sangat cepat menular, lebih cepat dari subvarian sebelumnya, namun gejala yang ditimbulkan lebih ringan.
  • Gejalanya mirip dengan subvarian Omicron pada umumnya, yaitu demam, radang tenggorokan, batuk, pilek, nyeri otot, kelelahan, diare, kehilangan penciuman (anosmia). Pada subvarian ini tenggorokan dapat terasa kering, nyeri, meradang dan dilaporkan ini merupakan gejala yang dominan. Sedangkan kehilangan penciuman dan diare jarang terjadi.
  • Walaupun gejala lebih ringan dari subvarian sebelumnya, namun bagi yang memiliki komorbid diharapkan tetap berhati-hati.

Prof. Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Penanganan COVID-19 menjelaskan langkah pencegahan bisa dilakukan saat adanya kenaikan kasus atau munculnya subvarian baru, terlebih mengingat sudah banyak aktivitas kegiatan sosial ekonomi masyarakat yang sudah berjalan normal seperti dahulu. Misalnya acara-acara pernikahan, kegiatan sosial, festival musik, maupun tempat perbelanjaan yang mulai ramai kembali. Berikut ini adalah tips pencegahannya :

  • Pertama, bila ingin menghadiri sebuah kegiatan massal, pastikan kondisi diri sehat prima. Apabila merasa sakit atau tidak enak badan atau kelelahan yang tidak biasa dapat beristirahat di rumah saja.
  • Kedua, protokol kesehatan sebaiknya tetap diterapkan saat berada di kerumunan dengan memakai masker dan rajin mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.
  • Ketiga, biasakanlah memiliki pola hidup bersih dan sehat.

Bila ketiga hal tersebut diatas dilakukan maka melakukan kegiatan massal bersama teman, saudara, kerabat akan menjadi aman dan nyaman.  Kita dapat saling menjaga, sehingga potensi penularan menjadi berkurang dan jumlah kasus COVID-19 dapat kembali ditekan.