Dapatkan Pendanaan, HappyFresh pun kembali beroperasi

(Business Lounge Journal – News and Insight)

HappyFresh is back! Pada awal September, startup online grocery ini sebenarnya telah memutuskan untuk berhenti beroperasi sementara sehubungan dengan restrukturisasi bisnis yang dilakukan dengan menunjuk firma global Alvarez & Marsal.

Adapun restrukturisasi ini dilakukan akibat gagal bayar kewajiban. Perusahaan telah menunggak gaji sejumlah karyawan dan melakukan PHK pada karyawan kontrak pada bulan Agustus. Hal ini dilakukan perusahaan dengan alasan isu keuangan.

Sejak tahun ini, HappyFresh yang berbasis di Jakarta, terus berjuang untuk meningkatkan modal setelah penurunan tajam di sektor online grocery.

Beroperasi Kembali

Namun perusahaan berhasil memperoleh dana segar berbentuk debt dari Genesis, Innoven, dan Mars dengan nominal yang masih dirahasiakan perusahaan. HappyFresh pun kembali beroperasi di Indonesia.

Seperti dikutip dari Bloomberg, perusahaan telah memberikan pernyataan bagaimana perusahaan kembali beroperaasi di pasar Indonesia setelah melakukan tinjauan strategis. Pernyataan kembali beroperasi ini pun sudah diunggah di Instagram resmi perusahaan. Happy Fresh menyatakan kesiapannya untuk kembali melayani kebutuhan belanja di supermarket favorit konsumen.

Lalu restrukturisasi apa yang terjadi?

Telah diketahui bahwa perwakilan dari perusahaan AS Kroll, Jason Kardachi, akan menggantikan tiga mantan direktur di dewannya, termasuk Lee Jung An, Kai-Kevin Gotthard Kux, dan David Keller. Kardachi akan memimpin praktik restrukturisasi Kroll di Asia Tenggara daan bekerja sama dengan HappyFresh dalam perbaikannya.

Selain itu Guillem Segarra (CEO) dan Frederic Verin (CFO), serta Christoph Krauss (COO) telah diangkat kembali setelah mundur dari tugas sehari-hari mereka. Pihak manajemen juga telah menyampaikan bahwa saat ini perusahaan akan fokus di Indonesia sambil mempertimbangkan opsi untuk bisnisnya di Thailand dan Malaysia.

Sedangkan untuk meninjau situasi keuangan guna menyelamatkan bisnis, perusahaan juga mempekerjakan Alvarez & Marsal Holdings LLC.

Dirindukan Pelanggan

“Kami telah melalui banyak hal. Selama beberapa minggu terakhir ketika kami menghentikan operasi, kami melihat banyak komentar dari pelanggan di berbagai platform media sosial yang menyatakan ketergantungan mereka pada penawaran layanan kami sambil meminta layanan untuk dilanjutkan sesegera mungkin,” tutur Managing Director HappyFresh Indonesia Filippo Candrini dalam sebuah pernyataan.

Penataan Ulang Business Model

Sebenarnya business model yang dimiliki HappyFresh adalah menjadi perantara antara konsumen dan modern trade seperti supermarket. Namun tingginya permintaan telah membuat HappyFresh memperkenalkan “HappyFresh Supermarket” pada tahun lalu. Konsep baru ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap produk kebutuhan harian dengan meningkatkan kehadiran toko virtual.

Langkah ini pun menjadi salah satu strategi agar kolaborasi antara HappyFresh dengan jaringan supermarket nasional dan regional semakin erat. Beberapa bulan setelah peluncuran, pengguna bertumbuh pesat hingga 300% setiap bulannya. Ini menunjukkan ketertarikan pelanggan yang luar biasa atas startup online grocery ini. Namun bagian terbesar dari masyarakat tetap memilih supermarket untuk memenuhi kebetuhan mereka sehari-hari., diikuti pasar tradisional, dan warung kelontong. Sedangkan e-commerce masih menduduki posisi terendah.

Padahal, pandemi telah memaksa sebagian besar kita masuk lebih dalam ke dunia digital. Tetapi dalam hal berbelanja, sebagaian besar masyarakat tetap lebih suka datang langsung untuk membeli kebutuhan mereka. Hal ini penting untuk diperhatikan oleh para pemain online grocery. Karena itu untuk dapat tetap memenangkan hati penggunanya, maka business model mereka harus dikreasikan dengan tepat sasaran.