Teknologi, Baik atau Buruk?

(Business Lounge Journal – Tech)

Teknologi hadir dalam hidup kita setiap hari dan sudah menjadi bagian yang tidak dapat dihilangkan dalam keseharian. Manusia sangat erat dengan teknologi. Teknologi jugalah yang membuat manusia tidak ketinggalan zaman, misalnya mendapatkan berita terbaru dalam sekejap, bahkan di tengah ngopi bersama. Teknologi juga  menghubungkan kita dengan orang yang kita cintai tanpa jarak bahkan walaupun berada di belahan dunia yang lain.

Teknologi kini sangat mempengaruhi hampir setiap aspek kehidupan di abad ke-21 ini. Katakanlah mulai dari efisiensi dan keamanan transportasi, hingga akses ke makanan dan perawatan kesehatan, sosialisasi hingga urusan produktivitas. Kekuatan internet telah memungkinkan komunitas global untuk membentuk dan berbagi ide dan sumber daya dengan lebih mudah. Dari semua inovasi baru-baru ini, mana yang benar-benar tidak dapat kita bayangkan tidak ada  di dalam kehidupan kita sehari-hari?

Teknologi Mempengaruhi Anda?

Menurut Anda, apakah pandemi COVID-19 telah membuat kita semakin bergantung pada teknologi? Atau justru semakin berkurang?  Adakah kita justru merasa tertolong dengan tekonologi ketika mengatasi pandemi ini?

Para ahli  melihat ada tujuh hal terpenting yang menjadi bukti bahwa teknologi telah mempengaruhi kehidupan kita, khususnya  dalam beberapa tahun terakhir ini. Ketujuh hal itu adalah:

  • Privasi kini menjadi sangat berkurang
  • Komunikasi semakin meningkat
  • Akses belanja yang lebih mudah
  • Akses informasi yang lebih baik
  • Kehidupan sosial virtual meningkat tajam
  • Bekerja lebih fleksibel, di mana saja dan kapan saja
  • Pelacakan kesehatan lebih cerdas dari sebelumnya
  • dan lain sebagainya yang tidak dapat disebutkan satu demi satu

Kembali pada pertanyaan di atas: menurut Anda, apakah pandemi COVID-19 telah membuat kita semakin bergantung pada teknologi? Atau justru semakin berkurang?  Adakah kita justru merasa tertolong dengan tekonologi ketika mengatasi pandemi ini?

Anda dapat menjawabnya sesuai pengalaman Anda sendiri. Tetapi suka atau tidak suka, teknologi telah membeli hidup Anda. Teknologi telah merasuk dalam semua segi kehidupan, bukan hanya di negara maju tapi bahkan juga di negara berkembang seperti Indonesia. Coba kita lihat hal-hal ini. Bukankah sekarang hampir semua orang di perkotaan memiliki dompet digital? Bahkan untuk berbelanja di pasar tradisional sekalipun kita dapat Anda bayar dengan menggunakan QRIS.  Atau pikirkanlah  hampir semua merasa tertolong dengan kehadiran Grab food atau Go Food di masa pandemi yang memudahkan Anda memesan makanan hanya dengan melalui apps sehingga Anda tidak ‘keluyuran’ untuk kulineran pada masa stay at home?  Atau memesan obat melalui apps?

Siapa di sini di antara para pembaca yang juga telah mengalami WFH dan bekerja melalui teknologi? Berkat teknologi, kantor-kantor menggunakan Zoom atau Google Meet untuk saling bertemu dan berkoordinasi. Sebelum tahun 2020, hal ini pasti tidaklah familiar bagi Anda dan bahkan Anda tidak mengetahui bahwa semudah itulah mengatur sebuah meeting online.

Zoom-lah yang telah memulai memudahkan semua ini bahkan hingga level anak SD pun di Indonesia kini tahu bagaimana cara menggunakan Zoom. Zoom sendiri mengklaim bahwa  perusahaan  ini kini memiliki 300 juta daily participant (peserta harian)  di awal tahun ini dibandingkan dengan hanya 10 juta pada Desember 2019.

Kini, walaupun tidak bisa ke mana-mana namun, keluarga dan teman bertemu dan bersosialisasi melalui video call, lebih sering dari sebelumnya. Semua terhubung melalui internet, jaringan sosial media dan membuat yang jauh menjadi dekat. Belanja? Itu dilakukan di Tokopedia, Shoppee, Lazada, dan sebagainya. Ngumpul bareng teman? Kini bisa melalui FaceTime, Snapchat, atau lainnya. Ingin dihibur? Jangan kuatir kini ada Netflix, juga ada game online. Mau mencari informasi dan melakukan riset? Cukup buka Google, apa pun dapat Anda ketahui dan pelajari. Hampir setiap aspek rutinitas sehari-hari dapat dipenuhi secara online hari ini dan semua ada dalam satu genggaman smartphone Anda.  Sehingga tampaknya tak terhindarkan bahwa waktu yang kita habiskan untuk online memang  bertambah.

Sosial Media  di Indonesia

Kebanyakan orang kini memanfaatkan sosial media bukan hanya untuk berkomunikasi, tapi juga dalam berjualan online, melakukan promosi produk atau event, membentuk  komunitas dan sebagainya.

Penting untuk melihat data bahwa sebuah riset yang dilakukan oleh Data Reportal menunjukkan jumlah pengguna sosial media di Indonesia pada awal tahun 2022 mencapai 191,4 juta orang. Hal ini disampaikan Data Reportal dalam laporannya yang bertajuk Digital 2022.  Angka ini sangat tinggi yaitu sebesar 68,9 persen dari total populasi di Indonesia yang berpenduduk 277,7 juta hingga Januari 2022.

Data ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia minatnya sangat tinggi dengan platform sosial media dan menggunakan teknologi dalam sosial media itu untuk beragam kebutuhan.

Sisi Buruk Teknologi

Namun, penggunaan beberapa teknologi secara berlebihan telah dikaitkan dengan penurunan kesehatan fisik karena lebih jarang bergerak, mempengaruhi kesehatan  mental dengan kurangnya sosialisasi dan komunikasi secara fisik, peningkatan perpecahan sosial, dan masalah privasi yang terganggu. Jadi tidak dapat dikatakan bahwa teknologi membuat Anda  sepenuhnya  diuntungkan. Teknologi juga memiliki kerugian-kerugian khususnya secara personal dan membuat hidup menjadi sangat penuh dengan banyak ketergantungan. Hal ini akan membuat Anda sebagai manusia dapat kehilangan  “rasa”. Sementara “rasa” itulah yang membuktikan bahwa Anda adalah MANUSIA.  Tanyakanlah diri Anda, bisakah hidup sehari saja tanpa teknologi?

Manfaat dan kebaikan teknologi tentu sangat memudahkan manusia. Namun, bijaklah untuk tetap dapat hidup bersama dan berinteraksi dengan alam sekitar, manusia sekitar Anda. Sehingga hidup bukan hanya bersama sebuah smartphone dan tetap memiliki “rasa” sebagai manusia sejati.

Privasi yang berkurang

Sejak masa pandemi, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang menghabiskan waktu untuk online lebih daripada sebelumnya.  Menurut satu laporan di Amerika yang merupakan negara maju, orang Amerika menghabiskan enam setengah jam sehari online pada tahun 2019. Sebelum pandemi saja sudah selama itu, bagaimana selama pandemi? Pada awal tahun 2021, Pew Research Center melaporkan bahwa 31% orang Amerika menghabiskan waktunya di dunia online hampir terus menerus secara konstan.

Kenyamanan yang diberikan oleh teknologi online juga merupakan sesuatu yang membuat seseorang menjadi ketergantungan online. Akses ke segala sesuatu secara online memberi tingkat kenyamanan yang tak tertandingi.  Namun tahukah Anda? Setiap gerakan yang Anda lakukan secara online direkam dan meninggalkan jejak digital di mana pun Anda berada, di portal manapun yang kunjungi. Peretas dan penipu beredar di dunia maya. Mereka sangat menguasai hal ini, dan mengeksploitasinya demi keuntungan finansial semata.

Namun, sebenarnya teknologi  juga menawarkan cara untuk melindungi diri kita sendiri dan memastikan bahwa kita aman pada saat hidup kita bermigrasi secara online. Hal keamanan ini sangat penting karena kita seringkali mengakses jaringan kerja bersama dari rumah kita sendiri, dan bukan hanya dari kantor.  Kehidupan pribadi Anda dapat dengan mudah diretas bila tidak melindungi diri.

Salah satu teknologi yang akan membantu menjaga keamanan data Anda adalah pengelola kata sandi. Pengelola kata sandi akan melindungi kata sandi Anda yang ada, menyarankan kata sandi baru dan aman, dan dalam beberapa kasus, bahkan memantau web untuk memastikan bahwa detail Anda tidak disusupi. Dengan kata lain dengan adanya kata sandi, tidak mudah diretas.

Kemajuan keamanan hebat lainnya adalah Virtual Private Network (VPN). VPN akan melewati penyedia layanan internet Anda dan menutupi jejak digital Anda. Tidak seorang pun akan dapat melihat konten yang Anda akses. Anda juga dapat menggunakan akun Wi-Fi publik dengan lebih percaya diri.

Namun sekali lagi, teknologi tidak akan berhenti berkembang. Pencuri atau peretas bukan mustahil akan terus berusaha mengembangkan diri untuk meretas data.  Jika Anda hidup dengan teknologi online, adanya peretasan data  sudah menjadi risiko.