Terinfeksi Omicron, Jadi Super Booster?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Omicron terus meningkat di Indonesia. Terakhir pada 1 Februari 2022 jumlah kasus baru sebesar 16.021 kasus. Dengan kondisi seperti ini banyak masyarakat menjadi panik. Namun apakah kita perlu panik? Beberapa penelitian tentang Omicron menyatakan masyarakat tidak perlu panik. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson justru membuat kebijakan yang berbeda dengan para pemimpin dunia dan malah membuat kebijakan bebas mau bermasker atau tidak.

Omicron tidak layak untuk ditakuti. Walau sub-variannya bertambah dan biasanya sub-varian bisa berbeda di berbagai belahan dunia. Ada sub-varian BA.2 yang kini tengah diselidiki. Ini adalah sub-varian dari omicron yang dijuluki “Omicron Siluman”. Minggu lalu, pejabat kesehatan di Inggris mengatakan bahwa mereka sekarang sedang memantau jenis terbaru ini.

Lebih dari 40 negara disebutkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melaporkan kasus BA.2 ini termasuk AS, India, Jerman, dan Australia. Omicron memiliki tiga [subvarian] utama — BA.1, BA.2, dan BA.3 — menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Donald C. Vinh, profesor di Departemen Kedokteran di Universitas McGill, Kanada, kepada MNT. “Sampai sekarang, sebagian besar dari semua kasus Omicron adalah BA.1. Namun di beberapa tempat, BA.2 muncul dan menyebar lebih cepat dari BA.1,” lanjutnya.

Namun justru Omicron dan semua variannya tidak perlu ditakuti walaupun sejauh ini belum jelas efektivitas vaksin  melawan jenis baru ini. Mengapa tidak perlu ditakuti? Karena Omicron adalah super booster, melebihi segala vaksin, yang menghasilkan  super immunity (kekebalan super).

Thomas Unnasch, Profesor Kesehatan USF di College of Public Health mengatakan kepada CBS12 News bahwa orang yang mendapat infeksi terobosan mungkin akan berada dalam kondisi yang sangat baik untuk bergerak maju walaupun berapa lama kekebalan itu akan bertahan belum diketahui.

Pandangan optimis juga datang dari Dr. Jacob Lemieux, spesialis penyakit menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts di Boston yang berkata bahwa ia tidak berpikir itu akan menyebabkan tingkat kekacauan dan gangguan, kesakitan dan kematian seperti yang dilakukan BA.1.  “Saya sangat optimis bahwa kita akan terus bergerak ke tempat yang lebih baik dan mudah-mudahan, tempat di mana setiap varian baru di cakrawala bukanlah berita.” demikian katanya.

Para ilmuwan mengatakan tidak jelas dari mana mutasi ini berasal atau apakah vaksin efektif melawan jenis baru, tetapi para ahli penyakit menular mengatakan bahwa orang yang mengalami terobosan infeksi omicron dapat memiliki kekebalan super. Para ahli percaya omicron bertindak seperti pendorong super dengan melindungi orang dari infeksi dan bukan hanya penyakit yang bergerak maju, yang menurut mereka ini merupakan pertanda yang sangat baik.