2022: Akankah Omicron Melenyapkan Pandemi?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Selamat tahun baru 2022! Kita sudah memasuki minggu pertama tahun 2022. Semua orang menantikan apakah yang akan terjadi pada tahun ini. Terlebih ini memasuki tahun ketiga dari pandemi yang terjadi di seluruh dunia. Kehadiran varian Omicron yang kini menjadi perhatian dunia membuat berbagai analisis muncul dari para ahli di seluruh dunia. Seperti apakah pandangan mereka? Apakah ada harapan lenyapnya pandemi pada tahun 2022 ini?

Dari Pandemi Menjadi Endemi
Jika pandemi beralih menjadi endemi maka itu berarti pandemi itu berakhir walau penyakit tersebut masih tetap ada. Seorang ahli epidemiologi Universitas Boston, Eleanor Murray menjelaskan, โ€œSuatu penyakit dikatakan endemik jika jumlah reproduksi stabil pada satu, yaitu berarti satu orang yang terinfeksi, rata-rata, menginfeksi satu orang lainnya.โ€ Hal ini berarti bahwa kita akan keluar dari fase pandemi dan masuk ke fase endemik. Atau dengan kata lain pandemi akan berakhir. Karena jika penyakit menular diklasifikasikan dalam fase endemik, maka itu berarti tingkat infeksi harus stabil selama bertahun-tahun, daripada menunjukkan lonjakan besar dan tak terduga seperti yang dilakukan COVID-19 varian-varian sebelumnya.

Endemisitas itu sendiri berarti virus memang masih ada dan akan terus beredar di beberapa bagian populasi global selama bertahun-tahun. Tetapi jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah atau yang disebut juga prevalensi dan juga dampaknya akan turun ke tingkat yang relatif dapat dikelola, sehingga akan berakhir lebih seperti flu biasa ketimbang penyakit yang dapat membuat dunia terhenti.

Pertanda Baik di Masa Depan
Saat ini ditemukan bahwa varian Omicron ini sangat menular. Namun hal ini berarti setiap orang yang terinfeksi menginfeksi lebih dari satu orang lainnya sehingga kasus-kasus Omicron akan dapat meledak di seluruh dunia. Namun sebenarnya kita tidak perlu kuatir. Berdasarkan penjelasan dr. John Campbell dari Inggris, yang mengambil data penelitian dari sekelompok ahli di Afrika Selatan yaitu dari Institut Penyakit Menular dan Kedokteran Molekuler, Universitas Cape Town, respons imunitas seluler yaitu sel T yang ditunjukkan oleh infeksi karena Omicron menghasilkan ketahanan kekebalan tubuh yang baik. Sel T atau limfosit T adalah kelompok sel darah putih yang memainkan peran utama pada kekebalan seluler.

Hal ini menjadi pertanda baik jika suatu kali varian COVID-19 yang lebih bermutasi tinggi muncul di masa depan, akan sangat mengurangi keparahan. Sedangkan pada orang-orang yang sudah divaksin ataupun telah mengalami infeksi dan mendapat kekebalan alamiah sebelumnya, didapati masih dapat memberikan perlindungan sesungguhnya dari keparahan penyakit sebagai efek terbatas dari varian Omicron pada respon sel T. Sel T spesifik SARS-CoV-2 memainkan peran kunci dalam mengubah gelombang keparahan COVID-19 dan memberikan kekebalan protektif.

Bagai Cahaya di Ujung Terowongan

Seorang dokter keluarga dan kesehatan masyarakat Prof. Amnon Lahad dan Prof. Zvika Granot dari Israel, mengatakan kepada para reporter internasional bahwa mereka meyakini kalau dilihat dari sudut pandang pandemi, maka ini adalah akhir dari COVID-19. Dia mengatakan demikian karena varian Omicron memiliki gejala yang sangat ringan walau sangat menular.

Prof. Zvika Granot mengatakan oleh karena Omicron sangat menular, banyak orang akan terinfeksi, mengalami pilek dan mungkin demam selama beberapa hari dan kemudian kembali ke kehidupan normal biasa. Ketika ini terjadi, maka sebagian besar masyarakat yang terinfeksi mampu mengatasinya dan akan mengembangkan herd immunity (kekebalan kelompok). Granot mengatakan, โ€œJadi dalam beberapa hal, Omicron mungkin adalah cahaya di ujung terowongan dan bukan bencana.”

Terlebih hal ini dibuktikan bahwa kasus baru PCR positif memang meningkat tapi jumlah kasus yang parah turun atau setidaknya stabil baik di Amerika, di Inggris, maupun di Afrika Selatan. Belajar dari Flu Spanyol 1918 lalu, maka sebelum berakhir, jumlah kasus baru terus berkurang dengan cepat pada akhir gelombang kedua. Sejak saat itu, walaupun masih ada kasus-kasus yang muncul namun menjadi ringan dan sama sekali tidak mematikan atau mengganggu seperti sebelumnya.

Memasuki tahun 2022, mari kita harapkan pandemi ini berakhir dengan sendirinya dan tidak ada ketakutan lagi menghadapi Omicron!