Akselerasi Digital Talent Indonesia Jadi Lompatan Indonesia di Tahun 2022

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Memasuki tahun 2022, Indonesia ingin melakukan lompatan agar menjadi yang terdepan di generasi digital. Pada 15 Desember 2021 lalu, lewat akun twitternya, Presiden Jokowi menulis “Pada peresmian Gerakan Akselerasi Generasi Digital di Jakarta, hari ini, saya menyampaikan data bahwa kita sekarang memiliki 2.319 perusahaan startup, satu decacorn, tujuh unicorn, dan banyak sekali soonicorn. Makin hari makin bertambah.” Menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi pasar digital yang besar dan terus berkembang. Sektor logistik, konsumen baru digital, transaksi e-money, semuanya naik. “Kita perlu ambil kesempatan di tengah kemajuan digital dunia melalui ekosistem digital. Jangan yang mengambil nanti orang lain,” ujar Presiden.

Tantangan yang dihadapi oleh Indonesia bukanlah pasar ataupun kebutuhan modal, namun perlunya Indonesia memiliki digital talent. Mendikbud-ristek, Nadiem Makarim menyampaikan bagaimana terobosan yang dilakukan di dunia pendidikan agar Indonesia memiliki digital talent. Nadiem menggunakan pengalamannya ‘personal journey’ sebelum mendirikan Go-Jek sebagai program digital talent ini. Pengalaman magang, memiliki mentor, memulai entrepreneurship project dan perjuangan lainnya di-compress ke dalam 4 tahun saat kuliah S1.

Magang Bersertifikat

Kemendikbud-ristek mendefinisikan kegiatan ini dengan proses mendaftarkan diri dalam penerimaan mahasiswa magang. Keterlibatan langsung dalam aktivitas internal institusi tempat magang akan membuat para talent memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dari institusi tempat magang. Tidak hanya itu, sederet keuntungan juga diperoleh seperti adanya peluang yang lebih besar bagi talent untuk dipekerjakan sebagai karyawan tetap pada institusi tersebut, pengalaman kerja yang berharga yang dapat digunakan ketika talent lulus dari kampusnya. Selain itu, para talent akan memperoleh gambaran nyata mengenai dunia kerja dengan pengetahuan tentang praktik terbaik dalam industri dan sektor yang diminati. Talent juga diharapkan akan dapat membangun dan memperluas koneksi dengan jaringan dan hubungan  dalam industri tempat magang. Program ini membuat perusahaan menjadi “mini university” dengan satu semester magang dan menggunakan 20 SKS selama magang.

Praktisi Mengajar

Kondisi kampus saat ini sangat kekurangan pengajar yang memiliki latar belakang praktisi. Nadiem merencanakan pada tahun 2022 akan mengajak banyak “jagoan teknologi” untuk turun ke kampus-kampus mengajar mahasiswa sesuai dengan keahlian mereka. Bukan hanya sebagai dosen tamu, tapi memang dedicated untuk mengajar selama satu semester, sekalipun mereka tidak mengajar sepenuh waktu. Program ini dimaksudkan untuk melakukan akslerasi dari generasi muda Indonesia yang berminat dengan teknologi digital.

Praktisi mengajar memang sebuah keuntungan bagi dunia kampus, karena akan menyempurnakan para dosen akademis yang tidak memiliki pengalaman dalam penerapan teori-teori  yang mereka tekuni. Mahasiswa akan menjadi lengkap dari sisi empiris maupun akademis. Kesempatan ini akan menciptakan digital talent yang siap untuk bersaing secara internasional.

Para praktisi tentu saja juga perlu dibekali dengan beberapa teknik mengajar yang efektif. Banyak sekali cara-cara dalam mengajar yang tidak dalam bentuk berbicara sebagai seorang guru. Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi para praktisi di kemudian hari. Pengetahuan tentang pedagogik dilengkapi juga dengan kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai jenis karakter mahasiswa yang memerlukan pendekatan berbeda-beda. Menjadi pengajar juga memerlukan profesionalitas dengan dasarnya adalah cinta dan menyukai untuk mengajar, semua ini dimulai dari visi untuk apa kita mengajar generasi muda. Ditambahkan lagi dengan kepribadian yang dimiliki pengajar itu sendiri akan menjadi teladan bagi mahasiswa dan melekat pada mereka. Pengajar juga harus memiliki kemampuan bersosialisasi dengan mahasiswa yang seringkali juga menjadi sarana untuk menyampaikan pengetahuan dan ketrampilan.

Wirausaha

Digital talent memerlukan program-program wirausaha sebagai aplikasi dari pengetahuan dan keterampilan yang mereka dapatkan. Di sini mahasiswa dengan ide-ide kreatif akan dipertemukan dengan mentor-mentor dari industri yang akan membimbing mereka hingga terwujudnya gagasan mereka. Melalui program ini, inkubasi-inkubasi dalam kampus diberikan pembekalan dan mentorship.

Indonesia adalah negara kelima terbesar dunia dalam jumlah perusahaan start-up. Presiden juga menyampaikan bahwa pertumbuhan pasar digital Indonesia terus meningkat, tahun 2019 sebesar USD 40 miliar, tahun 2020 sebesar USD 47 miliar, tahun 2021 sebesar USD 70 miliar, dan diperkirakan pada tahun 2025 mencapai USD 146 miliar. Indonesia mau tidak mau harus siap akan kemajuan digital dunia. Presiden menceritakan pertemuannya dengan Mark Zuckerberg pendiri Facebook di tahun 2016 saat kunjungan ke Amerika. Zuckerberg mengajak presiden bermain tenis meja dengan menggunak VR Oculus. Zuckerberg mengatakan saat itu bahwa dalam 10-15 tahun akan terjadi jual beli asset virtual seperti mall, kantor dan lainnya.

Raksasa teknologi yang sekarang dikenal sebagai Meta ini telah melakukan investasi signifikan dalam realitas virtual, termasuk akuisisi Oculus pada tahun 2014. Meta yang sebelumnya bernama Facebook telah menghabiskan dana sebesar 10 miliar USD atau setara Rp 140 T di tahun 2021 untuk membangun Metaverse. Metaverse diyakini akan mengubah banyak hal mulai dari berkomunikasi, cara menjalankan bisnis, cara bekerja, bahkan semua kehidupan sehari-hari. Meta adalah dunia virtual dengan avatar digital yang terhubung melalui hiburan, pekerjaan, atau perjalanan dengan menggunakan headset VR. Zuckerberg sangat optimistis bahwa Metaverse akan menggantikan dunia virtual yang sekarang ini kita kenal. “Platform dan media berikutnya akan menjadi lebih imersif dan mewujudkan internet di mana kita berada dalam pengalaman, yang tidak hanya melihatnya, tapi ada didalamnya dan kami menyebutnya metaverse,” kata CEO Meta Mark Zuckerberg. Keyakinan inilah yang membuat Facebook berganti nama menjadi Meta. Saat ini, Metaverse memang belum tercipta dengan utuh, namun ini telah menjadi imajinasi Mark Zuckerberg dan kawan-kawannya yang menjadi visi masa depan. Metaverse memungkinkan perusahaan bekerja tanpa batas.

Untuk Indonesia melakukan lompatan ini, menurut presiden hal utama yang harus dimiliki adalah akselerasi dalam digital talent Indonesia. “Waktu kita tidak banyak, hanya dua tahun” demikian dikatakan Presiden. Apakah Indonesia dapat mencapainya? Optimisme sangat besar tentang hal ini, besarnya bonus demografi yang dimiliki dan tiga gerakan yang dilakukan Nadiem menjadi harapan akselerasi digital talent.

Nadiem Makarim menyebut tiga program ini adalah serangan untuk melakukan akselerasi generasi digital. Diharapkan melalui program-program ini, Indonesia tidak saja mengejar ketertinggalan namun terjadi lompatan di dunia digital. Keberhasilan melakukan lompatan akan ditandai dengan bertumbuhnya digital talent yang menjadi cikal bakal dari perusahaan-perusahaan startup, decacorn, unicorn, dan juga soonicorn.