Booster Vaksin COVID-19, Seberapa Efektif Terhadap Omicron?

(Business Lounge Journal – Medicine)

Semua negara sedang menggaungkan untuk dilakukannya booster vaksin COVID-19. Dengan munculnya varian baru Omicron, booster vaksin menjadi sesuatu yang dipertanyakan. Sejauh ini studi membuktikan bahwa kekebalan yang ditimbulkan dari booster tidak bertahan lama melawan Omicron dibandingkan dengan saat melawan varian Delta.

Mari kita lihat analisis dari Inggris yang menganalisa tiga vaksin yang juga digunakan di Indonesia. Inggris termasuk salah satu negara yang memiliki rekor kasus baru tertinggi secara nasional dalam setahun ini. Kantor Statistik Nasional Inggris memperkirakan bahwa sekitar 1,4 juta orang di Inggris memiliki virus dalam pekan yang berakhir pada 16 Desember 2021. Ini adalah jumlah tertinggi sejak musim gugur 2020 hingga Desember ini.

Para peneliti di Inggris melakuan analisis terhadap 147.597 kasus Delta dan 68.489 kasus Omicron. Hasilnya ditemukan bahwa vaksin Oxford/AstraZeneca, Pfizer/BioNTech, dan Moderna kurang efektif melawan Omicron dibandingkan terhadap Delta. Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) merilis bahwa vaksin booster dapat melindungi terhadap varian Omicron dalam jangka 10 minggu dan semakin lama akan semakin berkurang.

Apakah itu berlaku untuk semua vaksin?
Inggris membuat analisis terhadap tiga vaksin yang digunakan disana yaitu: AstraZeneca, Pfizer, dan Moderna dengan hasil sebagai berikut:
– AstraZeneca: Untuk orang yang memiliki dua dosis awal vaksin Oxford/AstraZeneca, UKHSA memperkirakan vaksin ini sekitar 60 persen efektif dalam mencegah infeksi simtomatik dari Omicron 2 hingga 4 minggu setelah dosis ketiga. Setelah itu menurun menjadi 35 menjadi 45 persen dalam 10 minggu.
– Pfizer: Bagi mereka yang memiliki dua dosis awal Pfizer/BioNTech lalu dibooster maka perlindungan booster adalah sebesar 70 persen pada 2 hingga 4 minggu lalu menjadi 45 persen pada 10 minggu setelah booster Pfizer.
– Moderna: Keefektifan tetap sekitar 70 hingga 75 persen hingga 9 minggu setelah booster dilakukan dan setelah itu menurun.

Secara keseluruhan maka kesimpulannya perlindungan hanya kurang lebih 10 minggu (dua setengah bulan).

Omicron memang dikenal memiliki kemampuan untuk menghindari kekebalan tubuh kita namun kabar baiknya adalah risiko rawat inap di rumah sakit rendah. Pada minggu lalu Imperial College London melaporkan bahwa risiko dirawat di rumah sakit bagi yang terinfeksi Omicron adalah lebih rendah 15 hingga 20 persen daripada varian Delta. Sedangkan UKHSA melaporkan dari hasil analisis awal 114.144 kasus omicron dan 461.772 kasus delta yang terjadi antara 22 November hingga 19 Desember 2021, kemungkinan dirawat di rumah sakit adalah 50 hingga 70 persen lebih rendah, dibandingkan dengan varian Delta.

Rendahnya risiko dirawat di rumah sakit adalah suatu kabar baik yang tidak menakutkan. Sekalipun Omicron merupakan varian yang mudah menular namun tidak perlu dikuatirkan sebagaimana saat merebaknya varian Delta sebelumnya.