Perbedaan Marketing Sebelum dan Sesudah Pandemi (2)

(Business Lounge Journal – Marketing)

Menyambung pembahasan kita mengenai 10 fakta perbandingan kegiatan marketing sebelum dan sesudah pandemi (Baca: Perbedaan Marketing Sebelum dan Sesudah Pandemi (1)) yang dihasilkan dari riset yang dilakukan oleh Harvard University, maka berikut adalah 6 fakta berikutnya.

6. Sebelum: Hubungan itu penting.
Sesudah: Hubungan adalah segalanya.

Kita sudah mengetahui bahwa dasar dari hubungan yang dijalin dengan pelanggan adalah kepercayaan. Penting untuk memastikan bahwa Anda menepati semua yang telah Anda publikasikan sebagai iklan atas produk atau layanan Anda. Pandemi telah membuktikan bahwa hubungan baik yang dapat dijalin dan dipertahankan dengan pelanggan menjadi kuncinya. Sebab semua harus menempuh jalan virtual, secara online, tanpa tatap muka, sehingga dibutuhkan kepercayaan yang dibangun dari sebuah integritas. Demikian juga ketika Anda mulai mencari pelanggan baru maka dibutukan serangkaian strategi terutama tidak hanya menjual produk, namun juga menawarkan sebuah solusi. Ketika Anda menjual sesuatu yang kemudian mengecewakan pembeli oleh karena apa yang Anda tawarkan secara online tidak memberikan solusi bagi mereka sebab apa yang Anda tawarkan tidak sesuai dengan fakta yang ada, maka sudah dapat dipastikan Anda akan kehilangan pelanggan Anda. Belum lagi jika ia membuat sebuah komentar penilaian yang dapat dibaca oleh publik, maka itu akan mempengaruhi banyak orang.

7. Sebelum: Agility adalah proses teknologi.
Sesudah : Agility adalah pendekatan pemasaran modern.

Selama beberapa tahun terakhir, pengembangan teknologi telah menggunakan model agile cycles dan mulai meninggalkan waterfall approaches. Ketika pandemi terjadi dan tidak ada seorang pun yang memiliki pengalaman dengannya, maka pendekatan marketing pun menjadi semakin agile. Bagaimana tidak, semua kegiatan penjualan harus sesuai dengan prosedur kesehatan yang ada. Mulai dari iklan yang disampaikan hingga proses penjualan, semua harus dipastikan aman dan sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan. Misalnya, tidak bisa lagi menunjukkan iklan orang-orang berkumpul bersama, sebab sudah tidak sesuai dengan fakta yang ada. Sehingga dalam sekejap, semua harus melakukan penyesuaian.

Maka kelihatannya, strategi pemasaran yang sangat fleksibel akan menjadi sebuah model yang permanen. Termasuk juga strategi customer service yang harus memiliki prosedur penanganan yang lebih cepat sehingga memberikan solusi. Tidak lagi meminta pelanggan menunggu sekian waktu sementara petugas customer service memintakan persetujuan dengan prosedur yang panjang.

8. Sebelum: Brand Anda harus berada di belakang produk hebat.
Sesudah: Brand Anda harus berada di belakang nilai-nilai hebat.

Pandemi benar-benar menguji loyalitas brand. Indeks Konsumen Masa Depan EY menemukan bahwa hingga 61% konsumen (tergantung pada kategori produknya) menyatakan bersedia untuk mempertimbangkan white label product (produk-produk tanpa brand) bahkan tidak segan untuk mengganti pilihan brand mereka. Pandemi telah membuat para konsumen lebih memperhatikan nilai-nilai yang diekspresikan brand sebelum mereka menentukan pilihan mereka. Kesimpulan dari riset yang dilakukan EY bahwa kualitas, kenyamanan, dan harga memang masih menjadi hal yang paling penting bagi konsumen dalam memilih produk mereka, namun faktor-faktor seperti sustainability, trust, ethical sourcing, dan tanggung jawab sosial semakin penting mempengaruhi konsumen untuk memilih produk dan layanan mereka.

9. Sebelum: Anda memerlukan rangkaian teknologi yang tepat untuk mendukung kesuksesan strategi marketing Anda.
Sesudah: Anda memerlukan keseimbangan  beberapa faktor yang tepat (termasuk teknologi) untuk  mendukung kesuksesan strategi marketing Anda.

Teknologi marketing dan periklanan memang berkembang dengan begitu pesat. Namun ternyata, teknologi bukanlah segalanya. Teknologi haruslah didukung Sumber Daya Manusia serta data yang dimiliki. Pemberdayaan manusia akan mendukung sehingga data dan teknologi dapat di digunakan secara maksimal di seluruh organisasi. Namun tidak hanya itu, penting untuk memastikan bahwa semua orang memiliki keterampilan yang tepat dan digunakan secara efektif dengan pendekatan pengukuran yang tepat sehingga inovasi yang dilakukan berhasil. Tanpa adanya keseimbangan antara teknologi, data, dan pemberdayaan manusia, maka akan sangat sulit memperoleh hasil yang maksimal.

10. Sebelum: Marketing  penting untuk pertumbuhan.
Sesudah: Marketing menjadi pusat agenda dari para C-suite

Marketing sering kali menjadi cost center dalam perusahaan, namun ketika memasuki masa yang sulit, maka tim ini jugalah yang sering kali mendapatkan pengurangan pekerja. Namun, selama pandemi, marketing semakin ditingkatkan terutama pada C level yang berkaitan dengan transformasi digital, customer journey, dan suara konsumen — yang semuanya ini sangat penting bagi pemimpin fungsional lainnya. Jika para C level tidak dapat memahami pemikiran pasar, baik dalam kondisi baik mapun buruk, maka C level tidak akan dapat menyesuaikan diri dengan ancaman dan peluang yang ada sehingga dapat berhasil menavigasi masa depan.

Namun, pandemi telah menciptakan suatu budaya gaya kepemimpinan yang saling berkolaborasi secara langsung dan fokus pada kebutuhan yang mendesak untuk terus bertahan. Marketing sekarang memiliki kesempatan untuk mengambil peran sentral yang berkelanjutan sehingga mendorong agenda pertumbuhan dan inovasi organisasi yang lebih luas.

Tetapi jangan lupa bahwa sebagai seorang pelaku marketing, kita dituntut untuk dapat memadu antara seni dan sains secara berkelanjutan. Antara manusia dan otomatisasi teknologi haruslah berjalan dengan seimbang. Data tanpa manusia yang dapat menganalisanya, maka tidak akan menjadi apa-apa. Pandemi telah mengajarkan banyak hal termasuk menyeimbangkan strategi, eksekusi, dan teknologi yang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan bisnis yang ada. Untuk kamu para pelaku bisnis. maka penting untuk tidak hanya berpatokan dengan cara-cara masa lalu, namun bukalah kemungkinan untuk segala penyesuaian yang ada saat ini. Jangan lupa untuk tetap memprioritaskan perspektif pelanggan saat ini dan sampai selanjutnya.

Pict