Kompas100 CEO Forum ke-12: Presiden Jokowi Sampaikan Sejumlah Fakta Pergerakan Positif Perekonomian Indonesia

(Business Lounge Journal – News)

Presiden Jokowi berkesempatan memberikan pidato pada Kompas100 CEO Forum yang ke-12 yang bertajuk Ekonomi Sehat 2022 pada Kamis, 18 November 2021. Sebuah optimisme disampaikan oleh Presiden Jokowi di hadapan sejumlah CEO yang hadir di Istana Negara berdasarkan sejumlah data yang menggambarkan pergerakan positif perekonomian Indonesia, seiring semakin terkendalinya laju pandemi. Namun kita tidak dapat menutup mata atas beberapa masalah global yang masih berlangsung terkait dengan perubahan iklim, inflasi, hingga permasalahan global supply chain. Meski demikian, sejumlah indikator telah menunjukkan bahwa Indonesia sedang meraih kemajuan.

Kita patut berbangga sebab seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia saat ini telah hampir menyamai kondisi sebelum Indonesia mengalami pandemi. Sebagai perbandingan pada Maret 2021 tercatat 113,8, sedangkan pada Oktober 2021 tercatat 113,4. Hal yang sama juga terlihat pada Retail and Sales Index (RSI) yang juga menguat seiring dengan peningkatan mobilitas di angka 5,2%. Di sisi produksi, angka Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktor juga telah berada di angka 57,2, dibandingkan dengan angka sebelum pandemi berada di angka 51. “Artinya apa? Manufaktur sudah berproduksi! Kenapa berproduksi? Karena konsumen meminta. Ada demand di situ. Tidak mungkin tidak ada demand dia berproduksi,” ucap Presiden Jokowi. Ini pula yang menurut Presiden Jokowi, menjadi penyebab peningkatan angka ekspor yang naik 53,3% pada bulan ini (YOY) dan impor yang juga naik menjadi 51% pada bulan ini (YOY).

Secara jelas Presiden Jokowi menekankan bahwa kunci pemulihan ekonomi pada tahun 2022 hanya ada satu, yakni pengendalian Covid-19. Selama laju pandemi tidak berhasil dikendalikan dengan baik, perekonomian akan terancam mengalami keterpurukan kembali. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi juga mengajak untuk bersyukur terutama atas sejumlah hal terkait penanganan Covid-19. “Jika kita kembali melihat pada pertengahan Juli 2021 lalu, saat kasus harian mencapai 56ribu, betapa sangat meloncatnya hanya dalam waktu 2-3 minggu langsung berada di puncak, 56ribu. Rumah sakit pontang-panting, urusan oksigen, obat. Kuncinya menurut saya adalah gotong royong, kerja bersama-sama, solidaritas antar seluruh elemen bangsa dan itu sudah kita tunjukkan pada Juli, Agustus, September. Kita bisa melakukan itu. Sekarang kasus harian sudah berada di kisaran 500, 400, 300. Ini patut kita syukuri. Tetapi hati-hati, lihat juga perkembangan Covid-19 di negara-negara lain,” papar Presiden Jokowi.

Hal lain yang juga menjadi kunci sukses penanganan Covid-19 ialah kemajuan vaksinasi yang dilakukan kepada masyarakat Indonesia. Presiden Jokowi mengatakan bahwa hingga saat ini, pemerintah telah berhasil menyuntikkan 219,4 juta dosis vaksinasi, dengan 63,4% merupakan dosis pertama dan 41,4% adalah dosis kedua. “Jumlah yang tidak sedikit dan bukan hal yang mudah. Negara kita juga bukan negara dengan geografis yang gampang. 17.000 pulau, membawa vaksin dengan sepeda motor, menggunakan perahu. Bukan hal yang mudah. Akhir tahun ini kita harapkan sudah bisa mencapai 280 juta dosis,” ucap Presiden Jokowi.

Hal penting lainnya yang dipaparkan oleh Presiden Jokowi bagaimana pemerintah telah berhasil menyelesaikan sejumlah proyek infrastruktur penting dan ini tentu saja menambah optimisme Indonesia dalam menghadapi tahun 2022. Selama enam tahun terakhir pemerintah telah menyelesaikan jalan tol sepanjang 1.640 km dan 4.600 km jalan non-tol. Begitu pula bandar udara dan pelabuhan. Hingga 2021 pemerintah telah membangun 15 bandara baru dan melakukan ekspansi serta perbaikan untuk 38 bandara lama. Sementara pelabuhan yang terbangun telah mencapai 124 pelabuhan baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dalam rangka ketahanan pangan, pemerintah juga telah membangun 22 bendungan hingga 2021 ini. Ditargetkan sampai 2024 nanti, pemerintah akan membangun setidaknya 65 bendungan. Ini sebuah pencapaian yang luar biasa. Karena itu Presiden Jokowi berharap para pemerintah daerah Provinsi, Kabupaten, dan Kota untuk segera menghubugnkan jalan-jalan yang dibangun tersebut segera dihubungkan dengan kawasan-kawasan pertanian, kawasan pariwisata, kawasan perkebunan, dan kawasan industri.

Hal lain yang juga menjadi perhatian pemerintah ialah terkait hilirisasi industri demi meningkatkan nilai tambah. Di hadapan para CEO, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus menjalankan strategi hilirisasi. Kebijakan pemerintah untuk menghentikan ekspor raw material nikel telah terbukti memberikan dampak yang positif bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Salah satu dampaknya ialah berkurangnya defisit neraca perdagangan antara Indonesia dengan RRT. Pada 2018 Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan dengan RRT sebesar minus 18,41 miliar USD. Angka ini menyusut hingga hanya senilai minus 1,50 miliar USD pada tahun 2021. Di sisi lain, investasi hilirisasi besi baja sebagai dampak dari penghentian ekspor bahan mentah ini telah tercatat sebesar 15-17 miliar USD dan berhasil menyerap 100 ribu tenaga kerja di wilayah Indonesia Timur. “Mengapa kita melakukan (hilirisasi) ini? Kita ingin nilai tambah (added value). kita ingin ciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya dan itu sekarang mulai disadari oleh negara-negara lain, mereka mau tidak mau harus investasi di Indonesia atau harus berpartner dengan kita,” ucap Presiden Jokowi.

Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr