Empat “Ternyata” yang Kita Miliki Selama Pandemi

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Kita dapat mengambil hal yang baik dari segala sesuatu yang terjadi di sekitar kita, bahkan dari hal yang kurang baik sekalipun. Termasuk dari kejadian pandemi yang saat ini masih kita alami. Ada banyak hal baik yang ternyata dapat kita sadari dari situasi ini. Sesungguhnya tidak ada seorang pun dari generasi yang hidup sekarang ini pernah mengalami masa pandemi, sehingga masa pandemi ini pun menjadi ajang pembelajaran yang menghasilkan banyak penemuan dan inovasi yang canggih termasuk mempengaruhi berbagai sektor kehidupan kita. Tidak hanya sektor kesehatan dan komunikasi, tetapi juga sektor ekonomi, pendidikan, geopolitik, sosial, hingga pertahanan dan keamanan.

Tetapi ini tidak hanya berbicara masalah tekonologi tingkat dunia, secara individu pun dapat dipastikan ada banyak hal yang ternyata telah kita pelajari dalam hampir 2 tahun terakhir ini.

Ternyata kita dapat sangat mudah beradaptasi

Ternyata kita semua – sebagai manusia – sangat mudah beradaptasi lebih dari yang kita bayangkan sebelumnya. Tidak hanya itu, kita memiliki kapasitas untuk mengatasi berbagai rintangan yang tak terpikirkan. Ya, pandemi telah menguji ketahanan kita baik secara individu maupun secara kolektif. Sehingga semua kita di seluruh dunia – tanpa terkecuali – harus mulai membiasakan diri dengan kehidupan ‘new normal’ serta rutinitas sehari-hari yang berubah. Semua sistem kehidupan kita jauh berubah, dari kegiatan belajar mengajar, bekerja, berbelanja, bahkan bersosialisasi. Tanpa terasa, semua orang pun mulai memasukkan unsur-unsur humanis dalam kehidupannya sehari-hari.

Ternyata kita dapat menjadi sangat selektif dan sangat berhati-hati

Sebelum pandemi melanda, semua orang akan mencari kesibukannya masing-masing bahkan kadang-kadang sampai mengabaikan faktor-faktor lain. Lebih sibuk, lebih banyak, lebih padat, maka akan terlihat lebih baik bahkan seperti tidak ada rasa cukup. Namun tiba-tiba, pandemi menghentikan semuanya. Adanya rasa “takut”, “gentar”, “kuatir”, membuat semua semakin berhati-hati dan ternyata semua yang lebih itu, belum tentu lebih baik.

Pandemi membuat semua berhenti sejenak dan melakukan intropeksi, sehingga orang tidak lagi melihat dari sisi kuantitas belaka melainkan keamanan. Apakah cukup aman? Apakah cukup sehat? Apakah tidak berbahaya? Semua yang akan dilakukan, semua keputusan yang akan diambil, akan berdasarkan perhitungan yang matang.

Ternyata keputusan bagaimana menjalani hari ini menjadi satu-satunya keputusan yang dapat kita buat secara konsisten

Apa yang terjadi pada sepanjang tahun 2020 adalah sebuah pembelajaran. Pada awal tahun lalu, para pengusaha membuat perencanaan bisnis sepanjang tahun, para pelaku seni pun mengatur schedule pameran dan pertunjukan, dan kita pun sudah merencanakan liburan kita. Tetapi siapa menyangka pada bulan Maret kita harus membatalkan semua perencanaan kita sepanjang tahun 2020. Bahkan ketika kita memasuki tahun 2021 pun kita tidak berani untuk membuat sebuah perencanaan dengan keyakinan bahwa 100% persen akan berjalan sesuai dengan apa yang kita prediksikan.

Oleh karena itu, waktu-waktu ini sangat berharga. Bagaimana kita memilih untuk dapat menghabiskan “hari ini”, mungkin merupakan satu-satunya keputusan terpenting yang dapat kita buat secara konsisten. Sebab kita tidak akan bisa memprediksikan apa yang akan terjadi pada esok hari.

Bagi seseorang yang sehat, maka menjalani satu hari tidak akan menjadi sebuah masalah. Tetapi bagi mereka yang hari-harinya menjadi sangat terbatas, maka satu hari menjadi tidak ternilai harganya. Bahkan tidak dapat disamakan dengan harga barang-barang termahal yang pernah ada. Jika kita benar-benar memahami betapa terbatasnya waktu kita, maka dapat dipastikan, semua kita akan sangat serius menyusun jadwal harian kita.

Ternyata kita dapat menjadi sangat murah hati

Ada banyak kebaikan yang berkembang selama masa pandemi ini. Orang tidak hanya memikirkan dirinya masing-masing, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Sehingga bersama-sama menolong yang lain untuk sama-sama survive. Mulai dari bagi-bagi sembako, bagi-bagi makanan, bagi-bagi uang, dan banyak lagi.

Jadi tidak ada alasan untuk menganggap bahwa tidak ada yang baik yang dapat kita ambil dari pandemi ini.