Kembali ke Dunia Kerja dengan Leadership Mindset yang Baru

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Kita bersyukur bahwa roda-roda perekonomian telah kembali bergerak dan kegiatan bisnis pun telah kembali berjalan dan bersiaplah untuk kesibukan demi kesibukan yang akan segera menyambut Anda. Namun kali ini, kembalilah kepada kesibukan Anda dengan sesuatu yang berbeda. Sebagai seorang pemimpin, maka ada baiknya sejenak Anda me-review mindset kepemimpinan apa yang selama ini Anda miliki. Saya yakin bahwa selama pandemi berlangsung, maka Anda pun semakin terasah menjadi seorang pemimpin sebab tentunya ada banyak situasi kritikal yang memaksa Anda untuk mengambil keputusan yang penting dan menentukan.

Yuk, sejenak kita review hal-hal baik apa yang sudah kita miliki sebagai seorang pemimpin selama pandemi ini.

Menjadi pendengar yang baik

Listens first and talks last” – apakah ini telah menjadi moto hidup Anda sekarang?  Bukan hal yang mudah untuk dapat bertahan selama masa pandemi ini, ada banyak kisah yang Anda dan tim alami. Rasa sepenanggungan yang sama ternyata telah membentuk Anda menjadi seorang pendengar yang lebih baik. Benar bukan? Sebab jika bukan Anda yang mau mendengarkan mereka, siapa lagi? Karena, itu jangan berhenti! Ketika Anda kembali ke tempat kerja Anda, maka lanjtukanlah.

Seorang pemimpin yang efektif akan mendengarkan terlebih dahulu baru berbicara kemudian. Karena itu dalam segala keadaan, jangan mengambil kesimpulan, jangan mengambil keputusan, sebelum Anda mendengar apa yang disampaikan oleh mereka yang terkait. Hal ini juga tentu saja akan sangat berhubungan dengan rasa empati. Saya yakin, keadaan saat ini telah menjadikan Anda seseorang yang berempati.

Ketika Anda sedang memberikan penugasan, hendaknya tidak satu arah, galilah terlebih dahulu bilamana situasi memungkinkan dan dukunglah anggota tim Anda untuk dapat menyelesaikan penugasan tersebut. Upayakan untuk mengutamakan rasa empati dalam setiap percakapan. Jangan langsung menanyakan mengenai deadline, target, dan sejenisnya, tetapi tanyakan bagaimana kabar lawan bicara Anda pada saat itu dan berikan kesempatan ia bercerita dan dengarkanlah.

Menjadi seorang coach bukan boss

Saya yakin bahwa ada banyak pembelajaran yang telah Anda terima di masa pandemi yang teah mengikis sifat ‘bossy’ Anda. Seorang pemimpin yang sesungguhnya tidak hanya semata-mata memberi tahu anak buahnya tentang apa yang harus mereka kerjakan, melainkan bertanggung jawab untuk melatih dan memberdayakan mereka. Pelajaran yang telah kita terima selama masa pandemi ini telah membukakan mata kita bahwa setiap orang membutuhkan support. Karena itu, alih-alih hanya menawarkan nasihat, Anda dapat berbagi pengalaman tentang apa yang Anda alami terkait penugasan yang harus dikerjakan anggota tim Anda. Namun tidak hanya berbagi kesuksesan semata-mata, tetapi bagaimana Anda dapat belajar dari kesalahan yang Anda lakukan, akan menjadi bagian yang berharga bagi mereka.

Menghargai feedback

Satu hal juga yang Anda pelajari selama pandemi ini adalah untuk tidak hanya bergantung pada pendapat Anda sendiri, melainkan orang lain. Secara teori memang mereka yang mendapatkan banyak feedback dan menghargainya, dijamin akan dapat berkembang secara lebih baik. Tetapi bagaimana jika Anda menjadi seorang pemimpin yang ‘miskin’ feedback oleh karena tidak ada yang berani untuk mengoreksi Anda atau pun mereka yang ada di sekeliling Anda telah memiliki persepsi yang negatif dan merasa bahwa hanyalah kesia-siaan memberikan feedback sebab tidak akan mendapatkan tanggapan. Ini merupakan sebuah kerugian.

Karena itu, seberapa senior pun Anda, milikilah target untuk terus berkembang. Sama seperti Anda memberikan feedback untuk bawahan langsung dan kolega Anda, maka pastikanlah bahwa mereka juga harus melakukan hal yang sama untuk Anda. Bila Anda seorang CEO sekalipun, Anda harus memiliki orang-orang yang akan secara berkala memberikan Anda feedback dan temukanlah area-area dalam diri Anda yang masih membutuhkan pengembangan.

Selain 3 hal di atas, maka ada hal penting juga untuk Anda terapkan.

Lead by example

Ini sangat penting dan saya yakin bahwa Anda dapat mempraktekkannya ketika Anda kembali ke tempat kerja Anda. Alih-alih memberikan berjuta kata untuk dapat dilakukan oleh anak buah Anda, maka tunjukkan saja melalui perilaku Anda, ini akan lebih efektif bagi anak buah Anda untuk dapat melakukan apa yang Anda harapkan. Bagaimana Anda ingin meminta tim Anda untuk tepat waktu, jika Anda sendiri bukan seorang yang tepat waktu.

Jika Anda adalah seorang yang selalu berbuat baik, memperhatikan pendapat lawan bicara, perhatian, dan tidak egois, maka akan lebih mudah menuntut tim Anda untuk melakukan hal yang sama. Ketahuilah bahwa sebagai seorang pemimpin, setiap gerakan Anda diamati dengan cermat terutama pada krisis seperti masa pandemi yang telah pernah kita alami bersama. Karena itu, tunjukkanlah sikap dan perilaku yang Anda ingin agar dimiliki oleh orang lain.

Ini adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan semua nilai-nilai positif diri Anda. Selain itu prioritaskanlah kepentingan bersama dengan secara konsisten berfokus pada “kami” daripada “saya”. Bersama-sama tentu saja akan lebih kuat daripada seorang diri.