Hari-hati! Jangan Selalu Berkata “Ya” dalam Setiap Peluang Bisnis Anda

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Apakah Anda termasuk seorang yang berani berkata “tidak” ketika Anda sedang merintis bisnis Anda? Sering kali karena mempertimbangkan rasa “sungkan”, mempertimbangkan hubungan baik dengan beberapa orang yang dirasa penting bagi bisnis Anda, maka Anda pun menjadi enggan untuk berkata “tidak”. Atau sebaliknya, memiliki sebuah ambisi untuk segera membawa bisnis Anda ke jalan sukses membuat Anda pun selalu berkata “ya” terhadap semua penawaran yang datang. Apakah semudah itu?

Kata “tidak” rasanya menjadi seperti sebuah penolakan yang negatif dan dapat mempengaruhi hubungan baik di kemudian hari. Sementara kata “ya” menjadi suatu yang menjanjikan dan membuka peluang kerberhasilan selebar-lebarnya. Apakah memang demikian?

Sekarang mari kita mencoba berpikir sebaliknya. Bagaimana jika kata “ya” justru menjadi sebuah jalan tol yang dengan cepat membawa Anda pada situasi yang berbahaya dan merugikan bisnis Anda? Sekarang mari kita bahas mengapa berkata “tidak” dapat menjadi suatu hal yang penting bagi seorang pebisnis.

Menciptakan sebuah bargaining power dan membuat bisnis Anda menjadi kompetitif

Sebenarnya sangat dipahami bila Anda berkeinginan untuk segera berkata “ya” terhadap semua prospek yang ada di hadapan Anda, sebab Anda pun sedang berupaya menjajaki jalur yang harus Anda tempuh untuk sampai pada kesuksesan. Namun, letakkan pada benak Anda bahwa berkata “tidak” bukan berarti menutup jalur sukses Anda, tetapi sebaliknya justru membawa Anda kepada sebuah keberuntungan.

Ketika Anda berani berkata “tidak” sebenarnya Anda sedang menetapkan sebuah bargaining power (namun tetap harus mempertimbangkan situasi dan kondisi yang ada). Bargaining power ini kelak akan melahirkan penawaran kompetitif yang jelas bagi perusahaan Anda. Gunakan “tidak” secara strategis untuk menjaga diri Anda dan tim Anda tetap fokus pada misi bisnis yang sebenarnya. Mengatakan “tidak” pada dasarnya berarti mengatakan “ya” untuk sesuatu yang lain — sesuatu yang pada akhirnya lebih baik untuk Anda dan bisnis Anda.

Anda dapat melakukan ini sebagai sebuah strategi terhadap mitra bisnis Anda. Anda tentu tidak mau menjadi back up terakhir bagi mitra bisnis Anda bukan? Karena Anda selalu memberikan kata “ya” maka orang akan menaruh Anda pada pilihan terakhir setelah mereka menemukan jalan buntu. Percayalah bahwa strategi berkata “tidak”pada tempatnya akan memungkinkan Anda untuk tetap lebih kompetitif dan menciptakan proposisi nilai pelanggan yang jelas dan unik di dalam pasar. Sebaliknya menerima setiap tawaran, setiap pelamar, setiap kemitraan, kemungkinan besar akan membuat bisnis Anda tidak berada pada bisnis yang seharusnya.

Meminimalkan risiko yang harus Anda tanggung terutama dalam hal biaya

Ketika bisnis Anda mulai sukses, maka dengan sendirinya semakin banyak peluang dan permintaan yang datang kepada Anda. Maka, tentu saja akan semakin sulit membuat setiap keputusan. Belum lagi pertimbangan-pertimbangan internal yang harus Anda buat. Sebagai seorang pengusaha, ada banyak keputusan yang perlu Anda buat. Jika Anda memiliki default “ya” untuk sebagian besar skenario, maka hasilnya bisa sangat membahayakan bisnis Anda. Sebab jawaban “ya” belum tentu selalu lebih baik.

Misalnya, Anda mungkin mengatakan “ya” untuk sebuah peluang bagus yang datang, tetapi jangan lupa untuk tetap melakukan review atas proses yang harus dilalui. Penting untuk tetap waspada sebab Anda tidak dapat memprediksi masa depan. Lakukan due diligence sehingga Anda yakin benar dengan keputusan “ya” atau “tidak” yang Anda ambil.

Sebagai seorang pemimpin, Anda harus melatih diri Anda untuk semakin jeli dan tentu saja menjadi lebih selektif.

Tetapkan batasan yang jelas secara pribadi dan profesional

Ada sebuah anggapan bahwa untuk menjadi seorang pebisnis yang sukses, maka Anda harus bersedia berkorban. Maka sering kali ini pun membuat Anda dengan ringan mengorbankan hal-hal yang Anda anggap sederhana, seperti waktu bersama keluarga, moment liburan, dan sebagainya. Hal ini sebenarnya kurang tepat. Sebab moment yang Anda korbankan saat ini, kemungkinan besar tidak akan Anda alami kembali. Misalnya, kesempatan menemani orang tua Anda berlibur, kesempatan untuk melihat kelahiran putra Anda, dan sebagainya. Ya, ini tentu akan menjadi sebuah pilihan yang sulit. Namun, ketahuilah Anda tidak harus mengorbankan hal-hal yang benar-benar penting bagi Anda. Mengatakan “tidak” adalah tentang penentuan prioritas —identifikasilah apa yang benar-benar penting bagi Anda dan fokuslah pada hal tersebut.

Berikut adalah beberapa pertanyaan sederhana untuk memastikan Anda yakin dengan jawaban “ya” yang Anda pilih.

  • Apakah Anda memiliki resources? Jika ya, apakah menjalankan keputusan ini akan membuat Anda harus meniadakan tugas-tugas lain yang lebih mendesak atau lebih critical?
  • Apakah proyek ini cukup masuk akal untuk bisnis Anda, apakah visi dan misi dari proyek tersebut sesuai dengan visi dan misi usaha Anda?
  • Apakah mengatakan “ya” berarti Anda harus melakukan kompromi terhadap nilai-nilai yang bertentangan dengan core values bisnis Anda?
  • Perhitungkan apa saja yang harus Anda lakukan sebelumnya untuk mengerjakan proyek atau usaha ini.

Jangan lupa, bisnis Anda adalah bagian dari kehidupan Anda. Oleh karena itu penting untuk berhati-hati ketika akan mengatakan “ya” atau “tidak” sehingga tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip penting dalam hidup Anda.