Ternyata Selama Pandemi, Sesama Pekerja Semakin Saling Menghargai dan Tahu untuk Berterima kasih

(Business Lounge Journal – Human Resources)

Gratitude is the key to happiness in the workplace and everywhere else.

DR. ROBERT EMMONS, Professor at UC Davis

Sebuah riset yang dilakukan oleh Workhuman baru-baru ini mendeteksi bahwa hampir 4 dari 10 responden (38%) berencana mencari pekerjaan baru dalam 12 bulan ke depan. (Baca: Setelah 1,5 Tahun dengan Gaya Kerja Baru, Sekarang Mau Resign? (Sebuah Survei)). Yup, selama 1,5 tahun ada dalam masa pandemi telah membuat banyak orang melakukan review atas pekerjaan mereka sekarang dan juga membuat sebuah prediksi atas apa yang mereka butuhkan di masa depan.

Namun demikian, hasil riset ini juga menyatakan bahwa walaupun terjadi peningkatan persentase mereka yang berniat untuk berpindah kerja, namun ada hal positif lainnya, yaitu bagaimana terjadi sebuah perubahan budaya perusahaan secara positif. Hal ini sangat penting untuk diperhatikan oleh para pebisnis untuk mempertahankan para pekerjanya.

Perubahan budaya perusahaan

Selain dari adanya perubahan budaya perusahaan untuk beradaptasi dengan aturan-aturan kesehatan terkait pandemi Covid19, maka riset yang dilakukan penyedia perangkat lunak manajemen sumber daya manusia berbasis awan ini juga menemukan sebuah perubahan positif lainnya. Ketika responden ditanya apa yang terjadi dengan budaya perusahaan selama pandemi COVID-19, maka jumlah responden yang menjawab bahwa pada bulan terakhir mereka mengalami perubahan positif pada budaya perusahaan mereka, meningkat hampir 3x lebih banyak. Ini jelas merupakan sebuah dampak yang baik.

Meningkatnya Rasa Saling Menghargai

Dalam risetnya, Workhuman mendeteksi adanya tren yang meningkat dalam hal penghargaan dan rasa terima kasih di dunia kerja. Selama empat tahun terakhir, hasil dari riset yang dilakukan Workhuman tergambar ada lebih responden yang merasa dihargai serta juga menghargai orang lain dalam tempat kerjanya. Di sisi lain, ada lebih sedikit pekerja yang menjawab bahwa mereka pernah tidak dihargai di tempat kerja mereka.

 

Ketika para karyawan mendapatkan rasa terimakasih dari atasannya atau timnya, maka ini akan sangat berdampak pada engangement mereka kepada perusahaan. Namun tidak hanya itu, mereka yang merasa dihargai akan memberikan dampak pada kesehatan organisasi secara keseluruhan. Tentu saja mereka akan juga akan semakin betah berada pada perusahaan Anda.

Dari riset yang dilakukan oleh perusahaan maka juga ditemukan bahwa baik mereka yang mendapatkan ucapan terimakasih juga mereka yang memberikan ucapan terimakasih, keduanya mendapatkan dampak yang postif yang dapat memberikan pengaruh positif juga kepada budaya perusahaan.

Ketika responden ditanya apa yang terjadi dengan budaya perusahaan selama pandemi COVID-19, maka jumlah responden yang menjawab bahwa pada bulan terakhir mereka mengalami perubahan positif pada budaya perusahaan mereka, meningkat hampir 3x lebih banyak. Dengan demikian dapat dikaitkan adanya hubungan berbalik antara stress dan rasa dihargai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, data mengungkapkan bahwa semakin seseorang dihargai di tempat kerja, maka semakin rendah tingkat stres mereka dan semakin besar rasa terimakasih mereka.

Dua kebutuhan non material para pekerja

Kembali lagi disampaikan bahwa penting bagi pebisnis untuk mempertahankan tenaga-tenaga terbaiknya tentu saja dengan memperhatikan apa yang mereka butuhkan. Ada dua hal penting yang kedengarannya mungkin sepele, tetapi coba Anda perhatikan apakah selama pandemi ini, kedua hal tersebut masih tetap Anda berikan. Apreasiasi dan komunikasi adalah dua hal yang mengalami perubahan total selama pandemi ini.

Bagaimana supaya para pekerja tahu bahwa hasil kerjanya diapresiasi sementara mereka tidak dapat melihat body language kita? Bagaimana dapat membangun komunikasi yang efektif sementara tidak saling bertatap muka. Ya, memang sekarang sudah ada berbagai platform yang dapat digunakan untuk berkomunikasi, tetapi sekedar menggunakan saja tidak cukup. Dibutuhkan seni tersendiri untuk dapat membangun komunikasi yang efektif melalui berbagai platform tersebut. Apalagi pada masa pandemi seperti sekarang ini, begitu banyak mereka yang membutuhkan sentuhan-sentuhan secara emosional sehingga semua karyawan dapat merasa aman.

Mengutip apa yang dikatakan DR. Robert Emmons, seorang Professor di University of California, Davis bahwa adanya rasa terima kasih adalah sebuah kunci kebahagian di tempat kerja dan di mana pun juga.