Siap-siap Peta Dunia Berubah! Yuk Kenalan dengan Samudera Baru

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Selama ini Anda pasti hanya mengenal 4 samudera yang mengelilingi bumi yaitu Samudera Pasifik, Samudera Hindia, Samudera Atlantik, dan Samudera Arktik. Masing-masing samudera ini memiliki letak, luas dan ciri khas yang berbeda-beda.

Namun, tahukah Anda bahwa pada peringatan Hari Laut Sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Juni 2021, National Geographic untuk pertama kalinya sejak kurang lebih seabad berlalu, secara resmi memperkenalkan dan mengakui satu samudera baru yang diberi nama Samudera Selatan. Dengan demikian, tambahan terbaru samudera ini akan mempengaruhi gambar-gambar peta dunia yang akan dibuat oleh National Geographic ke depannya.

Pada tahun 1999 di Amerika Serikat, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) telah mengakui keberadaan samudera kelima ini dan bukan hanya NOAA saja, tetapi juga oleh para ilmuwan.

“[Keberadaan] Samudera Selatan telah lama diakui oleh para ilmuwan, tetapi karena tidak pernah ada kesepakatan internasional, kita tidak pernah secara resmi mengakuinya,” kata Alex Tait, ahli geografi di National Geographic Society. Dengan diumumkannya kepada publik, maka saat ini Samudera Selatan telah diakui oleh komunitas ilimah  secara Internasional.

Salah satu keunikan yang mencolok dari Samudera Selatan jika dibandingkan dengan empat samudera lainnya adalah batas-batasnya yang tidak ditentukan oleh benua atau pulau, melainkan oleh arus. “Dikelilingi oleh Arus Lingkar Antarktika yang sangat cepat, ini adalah satu-satunya samudera yang menyentuh tiga samudera lainnya dan yang sepenuhnya memeluk sebuah benua ketimbang dipeluk oleh mereka.” ujar Sylvia Earle, Ahli Biologi Kelautan dan Explorer di Large National Geographic.

Arus Air Antartika atau yang sering disebut Antartic Circumpolar Current (ACC) inilah yang bergerak cepat dari barat ke timur sekitar Antartika, yang berpusat di sekitar garis lintang 60 derajat selatan. Disebutkan oleh National Geographic, air di dalam ACC lebih dingin dan sedikit kurang asin daripada air laut di utara.

Cassandra Brooks, seorang asisten profesor dalam studi lingkungan di University of Colorado, menyebutkan Samudera Selatan adalah samudera yang istimewa. Dalam 15 tahun karirnya memperlajari Antartika, ACC yang kuat ini adalah aliran kritis yang disebut dapat membantu mengatur iklim Bumi.

Selain itu, samudera dengan luas 21.960.000 km persegi dengan kedalaman rata-rata 3.270 meter, hidup penguin Kaisar (Aptenodytes Forsteri), anjing laut Wendell (Leptonychotes Weddellii) dan ribuan organisme unik lainnya yang tidak dapat Anda temukan di tempat lainnya. Bahkan, hewan seperti Paus Bungkuk (Megaptera novaeangliae) menjadikan wilayah ini menjadi tempatnya mendapatkan makanan dengan bermigrasi untuk memakan krill setiap musim panas sebelum menuju ke utara lagi.

Dengan berbagai pertimbangan inilah, diharapkan dengan di akuinya Samudera Selatan ini,  dapat menarik perhatian masyarakat akan keberadaan  samudera ini secara geologis,  serta juga mendukung pengembangan konservasi di wilayah tersebut.

Pict: National Geographic Indonesia

Betania Mangkey/VMN/BLJ