Pertama di Dunia, Vaksin DNA Plasmid!

(Business Lounge Journal – Medicine)

Teknologi vaksin dengan  DNA plasmid dan mRNA telah dikembangkan sejak tahun 1990-an. Ketika COVID-19 merebak, maka keduanya berkembang dengan sangat baik walau membutuhkan upaya untuk meningkatkan potensinya. Vaksin DNA dan RNA memiliki tujuan yang sama dengan vaksin tradisional, tetapi cara kerjanya sedikit berbeda. Alih-alih menyuntikkan bentuk virus atau bakteri yang dilemahkan ke dalam tubuh seperti vaksin tradisional, vaksin DNA dan RNA menggunakan bagian dari kode genetik virus itu sendiri untuk merangsang respons imun.

Sifat inflamasi bawaan yang lebih besar dari vaksin mRNA memiliki sifat inflamasi bawaan yang besar  yang berguna baik untuk memberikan kekebalan tubuh maupun untuk menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan. Itu sebabnya para peneliti terus bereksperimen dan kini vaksin DNA plasmid pun juga telah muncul dalam penggunaannya melawan COVID-19.

Vaksin mRNA untuk COVID-19 yang dikembangkan bersama oleh Pfizer dan BioNTech adalah yang pertama dari jenisnya yang diizinkan untuk penggunaan darurat di Amerika Serikat, menyusul setelah itu Moderna. Kini India pada 20 Agustus 2021 yang lalu telah memberikan ijin penggunaan darurat atas vaksin DNA plasmid untuk melawan COVID-19.   India  yang saat ini telah melakukan vaksinasi  lengkap kepada sembilan persen penduduknya, menargetkan semua orang dewasa yang memenuhi syarat divaksinasi seluruhnya pada bulan Desember 2021.

Vaksin DNA Plasmid yang pertama di dunia ini akan diberikan kepada mereka yang berusia 12 tahun ke atas. Vaksin yang bernama ZyCoV-D sebagai menjadi vaksin pertama yang tersedia di India untuk mereka yang berusia di bawah 18 tahun. Vaksin tersebut mengandung plasmid, atau potongan DNA melingkar, yang membawa bagian materi genetik dari virus SARS-CoV-2.   ZyCoV-D dibuat oleh Zydus Cadila (Cadila Healthcare Ltd)  yang kini sedang berusaha memproduksi 100 juta hingga 120 juta dosis ZyCoV-D setiap tahunnya.  ZyCoV-D adalah  vaksin keenam yang diizinkan untuk digunakan di India dan yang kedua dikembangkan di dalam negeri untuk mendapatkan otorisasi darurat, setelah Covaxin dari Bharat Biotech.

Apa kelebihan vaksin DNA Plasmid ZyCoV-D?

Dari keterangan press release Zydus Cadilla dikatakan bahwa keuntungan utama dari vaksin DNA adalah kemampuannya untuk merangsang lengan humoral dan seluler dari sistem kekebalan adaptif, suatu bentuk imunoterapi spesifik antigen yang berharga, karena aman, stabil, dan dapat dengan mudah diproduksi. Hasil sementara dari uji klinis fase 3 yang melibatkan lebih dari 28.000 sukarelawan menunjukkan tingkat kemanjuran 66,6 persen terhadap kasus COVID-19 yang bergejala, menurut sebuah pernyataan melalui Kementerian Sains dan Teknologi India.

Bagaimana cara kerjanya?

Plasmid menginstruksikan sel manusia untuk membuat mRNA, yang pada gilirannya menginstruksikan sel untuk membuat protein yang meniru protein lonjakan virus SARS-CoV-2. Protein muncul di permukaan sel, menimbulkan respons imun dalam tubuh, dengan tujuan untuk mengajari tubuh cara melawan virus yang sebenarnya. Plasmid menginstruksikan sel manusia untuk membuat mRNA, yang pada gilirannya menginstruksikan sel untuk membuat protein yang meniru protein lonjakan virus SARS-CoV-2. Protein muncul di permukaan sel, menimbulkan respons imun dalam tubuh, dengan tujuan untuk mengajari tubuh cara melawan virus yang sebenarnya.

Bagaimana cara  pemberiannya?

Vaksin ini diberikan dalam tiga dosis terpisah yang diberikan dalam periode 28 hari. Vaksin juga sudah dikemas dalam bentuk aplikator bebas jarum yang memberikan isi vaksin tanpa rasa sakit di antara lapisan kulit. Dengan adanya vaksin DNA Plasmid ini, harapan kembali berkembang bagi India dan bagi dunia juga tentunya untuk dapat menang memerangi COVID-19