Sudah Pekikkan “MERDEKA!!!” Hari Ini? Sudah Paham Artinya?

(Business Lounge Journal – Do you know)

“Merdeka!” Ini adalah kata wajib yang tidak bisa dilupakan dalam setiap perayaan ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Bahkan, tidak hanya dalam rangka memperingati kemerdekaan, kata ini juga sering kali kita pekikkan sebagai pemompa semangat dan serta ketika rasa nasionalisme sangat kental terasa pada jiwa kita.

Ada beberapa pendekatan untuk mengetahui asa kata merdeka. Melihat dari bahasa Sansekerta, maka kata merdeka berasal dari maharddhika yang berarti kaya, sejahtera dan kuat. Jika kita merujuk pada kamus Indonesia (G. Kolff & Co., Bandung, 1951), maka didapati bahwa kata Merdeka berasal dari kata “Maharddhikeka” lalu diserap menjadi “Merdeheka” yang memiliki arti lepas dari perhambaan, tiada terikat pada sesuatu. Sedangkan merujuk pada kamus umum Bahasa Indonesia (PN Balau Pustaka, Djakarta, 1996), maka kata merdeheka dibakukan menjadi merdeka, yang artinya “bebas (dari perhambaan, pendjadjahan dsb); berdiri sendiri (tidak terikat, tidak bergantung pada sesuatu jang lain); lepas (dr tuntutan).” Sedangkan dalam bahasa Melayu dan Indonesia, kata merdeka memiliki makna bebas atau tidak bergantung/independen.

Pendekatan lainnya mengatakan bahwa kata merdeka memiliki tautan dengan kata merdeka adalah kata mardijker, sebuah istilah dalam bahasa Belanda yang diturunkan secara tidak tepat dari versi bahasa Portugis. Kata ini digunakan oleh penjajah Portugis dan Belanda untuk menunjuk pada orang-orang Papang di wilayah utara Batavia yang kini disebut wilayah Papanggo Tanjung Priok Jakarta Utara yang menjadi budak dan ditugaskan menjadi bagian dari kelompok serdadu VOC. Nah ketika mereka dianggap telah berjasa terhadap VOC maka orang-orang Papang atas belas kasihan dari sang tuan diberi gelar Mardjik yang berarti mereka telah bebas, lepas dari perbudakan. Di kepulauan Nusantara, istilah ini juga memiliki yang sama yaitu budak yang dibebaskan.

Selama zaman pergerakan anti-penjajahan dan pro-kemerdekaan di Indonesia, istilah Merdeka pun menjadi begitu penting, yaitu menjadi seruan penyemangat bagi mereka yang menghendaki kebebasan dari kekuasaan Belanda dan Inggris.

Berkaitan dengan bahasa Sunda, maka dalam kamus Basa Sunda yang disusun oleh R. Satjadibrata kata mardjik ini juga berhubungan dengan kata merdika. Di sini dituliskan bahwa orang merdika bukan budak belian (orang yang dibeli untuk dijadikan budak) atau tidak diganggu baik jiwa, harta, agama dan sebagainya. Hal ini juga ditemui dalam kamus Basa Sunda yang disusun oleh ahli bahasa Sunda dari Univesitas Padjajaran Bandung, R.A. Danudibrata, bahwa  kata merdika lebih ditujukan kepada “budak belian yang oleh pemiliknya dibebaskan dari status budaknya untuk hidup merdeka”.

Menengok kembali bagaimana per 1 Januari 1863 dunia internasional sudah tidak memperkenankan perbudakan lagi, maka sejak saat itu, banyak budak yang kemudian dimerdekakan. Hingga memasuki masa modern seperti sekarang ini, maka kata merdeka diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai free, independence. Sedangkan kata kemerdekaan memiliki arti freedom, Independent. Sehingga dapat dikatakan bahwa arti kata merdeka sebagai free, independence inilah yang kita kenal sejak kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan oleh Soekarno-Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 hingga saat ini.

Saat ini telah 76 tahun, Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan telah lepas dari penjajahan bangsa lain.

Merdeka!