Membanggakan! Indonesia Raih Emas di Olimpiade. Tahukah Bahwa Medali Kali ini Dibuat dari Ponsel?

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Yes, pasangan ganda putri Indonesia berhasil memperoleh medali emas hari ini, Senin (2/8) pada cabang olah raga badminton di Olimpiade 2021 yang berlangsung di Tokyo, Jepang. Ini sangat membanggakan satu tanah air tentunya. Sampai hari ini bisa dikatakan memperoleh medali emas di Olimpiade adalah perolehan yang paling prestisius dan diimpikan oleh para atlit dunia.

Namun, kira-kira sudah tahukah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu dari mana asal medali yang akan mereka bawa pulang tersebut? Ini mungkin menjadi sebuaj kejutan bahkan bagi kita.

Kali ini, medali emas, perak, dan perunggu Olimpiade dan Paralimpiade tahun ini dihasilkan dari perangkat elektronik kecil yang didaur ulang seperti ponsel. Wow! Selama rentang waktu dua tahun, Proyek Medali Tokyo 2020 mengumpulkan 78.985 ton perangkat elektronik — termasuk 6,21 juta ponsel — dari seluruh Jepang untuk menghasilkan 5.000 medali Olimpiade yang dibagikan di Tokyo. Elemen emas, perak, dan perunggu dari perangkat tersebut diperoleh melalui peleburan, sebuah proses yang melibatkan pemanasan dan peleburan untuk mengekstrak logam dasar.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Olimpiade, medali dibuat menggunakan logam daur ulang, dan pertama kalinya warga biasa terlibat dalam produksinya, demikian menurut situs resmi Olimpiade Tokyo.

Medali Olimpiade daur ulang adalah bagian dari upaya sustainability yang lebih besar di Olimpiade Tokyo. Salah satu yang juga ngetop pada olimpiade adalah akomodasi Desa Olimpiade termasuk tempat tidur yang terbuat dari karton daur ulang.

Sedangkan pita untuk medali menggunakan motif desain tradisional Jepang yang terdapat pada ichimatsu moyo (pola kotak-kotak yang diselaraskan) dan kasane no irome (teknik pelapisan kimono tradisional) dalam presentasi modern. Pita ini dirancang untuk menjadi cerminan Jepang itu sendiri dan cara negara itu menunjukkan “Unity in Diversity”. Desainnya juga mempromosikan visi merek Tokyo 2020 ” Innovation from Harmony”.

Garis cembung silikon diterapkan pada permukaan pita sehingga siapa pun dapat mengenali jenis medali (emas, perak, atau perunggu) hanya dengan menyentuhnya. Serat poliester daur ulang secara kimia yang menghasilkan lebih sedikit CO2 selama proses pembuatannya digunakan. Ini memungkinkan pita untuk menggabungkan warna grafis inti Tokyo 2020 dan menjadi sangat tahan lama pada saat yang bersamaan.