Masa Pandemi Hindari Obesitas!

(Business Lounge Journal – Medicine)

Masa pandemi ini memang membuat orang banyak bekerja di rumah saja dan walaupun tetap bekerja namun berada di rumah membuat orang lebih cepat merasa lapar dan memiliki kecenderungan mencari cemilan. Hal ini membuat setahun pandemi saja sudah membuat banyak orang bertambah berat badan. Bahkan dengan alasan banyak makan bikin lebih sehat maka semakin gemuklah tubuh.

Padahal berat badan sangat perlu dijaga agar tidak terjadi obesitas, mengapa? Salah satu meta analisis dari Singapura menganalisis sebanyak 1.493 artikel diidentifikasi dan 61 studi pada 270.241 pasien dilibatkan. Hasilnya adalah prevalensi obesitas yang terkumpul adalah 27,6% pasien yang dirawat adalah pasien dengan obesitas. Obesitas tidak secara signifikan terkait dengan peningkatan masuknya pasien obesitas ke ICU atau menderita penyakit yang kritis tetapi secara signifikan terkait dengan menjadi lebih parahnya penyakit.

Apakah yang dimaksud dengan obesitas?
Obesitas bukan hanya sekedar kegemukan namun dikategorikan sebagai penyakit kronis. Pada orang obesitas maka terjadi peningkatan lemak tubuh dan dapat membuat jaringan adiposa tubuh disfungsi dan akibatnya berdampak pada meningkatnya risiko terhadap timbulnya berbagai penyakit. Obesitas diukur dengan menggunakan BMI (Body Mass Index/Indeks masa tubuh), dengan berat badan dibagi dengan tinggi badan kuadrat.

BMI dibagi menjadi beberapa kategori menurut WHO yaitu:
Berat badan kurang < 18.5
Biasa 18.5–24.9
Kegemukan (Pra-obesitas) 25,0–29,9
Obesitas (Kelas I) 30,0–34.9
Obesitas (Kelas II) 35,0–39,9
Obesitas (Kelas III) 40

Jadi indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi dapat menjadi:
1. Berisiko lebih besar terkena penyakit COVID-19 parah karena adanya komorbiditas lain yang dapat mengganggu fungsi jantung atau paru mereka, dibandingkan dengan seperti orang yang tidak mengalami obesitas dengan kondisi yang sama.
2. Memiliki faktor risiko komplikasi selama infeksi COVID-19, misalnya timbulnya penyakit pada paru-paru karena lebih rentan terhadap infeksi sindrom pernapasan akut SARS-COV-2. Mereka yang kelebihan berat badan dan obesitas memiliki risiko lebih tinggi bila dibandingkan dengan yang memiliki berat badan yang sehat.
3. Obesitas meningkatkan risiko penyakit berat dan kematian.

Di masa pandemi ini, penting untuk menjaga berat badan dan komposisi tubuh yang ideal yang sesuai dengan rekomendasi internasional. Kalau kita merasa mulai gemuk saat ini, ayo kembalikan berat badan ke berat yang normal saja. Selain mengurangi makanan berlemak, perlu ditambahkan untuk melakukan olahraga rutin, banyak bergerak aktif dan jangan hanya duduk saja sepanjang hari. Usahakanlah agar bergerak setiap 30 menit sekali dan selain itu juga lakukanlah stretching. Bangunlah dari tempat duduk Anda dan mulailah gerakkan seluruh bagian tubuh.

Tetap sehat selalu di masa pandemi akan sangat menolong terhindar dari COVID-19 ataupun keparahan COVID-19 yang mungkin terjadi. Salam sehat selalu!