COVID-19 Melonjak, Apa yang Sesungguhnya Terjadi?

(Business Lounge Journal – Interview Session)

Minggu lalu peningkatan kasus baru mencapai angka tertinggi hingga mencapai 56.757 kasus positif baru dalam satu hari pada 16 Juli 2021. Peningkatan ini mencapai 300 %. Padahal di bulan Desember 2020, masih di kisaran 15.000. Tetapi angka ini menurun pada 19 Juli 2021 menjadi 34.257 kasus positif baru dalam sehari.

Business Lounge Journal berkesempatan berbincang dengan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid yang adalah Juru Bicara Vaksinasi Covid-19, sekaligus Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dalam perbincangan ini ada beberapa hal yang dipaparkan oleh Dokter Nadia. Bahwa tidak ada yang dapat memprediksi kapan peningkatan akan terjadi. Pemerintah sendiri sebenarnya sudah melakukan antisipasi, misalnya dengan menyediakan supply oksigen, menambah RS Darurat, membuka tempat isolasi, menggencarkan vaksinasi, dan lain sebagainya. Sudah diantipasi untuk peningkatan terjadi dua kali. Misalnya: oksigen yang dahulu kebutuhan nasionalnya adalah sekitar 400 ton sehari sedangkan kapasitas produksi adalah 1500 ton sehari dan diprediksi cukup, tapi kebutuhan sekarang oksigen menjadi 2500 ton. Meningkat lima kali lipatnya.

Kasus terus meningkat, semua orang bertanya-tanya apa artinya. Varian Delta dijelaskan oleh dr. Siti Nadia, M.Epid adalah sangat menular. Kalau varian yang lama tidak banyak kasus positif pada anak, namun sekarang banyak anak terpapar dengan COVID-19. Jadi memang angka meningkat ini sebenarnya dapat dilihat sisi positifnya yaitu:

1. Testing terus meningkat sehingga dapat diketahui lebih dini orang yang terpapar sebelum menjadi parah. Semakin dini diintervensi, risiko semakin parah akan semakin rendah. Adalah baik jika orang yang dites lebih banyak. Sebagai contoh pada 16 Juli kemarin saat kasus positif baru menjadi 56.757 kasusm maka yang melakukan tes sekitar 180.000 ribu tes.

2. Rantai penularan putus, dipisahkan dari orang sehat. Hal ini membantu merelaksasi beban fasilitas kesehatan sebab banyak yang mengeluh RS penuh. Hal yang terbaik adalah ketika mengetahui bahwa ia positif terpapar virus, maka dapat isolasi lebih dini, dan jika memerlukan pelayanan maka dapat pergi ke faskes terdekat. Jika mereka menjalani isoman, maka memutuskan rantai penularan dari sumber penularan. Langsung pakai masker dan tidak berhubungan dengan anggota keluarga yang lain maupun ke kolega atau teman kerja.

3. Cluster keluarga dapat dihindari. Mulai dari yang paling tua hingga yang paling muda dalam satu keluarga dapat terhindar. Varian Delta memang lebih cepat menular, dapat menular ke orang lain dan tidak pandang bulu. Risiko penularan varian Delta memang lebih besar. Angka reproductive number varian Delta atau seberapa cepat laju penularan di masyarakat, menunjukkan angka yang sangat tinggi, yaitu 5 – 8, sedangkan varian lama memiliki reproductive number 2.5 – 3.

Bukan hanya itu, varian ini memang sangat cepat menular. Australia telah menginformasikan bahwa cukup 15 detik berpapasan tanpa masker dengan penderita COVID-19 dengan varian baru, sudah dapat membuat terjadinya penularan. Sedangkan varian lama dapat menular jika 15 menit berhadapan tanpa masker dengan sumber penularan. Kondisi ini yang akhirnya memicu terjadi laju kasus yang luar biasa.

Jadi saat ini mari kita bersama-sama tetap berpikiran positif, kita tidak takut dan berupaya untuk menjaga prokes dengan baik untuk diri sendiri tidak tertular.