COVID-19 Mengganas di dunia, Jangan Lupa Gunakan Face Shield

(Business Lounge Journal – Medicine) Semakin merebaknya berita-berita second wave bahkan third wave dari COVID-19 membuat banyak orang penuh dengan kekuatiran. Mutasi virus strain India yang kini menghantam nyawa banyak orang memang merupakan kekuatiran banyak orang  jangan sampai merebak ke Indonesia.

Namun, kekuatiran tidak akan memecahkan masalah. Sebaiknya kita tetap menjaga protokol kesehatan dengan 5 M yaitu:

  1. Memakai masker
  2. Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir
  3. Menjaga jarak
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Membatasi mobilisasi dan interaksi

Nah dalam hal memakai masker tidak ada salahnya bila kita juga menambahkan dengan menggunakan pelindung wajah yang sudah terbukti merupakan tindakan yang sangat baik sebagai tindakan pencegahan dan telah terbukti dapat mengurangi kasus infeksi COVID-19.

Dari data yang dilansir tahun lalu oleh salah satu rumah sakit di Texas, AS, menyatakan bahwa penularan SARS-COV2 di rumah sakit tersebut turun tajam 2,3 persen setelah diterapkan semua personil menggunakan pelindung wajah universal.

Dr. Mayar Al Mohajer dari Baylor College of Medicine di Houston menunjukkan bahwa di rumah sakit dengan 500 tempat tidur dengan lebih dari 8.000 tenaga penyedia layanan medis, telah melakukan beberapa tindakan pencegahan di antaranya adalah penggunaan face shield baik petugas medis maupun pasien. Pada 6 Juli 2020 kemarin, rumah sakit merekomendasikan agar semua penyedia layanan medis memakai pelindung wajah saat masuk ke fasilitas dengan alasan bahwa pelindung wajah “mengurangi potensi autoinokulasi dengan mencegah pemakainya menyentuh wajah mereka” dan “melindungi portal masuknya virus.  Petugas medis yang berisiko tinggi menjalani pengujian pengawasan setiap 2 minggu, sementara pasien melakukannya pada saat masuk  rumah sakit dan sebelum melakukan prosedur invasif. Unit cluster juga diuji setiap minggu.

Dr Mayar Al Mohajer mencatat bahwa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa tindakan ini secara efektif mengurangi paparan virus langsung sebesar 96 persen ketika terpapar dalam jarak 18 inci (45cm) dari sumber batuk dan memblokir 68 persen partikel kecil aerosol. Intervensi ini menghasilkan penurunan yang signifikan dalam prediksi proporsi tenaga medis yang tertular SARS-CoV-2 dari 18 persen menjadi 3,7 persen.

 “Temuan kami mendukung penggunaan pelindung wajah universal sebagai bagian dari pendekatan multifaset di area dengan penularan komunitas SARS-CoV-2 yang tinggi,” menurut Al Mohajer. Pelindung wajah ini mudah dibuat sendiri ataupun dapat dibeli dengan harga yang murah dan terjangkau masyarat. Face shield ini juga dapat dicuci dan didesinfeksi dan digunakan kembali tanpa batas waktu.

Daripada kuatir yang berkepanjangan, tetap lakukan aktifitas Anda namun tetap jagalah 5 M dengan menambahkan face shield selain masker yang Anda pakai.