Takut Berbisnis itu harus Diantisipasi, bukan sekedar Ditaklukkan

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Salah satu kesulitan untuk menjadi startup adalah adanya ketakutan untuk memulai sebuah bisnis. Belum mulai, sudah takut gagal. Maka bagaimana akan mulai? Rata-rata dari mereka yang sukses membangun bisnis telah memulainya dengan sebuah rasa percaya diri oleh karena memiliki visi di masa depan, atau memulainya dengan sebuah kenekatan karena tidak mempunyai sebuah pilihan lain. Tetapi apakah sekedar percaya diri?

Bagaimanapun kondisi para startup ketika memulai bisnisnya, maka penting untuk tidak takut dan memiliki keberanian untuk bertarung. Sebab walaupun Anda bekerja 40 jam bahkan hingga 100 jam dalam seminggu sekalipun, maka tidak ada kepastian bahwa bisnis Anda akan segera meraih untung. Bisa-bisa Anda membutuhkan waktu 3 sampai 5 tahun untuk mendapatkan keuntungan. Apakah Anda telah mempersiapkan mental Anda untuk bertahan selama itu?

Perhitungkan semua permasalahan yang dapat terjadi dan lakukan antisipasi

Selalu tarik pelajaran dari setiap permasalahan yang ada, tanpa menyepelekannya. Selain itu identifikasi permasalahan apa saja yang dapat terjadi di kemudian hari, seperti adanya pembayaran yang tertunda, kebutuhan untuk membeli peralatan teknologi atau program dan berbagai license, persaingan, hingga proses perijinan yang tidak mudah bahkan terhambat, dan masih banyak lagi.

Menikmati kenyataan bahwa seorang entrepreneur “menjadi bos bagi diri Anda sendiri” memang sangat menggembirakan – tetapi jangan lupa pada fakta bahwa ada setumpuk pengeluaran yang harus Anda tanggung, mulai dari sewa, pajak, membayar gaji pegawai, serta berbagai biaya operasional lainnya.

Jangan terpukau dengan success story

Ada segudang kisah sukses dari para entrepreneur yang dapat diakses di dunia maya. Ada begitu banyak pelajaran yang dapat diambil. Namun ketahuilah bahwa tidak semua kisah sukses dapat diaplikasikan ke dalam kehidupan semua orang, sebab situasi dan kondisi tentu saja berbeda satu dengan yang lain.

Hal penting yang dapat dipahami adalah bahwa bagaimana mereka mencapai kesuksesan, adalah dengan sebuah perjuangan panjang. Tidak sedikit dari mereka yang bahkan mengorbankan kehidupan pribadi mereka, kebiasaan, hobi, pekerjaan lama, bahkan acap kali membahayakan hubungan kekerabatan mereka.

Sering kali media mengemas success story dengan begitu apik dan mempromosikannya dengan menarik. Tetapi tetap harus dipahami bahwa kesuksesan tidak diraih dengan cara yang mudah.

Proyek pertama adalah sebuah tantangan

Siapa sih yang tidak senang dengan proyek pertama? Pesanan pertama? Deal pertama? Itu sudah pasti. Tetapi ada banyak entrepreneur yang menjadi frustasi karena tidak mendapat proyek dalam jangka waktu yang panjang setelah proyek pertamanya. Karenanya, membuat proyek jangka panjang adalah sebuah tantangan dan mempersiapkannya bukan nanti, bila proyek berikutnya datang, atau ketika proyek pertama selesai, melainkan saat memulai proyek pertama.

Memiliki prinsip ‘mengalir saja seperti air yang mengalir’ sering kali menjadi sebuah jebakan, sebab pada kenyataannya supaya air dapat mengalir ke tempat yang tepat haruslah disiapkan saluran airnya. Jika tidak, air bisa menyebabkan banjir.

Sekarang coba indetifikasi sumber apa saja yang dapat meningkatkan pendapatan, bagaimana proses mendirikan bisnis, adakah birokrasi yang perlu disederhanakan, penambahan karyawan, serta permasalahan keuangan apa yang mungkin timbul. Ini adalah lingkaran tantangan bisnis secara umum yang tidak akan pernah pernah berakhir.

Jika bisnis yang Anda tekuni ada pada persaingan yang ketat, maka persiapkanlah talent terbaik untuk dapat mengambil bagian dalam proyek pertama Anda. Mempekerjakan mereka yang terampil hanya akan membawa Anda pada permasalahan dalam memanej waktu yang akan berujung pada perolehan hasil.