A Smooth Sea never Makes Good Sailors – untuk para Startup

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Kita sudah membahas bahwa ada sejumlah alasan bagaimana tahun ini dapat menjadi tahun kelahiran bagi banyak startup. (Baca: Pandemi Ternyata dapat Picu Lahirnya Banyak Startup Tahun ini). Sebab tidak dapat dipungkiri bahwa permasalahan yang sedang kita alami saat ini lebih banyak dibandingkan pada masa yang lalu, tepatnya sebelum pandemi merebak. Namun ada banyak hal yang harus diantisipasi oleh para startup supaya dapat berumur panjang.

Saya ingin mengutip sebuah pepatah yang mengatakan “a smooth sea never makes good sailors” – sangat masuk akal. Jika tidak ada banyak rintangan, maka bagaimana akan menjadi mahir. Apakah ini berarti bahwa para startup yang lahir pada masa pandemi ini akan lebih mahir? Sudah dapat diprediksi, baik para startup yang lahir pada masa pandemi, maupun yang survive di masa pandemi, tentu memiliki sebuah pembelajaran yang mahal.

Pada tahun 2019, Startup Genome dalam laporannya menuliskan bahwa persentase kegagalan startup mencapai 90%. Dalam riset tersebut juga dikatakan bahwa 21.5% dari startup tersebut mengalami kegagalan pada tahun pertama, 30% gagal pada tahun kedua, 50% gagal pada tahun ketiga, dan 70% gagal pada tahun kesepuluh. Jadi bisa terbayangkan bila startup dapat bertahan, itu karena sebuah kerja keras untuk mengatasi semua rintangan yang ada. Sering kali kita tidak tahu rintangan apa yang akan kita temui di depan. Tetapi pada dasarnya kita dapat saja memprediksinya sehingga kita dapat mengantisipasinya.

Persaingan Sengit

Moya K. Mason, seorang peneliti lepasan pernah menganalisa beberapa riset dan menyimpulkan bahwa diperkirakan terdapat 472 juta entrepreneur di seluruh dunia dengan 305 juta perusahaan, dengan sekitar 100 juta bisnis baru (atau sepertiga) akan dibuka setiap tahun di seluruh dunia. Wow sebuah angka yang tidak main-main. Sehingga dapat dibayangkan betapa sengitnya persaingan di dunia bisnis ini dan persaingan yang terjadi di antara para raksasa akan menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kelangsungan bisnis startup. Pada masa pandemi ini, jika Anda memiliki startup bisnis online, Anda tentu sudah merasakan persaingan yang sangat ketat.

Saya ingat pernah melihat sebuah promo seseorang yang berjualan baju online. Oleh karena belum pernah ada pembeli setelah beberapa bulan ia memulainya, maka ia membuat promo dengan kata-kata yang tidak lagi berbau promosi, melainkan ‘curahan hati’, kira-kira “Tolonglah…saya belum ada yang membeli sejak sekian bulan”. Ini dapat menjadi salah satu contoh dari mereka yang tersisih.

Lingkungan yang kompetitif sesungguhnya akan memaksa para pemula untuk belajar dan lebih berhati-hati untuk tidak melakukan kesalahan. Bermain secara agresif demi mendapatkan pengakuan dapat dilakukan, namun tentu saja dengan perhitungan yang tepat.

Bila mimpimu tidak realistis

Banyak startup memulai bisnisnya dengan ide yang sebelumnya dinilai tidak masuk akal, tetapi berjalannya waktu, ternyata ia dapat mewujudkannya. Ingat, sukses tidak datang sendiri, namun dimulai dari sebuah angan-angan yang kemudian dikerjakan.

Startup cenderung menghadapi tantangan ketika mereka menetapkan ‘ekspektasi yang tidak realistis’ apalagi jika mendadak mereka meraih kesuksesan. Ingat, kesuksesan berumur pendek dan ekspektasi tidak pernah berakhir. Di sinilah startup perlu menerjemahkan apa ekspektasi sebenarnya? Keberlanjutan adalah tujuan utamanya dan keberlanjutan membutuhkan upaya yang konsisten.

Untuk berhasil dalam dunia bisnis yang kompetitif, startup harus memiliki ekspektasi yang tinggi namun terkontrol, dengan tetap memperhatikan sumber daya yang tersedia, sejauh mana potensi pertumbuhan, dan faktor pasar lainnya.

Miliki anggota tim yang sesuai

Kondisi dan kualitas tim akan sangat menentukan keberhasilan startup. Diperlukan adanya sinergi di antara para anggota tim dalam hal visi yang sama dan tentu saja kemampuan yang berimbang. Karena itu setiap memasukkan anggota baru, pastikanlah memiliki kesesuaian sehingga tim dapat tetap solid.

Tentu ini bukan bagian yang mudah. Bagaimana memilih kandidat yang cocok dengan tim yang sudah ada serta sesuai dengan pekerjaan, itu adalah tugas yang sangat rumit dan menjadi tantangan terbesar yang dihadapi bisnis startup di era digital ini. Sebab ada banyak sekali kandidat di pasar tenaga kerja, bagaimana memilih yang tepat.

Memilih mitra yang tepat

Hal ini yang perlu diperhatikan bahwa kemitraan adalah inti dari kesuksesan. Logika ini juga berlaku untuk startup. Di era digital yang terus berkembang dan terus berubah ini, tidak mudah bagi para pemula untuk menemukan mitra yang dapat dipercaya. Ini benar-benar tantangan besar bagi para pemula saat ini dan sejauh menyangkut startup teknologi, taruhan dalam kemitraan jauh lebih tinggi bagi mereka.

Menjalin kemitraan memberikan keuntungan besar bagi para pemula, tetapi mereka perlu mempertimbangkan berbagai faktor sebelum membuat keputusan untuk berkolaborasi dengan perusahaan lain yang bekerja di ekosistem yang sama. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari kemitraan, maka perhatikanlah siapa mitra yang para startup pilih. Carilah organisasi yang memiliki reputasi yang baik di antara raksasa industri.

Manajemen keuangan

Uang menghasilkan uang. Jangan lupakan fakta bahwa ketika pendapatan meningkat, pengeluaran juga akan meningkat. Tidak diragukan lagi. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi startup saat ini adalah terkait dengan manajemen keuangan. Fakta lainnya adalah bahwa perusahaan rintisan kecil sangat bergantung pada investor. Kadang-kadang, ketika startup mulai mendapatkan aliran dana masuk, mereka menghadapi kesulitan bagaimana mengelola keuangan mereka dengan benar. Hal ini bisa berakibat fatal ketika mereka tidak dapat mengelolanya. Oleh karena itu, sejak awal milikilah perencanaan keuangan yang benar.

Jangan remehkan untuk membangun keamanan cyber

Ini adalah era digital dan untuk bertahan dari tantangan di zaman ini maka pastikan untuk tidka mengabaikan ancaman keamanan online. Peretas ada di mana-mana, dan mereka akan memanfaatkan celah apa pun di dalam sistem yang dipasang di dalam perusahaan startup.

Startup yang aktif online memang menghadapi ancaman keamanan online baik itu peretasan informasi sensitif startup, catatan karyawan, informasi rekening bank, atau informasi terkait lainnya yang dianggap penting untuk kelangsungan hidup sebuah startup teknologi. Ini sangat berisiko karena itu perlu diperhitungkan. Bahkan milikilah mindset bahwa Anda harus melindungi semua data online yang penting dengan sistem keamanan yang kuat, sekelas militer. Koneksi jaringan pribadi virtual (VPN) berfungsi untuk melindungi informasi startup, dan catatan karyawan, dengan menawarkan enkripsi dan keamanan data yang sangat dibutuhkan kepada karyawan startup, sehingga membatasi akses tidak sah ke data organisasi melalui web.

Tidak kalah pentingnya, menangkanlah kepercayaan pelanggan

Memenangkan kepercayaan pelanggan adalah salah satu tantangan terpenting saat ini yang dihadapi bisnis secara umum – dan startup pada khususnyai. Ketika startup dapat memiliki pelanggan yang sangat puas dan setia, maka dapat dipastikan bahwa bisnis akan berjalan terus, ini tentu saja dapat diukur.

Pelanggan adalah kekuatan nyata di balik kesuksesan sebuah startup. Kekuatan promosi dari mulut ke mulut dan kehadiran mereka di media sosial dapat memberikan keunggulan bagi perusahaan rintisan teknologi dibandingkan semua bisnis tradisional.

Untuk mebdapatkan kepercayaan dan loyalitas pelanggan, maka perusahaan rintisan perlu bekerja secara agresif untuk menerapkan filosofi kerja yang berpusat pada pelanggan.

Memang tidak ada jalan pintas untuk mengatasi tantangan demi tantangan yang dihadapi para startup di zaman ini. Tidak ada SKS (Sistem Kebut Semalam) untuk sampai pada sebuayh kesuksesan. Bahkan kesuksesan yang sudah diraih pun masih harus dipertahankan. Penting untuk memiliki mental yang tangguh tangguh dan fokus untuk menjaga integritas dalam menghadapi segala rintangan.