(Business Lounge Journal – Interview Session)

Angela Oetama memiliki cita-cita untuk membuat property menjadi “more affordable for all and more invest-able for all“. Karena itu ia membuat sebuah bisnis model untuk Gradana sehingga memungkinkan untuk dilakukannya crowdfunding sebagai pendanaannya.

Sejak awal, Gradana memang lebih banyak didukung oleh para pendana retail. Angela mengakui bahwa sebagai startup, maka dukungan yang pertama diperolehnya berasal dari keluarga dan teman-teman. Namun sering berjalannya waktu, adanya kepuasan dan rasa percaya membuat pendana retail semakin bertambah banyak. Sebelum pandemi, komposisi pendana Gradana terdiri dari 50% pendanan institusi dan 50% retail. Tetapi ketika pandemi terjadi, para pendana dari lembaga jasa keuangan mengalami penurunan sedangkan pendana ritel semakin kuat. Mereka semakin percaya oleh karena repayment yang tetap mereka peroleh selama pandemi.

Dua hal yang ingin dibantah oleh Gradana dalam hal berinvestasi pada sektor property adalah: pertama, bahwa berinvestasi pada sektor property identik dengan mereka yang berduit oleh karena harus memiliki modal besar.  Kedua, bahwa berinvestasi di sektor property sering kali bersifat spekulasi karena harga jual property yang tidak menentu. Gradana menciptakan sebuah cara berinvestasi yang dapat dilakukan oleh siapapun mulai dari Rp20,000.-

Saat ini terdaftar 3500-an pendana Gradana, baik secara perorangan dan institusi, baik dalam bentuk multifinance, BPR, dan juga beberapa perusahaan.