Be Smart! Transaksi di Toko Onlinemu Bisa Batal Jika Produkmu Tidak Dapat Digunakan 30 Kali.

(Business Lounge Journal – Entrepreneurship)

Kita telah pernah membahas bagaimana perusahaan marketing We Are Social telah melaporkan bahwa Indonesia menempati posisi pertama sebagai negara yang pengguna internetnya suka berbelanja online pada tahun 2020 (Baca: Meskipun Jaringan Internet Lelet, Orang Indonesia Tetap Doyan Belanja Online). Hal ini dikarenakan sejumlah 87 % responden di Indonesia mengakui bahwa mereka berbelanja online dalam sebulan terakhir ini. Tinggal di rumah saja memang telah membuat banyak orang semakin dekat dengan internet termasuk memiliki lebih banyak waktu untuk mengunjungi toko-toko online. Tidak hanya itu, berbagai merek dunia pun berlomba-lomba untuk mudah dijangkau secara online, alhasil para pelanggan mempunyai akses yang lebih mudah untuk memanjakan mata mereka dan mengakhirinya dengan sebuah transaksi.

Baru-baru ini Georgina Wilson-Powell, pendiri dan editor majalah Pebble dan penulis Is It Really Green? memberikan guideline bagi para pembeli fashion untuk bertanya terlebih dahulu, “Apakah saya akan mengenakan barang yang saya beli ini sampai 30 kali?” Jika jawabannya tidak, maka dianjurkan calon pembeli untuk membatalkan transaksinya sebab kemungkinan besar calon pembeli hanyalah sedang “lapar mata” dan berupaya memuaskan kondisi tersebut tetapi dikemudian hari hanya akan menelantarkan barang belanjaannya begitu saja.

Karena itu, jika Anda adalah seorang pemilik toko online, maka Anda perlu memiliki mindset bagaimana pembeli dapat berbelanja dan menjadi puas karena barang yang dibeli pada toko Anda sangat berguna. Sebab kepuasan seperti ini akan membuat pembeli menjadi pelanggan yang kelak menjadi sumber keuntungan Anda. Buanglah jauh-jauh mental “yang penting closing dulu, masalah pembeli menjadi tidak puas dan kemudian mengajukan complain adalah masalah belakangan”. Ini sangat tidak elok. Hindari adanya ketidakpuasan berbelanja di toko online Anda.

Seperti selayaknya sebuah toko offline, maka sebagai penjual, Anda akan membantu calon pembeli untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan pilihan, maka demikianlah juga seharusnya di dalam dunia online. Sebagai seorang penjual, Anda perlu menfasilitasi calon pembeli untuk mengambil keputusan yang tepat, karena itu bangunlah toko online Anda secara profesional.

Minimalkan Pengembalian
Banyak toko online memberikan layanan menerima pengembalian bilamana pembeli merasa apa yang dibelinya tidak sesuai dengan apa yang diinginkannya. Namun demikian, janganlah membuat kemudahan ini menjadi sebuah cara bagi Anda untuk “melegalkan” penjualan barang-barang yang tidak sesuai dengan kualitas yang seharusnya. Anda harus mempunyai prinsip bahwa pengembalian adalah sebuah kerugian bagi Anda sebab bisa saja barang yang dikembalikan tidak dapat Anda jual lagi. Walaupun Anda menyediakan layanan menerima pengembalian, namun upayakanlah bahwa itu tidak akan pernah terjadi.

Sebuah laporan yang penjualan online di Amerika Serikat pada tahun 2019 menunjukkan bahwa sekitar 25% dari barang yang dikembalikan akhirnya dibuang oleh pengecer karena kerusakan yang dapat terjadi dalam perjalanan pengiriman serta 75% akhirnya dijual rugi untuk meminimalkan kerugian.

Berikan Informasi Sedetil mungkin
Pahamilah bahwa sangat tidak mudah bagi calon pembeli untuk memastikan bahwa sebuah gambar 2 dimensi akan pas pada tubuh mereka atau sesuai dengan keinginan mereka. Karena itu bantulah calon pembeli dengan menyajikan informasi yang tepat dan terperinci. Sebagai contoh, ketika Anda menjual sebuah celana panjang, maka pastikanlah Anda akan mencantumkan ukuran pinggang yang sesuai, ukuran paha, kaki bagian dalam, pergelangan kaki, dan bagian atas celana tersebut. Jangan lupa memberi tahu warna dan jenis bahannya. Jika Anda menampilkan seorang model yang mengenakan celana tersebut, maka Anda juga dapat memberikan informasi berapa tinggi si model, berapa beratnya, ukuran pinggang, dan seterusnya. Ini akan sangat membantu calon pembeli. Jangan lupa untuk memberi panduan bagaimana mengukur secara akurat.

Bila pembeli tetap memiliki pertanyaan, maka bukalah kesempatan bagi calon pembeli untuk bertanya dan jawablah dengan sangat detil. Apa yang sering kali menjadi kekurangan para pemilik toko online adalah ketika mereka memasang gambar yang tidak sesuai dengan gambar aslinya. Ini sering kali memicu ketidakpuasan pembeli yang kemudian berkomentar bahwa ia merasa tertipu.

Anda juga dapat menampilkan foto-foto dalam ukuran besar dalam pencahayaan yang tepat untuk memberikan gambaran yang lebih baik tentang kualitas kain serta warna dan detil dari style.

Sertakan Teknologi
Jika Anda serius ingin membuka sebuah toko online secara profesional, maka Anda harus menyertakan sentuhan teknologi di dalamnya. Kemajuan teknologi saat ini telah membuat beberapa merek besar dapat memberikan rekomendasi beberapa pilihan dengan meminta pelanggan memasukkan detil ukuran tubuh yang dibutuhkan seperti tinggi, berat badan, usia, dan ukuran-ukuran lainnya. Bahkan tidak hanya penjual pakaian, sekarang ini teknologi dapat memungkinkan calon pembeli dapat mencoba jam tangan atau kaca mata secara virtual. Wow, ini akan membuat toko online Anda menjadi sangat keren.

Layanan COD : Cash on Delivery/Coba Dulu
Jika Anda ingin berinovasi dengan toko online Anda, maka Anda dapat menawarkan layanan COD yang memungkinkan calon pembeli mencoba terlebih dahulu barang yang akan dibeli sebelum kemudian melakukan transaksi. Beberapa merek ternama di London sudah memiliki layanan seperti ini seperti, Harper Concierge, Me + Em, Shrimps, atau Amanda Wakeley. Namun sebelumnya tentu saja harus dipastikan calon pembeli memberikan ukurannya secara detil, maka kurir akan datang dengan membawa alternatif sehingga calon pembeli dapat memilih.

Berikan Rekomendasi
Ketika Anda sudah memiliki ukuran detil pelanggan Anda serta apa yang menjadi kesukaan mereka, maka pastikanlah untuk Anda memberikan rekomendasi secara berkala. Ini akan menarik pelanggan Anda untuk kembali berkunjung ke toko virtual Anda.

Saya Bukan Toko Profesional
Jangan sekali-kali mengambil posisi memasang target bahwa Anda hanyalah penjual “asal-asalan” tetapi Anda harus terus berinovasi untuk menjadi penjual professional. Jika teknologi yang Anda miliki belum mumpuni, maka gunakanlah teknologi yang ada. Misalnya untuk memberikan layanan pemberian rekomendasi, Anda dapat memanfaatkan pengiriman pesan melalui sosial media, whatsapp, telegram. Memang akan menjadi lebih repot, tetapi ini adalah nilai tambah bagi Anda. Sebab ketika pelanggan tidak berpikir untuk berbelanja tetapi Anda menawarkan sesuatu yang sesuai dengan minat dan ukuran mereka, maka kemungkinan terjadinya transaksi akan sangat besar.

Siap Melayani Dengan Cepat

Dalam transaksi online, kecepatan sangat diperlukan. Penjual yang lambat memberikan response akan membuat pembeli berpindah ke penjual lain. Persaingan dalam penjualan online adalah persaingan sempurna. Harga mendekati harga yang optimal, penjual sangat banyak dan pembeli sangat banyak. Kecepatan adalah salah satu rahasia bisa berhasil dalam penjualan online.

Selain itu, jangan lupa untuk selalu memperhatikan semua review yang masuk dari pelanggan untuk dapat memperbaiki layanan yang Anda miliki di kemudian hari.

Ruth Berliana/VMN/BL/Editor in Chief Business Lounge Journal and Partner of Management & Technology Services, Vibiz Consulting