Octopus Energy: Perusahaan Tanpa HRD dan IT Department

(Business Lounge Journal – News and Insight)

Adalah lazim bagi sebuah perusahaan memiliki department yang mengurus Sumber Daya Manusia sebab karyawan adalah aset penting dari sebuah organisasi. Apakah disebut dengan Divisi Sumber Daya Manusia (SDM), Human Resources Department (HRD), atau pun Human Capital Department (HCD), bahkan merangkap untuk menjalankan fungsi lainnya sekalipun, maka divisi yang mengurusi semua hal yang berkaitan dengan ketenagakerjaan adalah bagian yang cukup vital dari sebuah perusahaan.

Tetapi ternyata tidak demikian dengan sebuah startup Inggris yang memiliki 1200 karyawan. Greg Jackson adalah pendiri dan CEO Octopus Energy, sebuah perusahaan pemasok listrik dan gas ritel yang mengkhususkan diri pada energi terbarukan untuk rumah tangga. Seperti dilansir oleh BBC, Jackson mengaku bahwa ia tidak tertarik pada tradisi yang ada sebagaimana sebuah perusahaan pada umumnya memiliki HCD. Ternyata tidak hanya HCD, ia pun meniadakan IT (Information Technology) Department.

Bagi Jackson, keberadaan HCD hanya membuat sebuah kecenderungan untuk menjerusmuskan orang-orang kreatif dalam proses dan birokrasi. Berdasarkan pengalaman pribadinya maka ia berpendapat bahwa kedua department tersebut dianggap tidak akan menjadikan karyawan menjadi lebih bahagia atau lebih produktif. Sehingga ia memutuskan untuk tidak memiliki keduanya. Jackson adalah seorang pengusaha yang sebelumnya menjalankan perusahaan manufaktur cermin, agen manajemen properti online, dan kedai kopi.

Sedikit informasi tentang Octopus Energy. Perusahaan ini memiliki nilai lebih dari £ 1,4 miliar atau setara dengan 24,1 triliun rupiah dengan 5% sahamnya dimiliki oleh karyawan tetap. Didirikan pada tahun 2015, perusahan ini telah mengalami pertumbuhan yang cukup significant sehingga menjadi perusahaan energi tradisional terbesar keenam yang saat ini memasok lebih dari 1,9 juta rumah di Inggris serta berkembang ke negara-negara lain dengan perangkat lunak pengelolaan energi miliknya.

Tidak suka “Command and Control

Ketidaksukaannya pada “Command and Control“, membawanya untuk menciptakan struktur manajemen dari atas ke bawah yang lahir berdasarkan pengalamannya. Ia tidak ingin adanya sebuah bagian yang hanya menjalankan dua fungsi tersebut. Mengawali bisnisnya, Jakcson sendirilah yang menangani masalah SDM dan IT, ketika skala organisasinya masih terdiri dari 5 orang. Namun ketika perusahaannya semakin besar, maka ia mengirimkan para manager untuk mendapatkan pelatihan ketenagakerjaan sehingga mereka memiliki kemampuan hingga menangani kasus-kasus ketengakerjaan bahkan mampu menyelesaikan kasus perselisihan kontrak yang tentu saja membutuhkan pengetahuan khusus.

Jackson enggan menyerahkan tanggung jawab terkait ketenagakerjaan kepada pihak ketiga. Menurutnya pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk berkembang lebih cepat, serta membuat karyawan lebih mandiri. Namun ia menyadari bahwa ini adalah pendapatnya pribadi yang ia rasa tepat untuk menopang filosofi manajemennya saat ini.

Perusahaan tanpa HRD

Sebenarnya bukan hal yang baru bagi perusahaan yang membekali para managernya untuk memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan ketenagakerjaan sehingga mereka dapat menangani anak buahnya. Ini adalah hal yang masuk akal, sebab siapakah yang paling mengenal anak buahnya sehigga dapat memutuskan segala sesuatu yang berkaitan dengan penilaian kinerja, program pengembangan, hingga kompensasi yang diperoleh. Siapa juga yang paling mengetahui kandidat seperti apa yang dibutuhkan sehingga dapat menjalankan fungsi rekrutmen? Sehingga mulai dari tugas perencanaan SDM, rekrutmen dan seleksi, pengembangan, performance management, kompensasi dan benefit, hingga menumbuhkan hubungan industrial, sebenarnya bisa saja dibebankan sebagai tanggung jawab seorang manager.

Namun demikian, bila memutuskan untuk meniadakan HCD, penting untuk memperhatikan kordinasi penerapan fungsi-fungsi HCD antara bagian satu dan bagian yang lain sehingga tidak terjadi kesenjangan. Semua manager harus dipastikan untuk melakukan tanggung jawabnya sehingga kesejahteraan karyawan benar-benar diperhatikan. Tetap dibutuhkan seseorang yang dapat memastikan bahwa semua fungsi HC itu dapat berjalan sebagaimana seharusnya.

RB/VMN/BLJ