Staycation di Bali: Saran Penting bagi Digital Nomade dari DR I Made Ady Wirawan

(Business Lounge Journal – Interview Session)

Pada masa pandemi ini, masih banyak perusahaan yang menerapkan Working from Home (WFH), karena itu mereka yang sudah terbiasa bekerja remote, mulai memikirkan lokasi kerja dari mereka yang dapat membantu mereka ketika mereka merasa jenuh. Bali adalah salah satu pilihannya. Bagaimana tidak, bekerja dengan pemandangan hamparan sawah di Ubud atau mengikuti online meeting sambil berada di rumah pohon di Sanur, dijamin tidak akan pernah bosan.

Namun untuk sebelum memutuskan untuk berada di Bali dalam jangka waktu yang panjang, penting untuk mengetahui beberapa hal seperti yang dipaparkan dr.I Made Ady Wirawan, S. Ked., M. P. H. Ph. D., seorang dokter kesehatan pariwisata.

Perlu diketahui bahwa pelaku usaha pariwisata di Bali telah melakukan persiapan yang luar biasa, melalui program CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability). Karena itu sejumlah kurang lebih 1000 hotel tersertifikasi sebagai hotel yang menerapkan protocol kesehatan. Namun demikian, dr. Ady menyarankan untuk para pendatang memilih private villa sebagai tempat tinggal mereka. Mengingat juga harga yang ditawarkan saat ini dapat terbilang sangat murah. Jika dibandingkan dengan menginap di hotel tertutup dengan banyak lantai, maka sirkulasi udara di private villa jelas akan jauh lebih baik. Dr. Ady juga menjelaskan beberapa alasan yang membuat private villa menjadi pilihan yang tepat. Saat ini masih banyak ekspatriat yang menjadi digital nomad juga memilih untuk tinggal di private villa di Bali.

Dalam video ini, dr. Ady juga menyarankan 3 hal yang penting untuk terus dipatuhi, bila Anda memutuskan untuk melakukan staycation di Bali.

Business Lounge Journal/VMN/BLJ