Mengapa Orang Jepang Memilih Tidur di Kapsul?

(Business Lounge Journal – Culture)

Ada banyak budaya Jepang yang unik dan tidak didapati di negara lain. Anda akan segera menemuinya, ketika bepergian ke negara matahari tebit ini.

  1. Tidur di hotel kapsul yang tak lebih besar dari sebuah peti jenazah adalah hal biasa

Hotel-hotel kapsul digunakan sebagai akomodasi oleh mereka yang semata-mata hanya butuh tempat untuk tidur. Tempat tidur yang berukuran seperti peti jenasah ini berbentuk kapsul-kapsul kecil yang tak begitu besar. Peti-peti ini disusun bersebelahan saling menempel dan bertumpuk. Konsep ini sudah ada di Jepang sekitar tahun 1970-an. Budaya unik Jepang biasa digunakan oleh mereka yang pulang dari bekerja atau memiliki kegiatan lainnya sampai malam sehingga ketinggalan kereta untuk pulang.

 

2. Sandal khusus untuk memasuki rumah orang Jepang hingga toilet
Di Jepang ada kewajiban untuk memakai sandal khusus yang disebut surippa ketika kita memasuki rumah orang Jepang, restoran tradisional, dan terkadang juga saat memasuki museum maupun gedung kesenian. Jadi jika anda melihat ada deretan sandal surippa di pintu masuk, anda harus memakainya. Bahkan ada sandal khusus yang diletakkan di dalam toilet/kamar mandi untuk dipakai oleh para tamu.

3. Wajib memberi hadiah kepada tuan rumah
Jika kita diundang untuk mengunjungi rumah seseorang di Jepang itu dianggap sebagai suatu kehormatan. Menurut budaya Jepang para tamu harus membawa sebuah hadiah dan hadiahnya harus dibungkus dengan rapi dengan menggunakan pita-pita yang cantik.

4. Dilarang menuangkan minuman ke dalam gelas sendiri
Kebiasaan pada banyak negara di dunia adalah tuan rumah akan menyuguhkan minuman kepada tamu terlebih dahulu sebelum menuangkannya untuk gelasnya sendiri. Tetapi berbeda dengan di Jepang. Di Jepang tuan rumah akan menuangkan air minum ke dalam gelas para tamu tetapi tetap meninggalkan gelasnya kosong. Maka sang tamulah yang akan mengisi gelas sang tuan rumah.

5. Menyeruput mie dengan suara yang cukup keras berarti Anda menikmatinya.
Bila mampir ke tempat makan ramen, sejenis mie Jepang. Jangan merasa heran dengan mereka yang makan ramen dengan suara yang berisik. Di Jepang menyeruput mie dengan suara cukup keras dianggap sopan. Karena itu pertanda kita menikmati kelezatan mie yang kita makan. Menyeruput mie tidak semata-mata soal sopan-santun, tetapi juga untuk menghindari agar lidah kita tidak terbakar panas. Sup dan mie di Jepang pada umumnya dihidangkan dalam keadaan panas mengepul. Panas yang cukup untuk membuat mulut kita terbakar. Dengan cara menyeruput dapat membantu untuk mendinginkannya.

6. Pemberian buah semangka sebagai hadiah
Jika Anda memasuki toko yang menjual buah-buahan asli Jepang, jangan salah pilih. Ada beberapa buah yang terlihat unik dan menarik, namun mungkin kita anggap sebagai sesuatu yang mewah sebab kita jarnag menemukannya di Indonensia. Tetapi ada juga buah yang nampak biasa bagi kita di Indonesia tapi di Jepang harganya selangit. Satu buah melon atau semangka harganya bisa mencapai $100-200. Jadi jangan asal ambil tanpa melihat harganya, karena ternyata buah-buahan tersebut bukan untuk makanan sehari hari, tapi diperuntukkan sebagai hadiah pernikahan, pemberian untuk orang sakit, atau hadiah bagi rekan bisnis.

7. Kamu bukan turis di pedesaan
Ketika Anda datang ke pedesaan, jangan heran bila penduduk di sana tidak memandang Anda seperti layaknya turis. Budaya ini membuat turis lebih nyaman, sebab penduduknya ramah dan senang membantu. Anda dapat berbelanja tanpa tawar menawar dan jangan heran bila penduduk di desa sangat ramah, mereka bisa saja membelikan minuman untuk kita sebagai rasa hormat.

8. Budaya antri
Tokyo merupakan salah satu kota terpadat di dunia, tetapi masyarakat di sana memiliki budaya antri yang merupakan sebuah seni tersendiri di Jepang. Di mana saja kita bisa melihat antrian, seperti di eskalator, restoran, makanan di kaki lima bahkan untuk membeli minuman Anda boleh antri 1 jam tanpa ada yang menyerobot. Bila Anda tidak suka antri, cobalah untuk datang pada jam tidak sibuk, mungkin akan lebih nyaman.

9. Penting membawa uang tunai
Di Jepang uang tunai adalah raja. Tidak masalah Anda membawa banyak uang, karena Jepang merupakan salah satu negara paling aman.

10. Berjalan sambil makan dinilai tidak sopan
Di Negara barat berjalan sambil makan sering dianggap hal yang praktis dan diterima secara luas. Tapi kebiasaan ini dianggap tidak sopan di Jepang. Bahkan makan di keramaian atau di dalam kereta dianggap tidak sopan juga. Tetapi jika Anda makan es krim, hal ini masih diperbolehkan.

Budaya Jepang memiliki makna tersendiri dan membuat kita tertarik untuk melihatnya. Mana yang menurut Anda dapat dipraktekkan dalam keseharian Anda?

Debbie Kusuma/VMN/BLJ